Cerita hanya fiksi tidak ada sangkut pautnya dengan kenyataan.
Dunia dalam cerita ini adalah era modern dengan monster dan sihir.
✿✼:*゚:.。..。.:*・゚゚・***✿❀ ❀✿**
"Apa kau bisa mendengarku?" Suara itu kembali bertanya.
Cana berusaha membuka mulutnya untuk menjawab, namun hanya gumaman saja yang keluar.
"Bertahanlah.." Cana merasakan pria itu mengangkat tubuhnya. Lalu terdengar suara pria lain yang memanggil sang Jendral. Belum sempat sang Jendral menjawab, suara gemuruh terdengar keras. Cana tidak tahu apa yang terjadi yang jelas Ia bisa merasakan pelukan kuat seseorang dan teriakan memanggil namanya dan sang Jendral sebelum gelap menyambut Cana.
Cana mencoba membuka kedua matanya yang terasa berat lalu menutup matanya kembali. Tubuhnya kepanasan.
"Panas," gumam Cana. Sentuhan kulit yang dingin menyentuh kening Cana membuat tubuhnya serasa sejuk.
Cana berusaha menahan sentuhan dingin itu. "Sial apa ini maksud efek samping dari obat yang diberikan Cloen." Cana mendengar suara berat yang mengerutu. Suara itu adalah suara yang Cana dengar sebelum Ia pingsan.
"Panas..." Cana kembali berujar kepanasan.
"Bertahanlah... Jika kau bisa menahannya mau kau akan sembuh." Suara berat itu terdengar menenangkan dan juga seksi. Cana kembali membuka matanya, pandangannya begitu buran dan hanya melihat bayangan sosok pria disebelahnya. Entah dorongan apa, Cana merasa ingin memeluk sosok itu. Perempuan itu menarik lengan sosok yang menyentuh keningnya sambil terus berujar panas.
****
Part 21++ hanya ada di Karyakarsa
****
-Tiga tahun kemudian-
"Dimana pasukan bantuan? Kita kewalahan menghadapi monster level A."
"Mereka sedang dalam perjalanan. Bertahanlah!"
Monster berbentuk ular bewarna ungun nampak ganas menyerang para pasukan di sekitarnya.
Beberapa pasukan dihempaskan begitu mudah oleh monster tersebut.
"Cepatlah.. Aku sudah tidak bisa bertahan!"
Dalam sekejap monster ular tersebut terbelah menjadi beberapa bagian. Para pasukan yang melawan monster itu dibuat kaget saat muncul sosok yang berdiri di dekat jasad monster.
"Semuanya maaf terlambat. Sekarang semuanya sudah terkendali!" Cana berujar tegas menatap pasukan militer. Para pasukan bersorak bahagia karena berhasil diselamatkan. Cana pun segera menemui Kapten tim dan menunggu laporan kejadian.
"Apa sudah selesai?" Suara berat dari balik earphone Cana menyapa indera pendengaran Cana.
"Hm.. All clear," jawab Cana.
"Bagus. Setelah selesai kembalilah."
"Hee... Tapi masih ada lagi tugas yang harus kulakukan. Aku harus ke kota C--"
"Aku sudah mengirimkan bala bantuan ke kota C," Potong pria itu.
"King! Kau!!" Cana menggerutu pada King. Pria itu suka bertindak seenaknya. Padahal Cana suka dengan pekerjaan ini. Pria yang berstatus suaminya itu tidak pernah mau membiarkan Cana pergi ke tempat sarang monster. Apalagi sejak Cana melahirkan putra mereka. Pria itu semakin protektif.
"Pulanglah Cana. Arion merindukanmu," Ujar King.
"Putraku atau dirimu yang merindukanku?" Tanya Cana. Dia sudah hafal dengan kelakuan sang suami.
"Keduanya. Sampai bertemu dirumah." Klik.. Sambungan terputus. Cana hanya mendengus sebal.
King dan sikap protektifnya benar - benar menyebalkan. Tapi juga mendebarkan.
End
Akashi_shiron
02 Februari 2025
Nantikan cerita lainnya.. Simpan di perpus kalian ya..
KAMU SEDANG MEMBACA
Oneshoot
Historia Corta🌟 1 oneshoot 3/6/2021 🌟 5 pacar 2/7/2021 🌟 9 married 17/7/2021 🌟 2 relationship 2/8/2021 🌟 2 Shortstory 3/4/2022 🌟 2 Mine 7/4/2022 Kumpulan oneshoot/Twoshoot Yang bikin Baper dan Romantis Penasaran? langsung Baca aja ya. 18+
