Ekstra Part: Surprise setelah melahirkan

52.5K 2.6K 200
                                        

Setelah menikah, aku bukan hanya tertarik lagi, tapi aku mencintainya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah menikah, aku bukan hanya tertarik lagi, tapi aku mencintainya.

Bukan pertama kalinya aku mencintai seseorang, tapi ini pertama kalinya aku mencintai perempuan seperti Binar.

Biasanya aku bersama dengan perempuan yang hampir mirip denganku. Kalem, sederhana, tidak banyak bicara hal yang tidak penting dan punya banyak kesibukan. Tetapi, kali ini aku bersama dengan Binar. Perempuan yang sifat dan kelakuannya sangat berkebalikan denganku.

Aku pendiam, dia terlalu suka bicara. Ekspresiku datar, dia selalu ceria, seolah-olah tidak punya beban. Penampilanku membosankan, sedangkan Binar sangar manis dengan baju-baju dan aksesoris-aksesoris lucunya. Pembawaanku cuek dan kaku, sementara Binar santai, ramah dan gampang membuat orang lain menyukainya. Aku selalu sibuk, sedangkan Binar hampir tiap hari di rumah dan tidak melakukan apa-apa.

Perbedaan-perbedaan itu membuatku bingung harus bersikap bagaimana dengannya. Kadang-kadang aku merasa minder dan tidak pantas bersamanya.

Aku menemukan diriku kesusahan mengekspresikan perasaanku padanya.

Sering kali sikapku, perkataanku dan candaanku menyakitinya. Bahkan, kami sempat terlibat salah paham yang hampir menghancurkan hubungan kami.

Sekarang, aku tidak akan lagi melakukan hal itu. Aku tidak akan lagi menahan perasaanku atau menahan diri. Aku akan belajar mengekspresikan diriku karena aku tidak ingin menyesal kehilangan Binar.

Aku sudah hampir kehilangan Binar saat ia tidak sadarkan diri karena mengalami pendarahan setelah melahirkan. Rasanya terlalu sakit dan terlalu menakutkan hingga aku tidak tahu harus melakukan apa. Rasanya jiwaku tidak berada di tubuhku. Aku bahkan berpikir, jika Binar tidak kembali bersamaku, aku akan menyusulnya agar bisa tetap bersamanya.

Dari pengalaman buruk itu, aku berjanji pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan menyakitinya lagi. Aku akan berusaha membuatnya selalu bahagia.

Seperti yang kulakukan saat ini.

Setelah dua hari Binar dirawat di rumah sakit, akhirnya hari ini ia diperbolehkan pulang.

Kami sudah sampai rumah. Aku menggendong Biru dan menyuruh Binar masuk ke kamar duluan karena aku sudah menyiapkan kejutan untuknya di dalam sana. Sstt... jangan kasih tau Binar.

Awalnya rencanaku begitu, tetapi saat sampai di depan pintu kamar, dan Binar baru akan menekan knop pintu, aku sudah menahannya.

Binar mengerjap-ngerjap kebingungan.

Aku menghela napas. "Sebenarnya, aku mau biarin kamu masuk sendirian biar kamu bisa lihat surprise yang aku siapin di dalam sana, tapi... aku takut kamu sendirian di dalam kamar dan kenapa-kenapa. Jadi, boleh enggak aku temenin aja? Nikmatin aja surprisenya, anggap aku sama Biru enggak ada di dalam kamar."

Binar memutar bola matanya malas, lalu tersenyum mengejek. "Mas Nata, Mas Nata, lebay banget deh. Aku itu cuma ke kamar, bukan ke goa-goa yang harus melewati jalanan terjal, berbatu, dan menanjak." Tangannya melingkari pinggangku. "Tapi enggak apa-apa. Yuk, temenin. Aku penasaran surprisenya apa."

Kemelut Rumah Tangga Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang