My Demon : Darkness bond - Bab 1 & 2

695 25 1
                                        

Happy reading..

Part lengkap sudah tamat di karya karsa ya.

**✿❀ ❀✿**

Aku bisa mencium aroma darahku sendiri.

Hangat. Metalik. Terlalu banyak.

Tubuhku terbaring di lantai dingin ruang operasi klinik itu, nyawa mengalir keluar bersama cairan merah yang memenuhi pakaianku. W

ajah itu — wajah rekan sekaligus sahabat yang selama ini kupercaya — berdiri di atasku, masih memegang pisau bedah yang berlumur merah. Matanya dingin. Tak ada penyesalan.

"Maaf, Mia," katanya pelan. "Kau terlalu pintar untuk dibiarkan hidup."

Sialan.
Begitu gampang nyawaku dicabut? Hanya karena perebutan gelar dokter di rumah sakit sialan ini?

Pandangan mataku mulai kabur. Napasku tercekik oleh darah sendiri. Tapi saat kesadaranku tenggelam, sesuatu yang aneh terjadi.

Udara di sekitarku berdenyut. Suhu turun drastis. Ruang operasi menghilang, digantikan kehampaan hitam yang seperti menelanku. Seakan jiwaku disedot oleh pusaran tak kasat mata.

'Ini... bukan kematian biasa.'

Aku berusaha menjerit, tapi suaraku menguap dalam kehampaan itu. Tubuhku seperti ditarik menuju suatu celah — retakan tipis di antara dua realita. Di baliknya, samar, aku melihat pendar warna ungu kelam menyala liar.

Dan tiba-tiba, aku jatuh.

Aku terhempas ke atas rerumputan yang terasa... asing.

Tubuhku? Lain.

Bukan tubuh manusia.

Kulitku terasa lebih halus tapi kuat. Nafasku menghirup aroma malam yang tajam, menusuk hidungku. Di punggungku... ada sesuatu yang bergerak. Kusempatkan tangan untuk menyentuhnya — ekor.

Bukan satu. Bukan dua.
Sembilan ekor halus dengan bulu perak tebal yang bergelombang seperti kabut.

"Apa... ini?"

Tubuh wanita yang berbeda dari milikku... Indra-indraku jauh lebih tajam. Aku bisa mendengar desiran angin di balik hutan lebat, detak jantung kelinci liar di balik semak, aroma resin pohon yang tajam menusuk indera penciumanku.

Aku bukan lagi Mia. Aku menjadi sesuatu yang baru. Sesuatu yang... buas.

Ingatan milik seseorang yang tidak kuketahui memenuhi pikiranku. Siluman Rubah. Itulah aku. Sesuatu yang ku anggap mustahil kini kenyataan dan terjadi padaku.

Aku melangkah, mencoba memahami keseimbangan tubuh baruku.

Di kejauhan, bulan ungu besar menggantung rendah di langit gelap yang dipenuhi bintang asing. Ini jelas bukan bumi.

Suara gemuruh tiba-tiba menggema. Bukan dari langit. Dari arah lain — dari... keberadaan besar yang mendekat. Getaran tanah terasa hingga telapak kakiku.

Aku berbalik cepat, bulu ekorku meremang. Di balik kabut malam, sebuah sosok muncul perlahan.

Tinggi.

Kegelapan menyelubungi tubuh maskulin yang memancarkan aura kekuasaan. Sepasang tanduk melengkung tajam menghiasi kepala laki-laki itu, matanya merah menyala seperti bara hidup.

"Menarik," suara bass itu menggema dalam udara dingin.

"Void Spirit dalam tubuh siluman rubah... Kau bukan makhluk biasa, perempuan."

OneshootTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang