"mama, dedek dimana?" arkan bertanya kepada mamanya yang tengah menyusun sarapannya di dalam kotak bekal. ini hari kamis, seharusnya dedeknya berangkat bersamanya ke sekolah tapi bahkan ketika dia bangun dia tidak melihat kemana ethan berada.
arkan menunduk, mengelus ngelus belle yang menyambut kedatangan si sulung. "akur kalian ya" yeji menyindir anak sulungnya yang nampak gemas dengan dua doberman di rumah mereka. dibandingkan dengan ethan yang tidak terlalu suka dengan mereka padahal dia yang meminta anak anjing, arkan mah tergolong senang dengan keberadaan anna dan belle. bahkan setiap sore ia membawa anjingnya pergi berkeliling komplek dengan sepedanya.
"dedek ikut papa kerja" yeji membalas apa adanya sambil membawa seporsi nasi uduk yang ia beli di depan kompleks. "makan dulu, tadi mama beli ini di depan soalnya papa berangkat pagi" arkan menganggukan kepala. "mereka?" ia menunjuk dua anjing hitam yang setinggi lututnya.
"ini" yeji mengangkat dua makanan anjing kemudian meletakkan di samping arkan. "here, belle, anna" ia menepuk pelan kedua tangannya yang memberi isyarat agar dua anakan doberman itu mendekat.
"makan yang banyak. kamu tinggi banget sekarang" yeji berujar sembari mengelus rambut anak sulungnya yang sekarang setinggi pinggang. "oh mama" arkan menyentuh pinggang mamanya.
"ada form buat ikut ekskul. mamas boleh ikut?" arkan bertanya kepada mamanya. yeji menganggukan kepala, kemarin memang dia bekerja hingga malam sementara jeno sendiri bekerja dan anak anak dititip di rumah mama papanya.
"boleh. mama boleh tau?" arkan menganggukan kepalanya kemudian mengeluarkan sebuah form kepada mamanya. "mamas sudah tau mau ikut ekskul yang mana?" yejie membaca satu persatu ekskul dari robotik hingga ekskul debat bahasa inggris semua ada.
arkan menganggukan kepala. "taekwondo"
"taekwondo?"
arkan mengunyah kemudian memberi anggukan yakin kepada mamanya. "mamas mau ikut taekwondo"
yeji menahan diri untuk tidak mengacak acak rambutnya. masalahnya anak bungsunya aja sudah mengelus dada apalagi anak sulungnya sekarang gabung taekwondo. apa ngga ribut nanti rumahnya?
"mamas, mama boleh tau kenapa mamas mau ikut taekwondo? ada yang nakal ke mamas?" yeji bertanya takut takut kejadian yang lalu lalu membuat anaknya trauma dan meminta ikut ini untuk melampiaskan rasa takutnya.
namun arkan menggelengkan kepala.
"terus? kenapa mamas mau ikut taekwondo?"
"karena mamas mau dedek baik baik aja. dedek sering berantem karena mamas jadi mamas mau ikut taekwondo biar dedek ngga berantem lagi. kasian sakit kena pukul" arkan menjawab apa adanya.
yeji menatap anak sulungnya. ia tidak pernah berpikir kalau anak sulungnya yang luar biasa ini memutuskan untuk ikut taekwondo gara gara melihat adiknya yang membela dirinya.
yeji mengecup kepala anak sulungnya. "jangan cepat besar ya, anak mama"
***
"masih tidur dia?" mark bertanya kepada anak kecil yang tidur di kantor mereka padahal para polisi ini sedari tadi sibuk membahas pekerjaan mereka yang terus berdatangan. anak kecil yang tidak lain tidak bukan adalah ethan tengah terlelap padahal jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi.
"udahlah biarin aja daripada kita harus ribet ngurusin anak ini" taeyong berujar sambil melirik anak jeno yang tertidur dengan nyenyak.
"bentar lagi juga bangun dia" jeno berujar sambil menyiapkan makan yang dia beli untuk anaknya. pagi ini dia membawa ethan bekerja pukul enam kurang bahkan saat anak itu tidur dan harus terbangun sepanjang perjalanan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Little Family
Fanfiction"mama ku besok yang bakal masakin nasi kuning buat ulang tahun" "wah enak dong besok aku mau datang" "mama ku kalau masak ikan kakap sama kerang enak banget. kalian harus coba" "udah jelas mama mu kan buka usaha warung makan" "mama mu gimana?" "ma...
