Slept with Jendral

1.7K 73 2
                                        

Part lengkapnya ada di Karya karsa.. Cek aja di link Bio author.

Cerita hanya fiksi tidak ada sangkut pautnya dengan kenyataan.

Dunia dalam cerita ini adalah era modern dengan monster dan sihir.

✿✼:*゚:.。..。.:*・゚゚・***✿❀ ❀✿**

"Enggh..." Desahan kecil keluar dari bibir perempuan yang sedang terbaring. Perempuan itu membuka kedua matanya saat sinar matahari menganggu tidurnya.

Melirik singkat ke arah jendela yang menunjukkan bahwa sang surya telah muncul, perempuan itu memilih berbalik dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang terasa dingin. Perempuan itu pun kembali memejamkan mata lalu tersadar saat merasakan kejanggalan.

Ia merasa selimut yang Ia pakai terlalu menyentuh kulitnya seolah-olah tidak ada penghalang apapun dibalik selimut.
Matanya terbuka lebar lalu melirik kebalik selimut. Hampir saja Ia berteriak saat kejanggalan yang Ia rasakan benar adanya. Ia tidak memakai apapun dibalik selimut.

"Gila... Gila.. Gila.. Apa yang sudah terjadi!" Ujar Perempuan itu.

Dia mencoba mengingat kejadian semalam dan saat Ia sadar wajahnya memucat.

"Cana... Kau gila!" Perempuan itu mengutuk dirinya sendiri. Kejadian semalam terulang dalam benaknya.  Bagaimana Ia yang mabuk lalu menarik pria random yang tidak dikenalnya dan mereka menghabiskan malam bersama.

Cana menoleh horor ke sisi ranjang lain dan matanya melotot melihat pria asing yang sialan tampan sedang tidur disampingnya. Wajah pria itu begitu tampan dan tegas dengan porsi yang tepat ditempatnya. Seolah Tuhan menciptakan pria itu begitu sempurna.

Cana sadar! Cana kembali memaki dirinya. Ini bukan saat yang tepat untuk terpana. Ia harus segera pergi sebelum pria itu bangun. Cana tidak siap untuk melakukan sesi tanya-jawab dengan pria itu. Apalagi Cana ingat dengan jelas bahwa dia lah yang menarik pria asing ini dan menggodanya lebih dulu.

"Kau milikku!" Suara berat dalam ingatan semalam membuat Cana terdiam. Suaranya begitu berat dan merdu.

Sial! Cana berusaha untuk fokus. Dengan gerakan sepelan mungkin perempuan itu bangun dari ranjang, mengabaikan ketel*njangan dirinya, Cana memungut pakaiannya dan memakainya dengan cepat.

Cana berhasil keluar dari kamar tersebut. Perempuan itu berusaha menahan ringisan dari bagian intimnya yang sakit. Sial! Tidak pernah terbayangkan dalam hidupnya bahwa Cana akan menyerahkan keperawanannya pada pria asing yang Ia temui di club ini.

Setengah jam kemudian Cana berhasil kembali ke apartemen miliknya. Perempuan itu segera menghempaskan tubuhnya keranjang dan memejankan mata tanpa perlu menganti pakaiannya.

Drrt... Drrt.. Bunyi ponsel miliknya membuat Cana kembali membuka mata.
Tertulis nama "Zia", membuat Cana terpaksa menjawab panggilan tersebut.

" Ya?"

"Canaaa... Kau menginap dimana semalam!" Teriakan Zia menggelegar membuat Cana mengernyit.

"Kau tidak akan percaya jika kuceritakan," jawab Cana.

"Jangan bilang kau tidur dengan pria asing? Wahh Cana akhirnya kau melakukannya. Aku turut senang sobat!" Cana mengernyit mendengar pujian Zia. Perempuan ini memang aneh, bukannya merasa sedih tapi senang melihat Cana akhirnya melepas kesuciannya dengan pria asing.

Zia adalah teman seperjuangan Cana. Mereka saling mengenal sejak mereka pertama kali bergabung kemiliteran hingga saat ini.

"Jadi.. Apa dia tampan? Apa kau mengenal siapa pria itu?" Tanya Zia.

OneshootTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang