Ekstra Part: Nata, Binar dan Shabiru

72.1K 2.9K 429
                                        

Bocil disuruh ngerawat bocil?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bocil disuruh ngerawat bocil?

Pernah enggak, pertanyaan itu muncul di benak kalian saat melihat Binar punya anak?

Tenang, jangan takut untuk mengutarakannya. Aku juga pernah kok.

Aku tahu Binar masih kekanakan dan pasti akan kesusahan saat memiliki anak di usianya itu, tapi aku tidak khawatir karena prinsipku: kalau Binar tidak bisa merawat anak kami, biar aku yang mengajarinya pelan-pelan sampai akhirnya bisa.

Walau begitu, aku tetap memakai pengaman saat berhubungan dengan Binar.

Namun, ada waktu-waktu aku tidak sempat memakainya dan kurasa... keluar di dalam tanpa aku sadari dan akhirnya jadi anak.

Tidak apa-apa. Aku tidak khawatir saat mengetahui Binar hamil.

Masa lalu: Siapa, ya, yang dulu pertama kali tahu istrinya hamil malah kabur ke kafenya? Siapa, ya, yang dulu, saat ditanya alasannya oleh Binar, malah bilang kaget?

Aku meringis. Oke, itu aku. Maaf, waktu itu khilaf-nya kelewatan dan bangsat banget.

Maka, sekarang aku akan memperbaikinya dan berusaha sekuat tenaga untuk mengubah sifat-sifatku yang tidak baik.

Salah satunya adalah membantu Binar merawat Shabiru. Kalau ada yang tidak bisa Binar lakukan, biar aku yang melakukannya.

Dan tampaknya, Binar memanfaatkanku dengan sangat baik.

Dalam satu hari, mungkin ada tiga sampai lima kali Binar berteriak memanggil namaku.

Apa telingaku aman? Aman, aku sudah berlatih selama setahun lebih untuk kebal mendengar segala jenis teriakan melengking Binar. Ada teriakan yang biasa, ada teriakan yang bisa membuat rumah serasa bergetar dan ada teriakan yang bisa membuat rumah serasa tercabut dari tempatnya dan melayang jauh.

Teriakan itu terdengar pada saat-saat tertentu.

Saat Shabiru berak.

"MAS NATAAAA!!" teriak Binar membahana. Tipe teriakan yang bisa membuat rumah bergetar.

Aku yang sedang minum di dapur, langsung menyemburkan airku. Buru-buru pergi ke kamar, sementara gelas plastik yang tadinya kupegang, kugeletakkan sembarangan di atas meja.

Setelah melihat kedatanganku, Binar berteriak lagi. "MAS NATAAA, INI GIMANA CARA CEBOKINNYA? AKU ENGGAK TAU! AKU ENGGAK KUAT! AKU ENGGAK SANGGUP! HUEEEKK!" Binar beralih ke Biru. Secara ajaib, suaranya melembut. "Maaf, sayang. Mama enggak jijik, kok-hueeek-enggak, kok."

Lain yang dikatakan, lain yang dilakukan. Binar bilang tidak jijik, tapi sedari tadi mual-mual. Ck, ck, sabar ya, Biru. Kamu harus sabar kayak arti namamu ya, Nak.

Aku bergegas menghampiri mereka.

Binar bersandar-lebih tepatnya, bersembunyi-di punggungku saat aku mulai mengurus Shabiru dan kotorannya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 03, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Kemelut Rumah Tangga Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang