—SAVE YOU—
Genre : Dark Romance, Adult.
Rating : 18+
⚠️Saya tidak akan lelah mengingatkan kalian untuk vote dan komen karena itu memberi semangat pada Author.
Typo? Tandai⚠️
⚠️Disarankan untuk membaca secara perlahan dan tidak terburu-buru agar dapat feel-nya⚠️
Btw, maaf sekali saya baru bisa update karena saya sibuk sekali di rl. Mohon dimaklumi😌
And, ceritanya sudah hampir selesai nih. Sejauh ini, bagaimana menurut kalian? Apakah seru atau masih kurang? Tolong komen ya agar saya bisa koreksi kesalahan saya!
Apa yang ingin kalian katakan pada karakter-karakter di cerita SAVE YOU?
Kepada Lavender?👉
Kepada Valerio?👉
Kepada Author?👉
Happy reading!!
~♤~
Keesokan harinya, Valerio sudah siap dengan setelah rapi—kemeja biru, celana hitam dan tak lupa jas berwarna abunya. Meski hari libur masih ada beberapa hari lagi, namun ada urusan bisnis yang dirinya tak bisa tinggalkan.
Valerio melirik ke arah Lavender yang masih tertidur pulas. Mungkin gadis itu kelelahan akibat semalam mereka habiskan untuk bermain. Ya, lagi-lagi mereka melakukannya kembali dan itu sungguh lurar biasa bagi Valerio. Awalnya ia mendapatkan penolakan dari Lavender. Namun pada akhirnya Valerio bisa membalikkan keadaan. Entah sebahagia apa dirinya karena ia tidak bisa mengutarakannya lewat kata-kata.
Valerio seperti seekor kucing yang tak makan tiga hari dan berakhir menemukan makanan lezat!
Setelah memakai pentofel hitamnya, Valerio mendekati Lavender dan mengelus pipi mulus gadis itu. Namun seolah tak merasakan apapun, Lavender masih bergeming—tak merasa terganggu oleh sentuhan Valerio.
"Kau kelelahan sekali, ya?"
Valerio menarik sedikit selimut yang menutupi bagian leher gadis itu dan seketika senyuman merekah di wajahnya tatkala pandangannya tertuju pada bercak merah di bagian leher Lavender. Banyak sekali dirinya membuat kiss mark di sana, namun Valerio ingat tak ingat saat membuatnya karena terlalu dibutakan oleh gairah.
"It's beautiful." Valerio menyentuh kiss mark itu dan mengelusnya. Di satu sisi, Valerio merasa bangga karena pada akhirnya ia berhasil melakukan apa yang dirinya inginkan.
Namun di sentuhan kali ini, Lavender merasakan sedikit geli sehingga melenguh dan bergerak untuk mengubah posisi—tidak membuka matanya. Valerio terkekeh akan hal itu lalu kembali menarik selimut untuk menutupi gadis itu. Dipandangnya lekat wajah Lavender yang terlihat bersih lalu Valerio mengecup dalam keningnya.
"Aku harus pergi sekarang dan aku tidak ingin membangunkanmu," kata Valerio dengan jantungnya yang berdebar tak biasa. Ini selalu terjadi jika dirinya berdekatan dengan Lavender. "Tidur yang nyenyak dan sampai jumpa nanti sore, Wife."
Sekali lagi, Valerio mengecup gadis itu. Namun kali ini di bagian bibir ranumnya yang terbuka sedikit. Kemudian dengan berat hati, Valerio keluar dari kamar dan langsung di sambut oleh Thomas. Pria itu sudah menunggunya sedari tadi di samping pintu.
"Selamat pagi, Sir," sapa Thomas tatkala melihat Tuannya yang keluar dari kamar.
"Pagi," jawab Valerio sambil berjalan untuk menuruni anak tangga. "Apakah Sergio sudah sampai di rumah Juan?"
KAMU SEDANG MEMBACA
SAVE YOU
Romance⚠️Warning : Harsh word, Toxicity, Blood, Rude behavior and Gore⚠️ Tidak direkomendasikan untuk anak di bawah umur❗ Bijaklah dalam memilih bacaan! Jika tidak suka, skip saja❗ Menikah di usia muda setelah lulus SHS tidak pernah terbayang dalam pikiran...
