Sementara itu, Sou yang tiba di meja tujuannya menarik cepat buku menu yang digunakan Eve untuk menutupi wajahnya. Gerakan itu mengejutkan Eve yang sedang sibuk memperhatikan murid-muridnya dari kejauhan.
"S-Sou? Apa yang kau lakukan di sini?" Mata Eve melebar kaget.
"Seharusnya aku yang bertanya. Kamu terpisah dengan guru yang lain atau bagaimana?"
Eve mencoba terlihat tenang, merapikan rambutnya yang sedikit berantakan dengan jemarinya yang lentik. "Ah, ini ... aku hanya ingin istirahat sebentar dan makan siang. Kakiku lelah setelah berkeliling pasar. Bagaimana dengan tugas kelompokmu? Sudah selesai?" Matanya melirik ke arah meja tempat anggota kelompok Sou yang lain duduk.
Sou duduk di kursi kosong di depan Eve. "Kami fokus pada area seafood. Ada banyak jenis ikan lokal yang menarik. Beberapa bahkan hanya bisa ditemukan di perairan Okinawa. Distribusinya langsung dari nelayan ke pasar, tidak melalui perantara, jadi harganya lebih murah dan lebih segar. Harganya juga cukup stabil sepanjang tahun, kecuali untuk jenis tertentu yang musiman."
Eve tersenyum senang, matanya berbinar mendengar laporan singkat namun detail dari muridnya. "Bagus sekali! Aku tidak sabar membaca laporan lengkapnya. Sekarang pergilah makan siang bersama teman-temanmu. Mereka pasti menunggumu."
Namun, alih-alih kembali ke mejanya, Sou justru memanggil pelayan dengan mengangkat tangannya sedikit, yang membuat Eve bingung. Keningnya berkerut heran.
"Wolpis sedang menyusun laporan kami," jelas Sou melihat kebingungan di wajah Eve. Matanya melirik sekilas ke meja temannya di mana Wolpis terlihat sibuk dengan laptopnya. "Aku masih perlu menunggu untuk merampungkan sisanya. Lebih baik aku makan di sini saja daripada mengganggu konsentrasinya." Ada sedikit senyum di sudut bibirnya, yang sayangnya luput dari perhatian Eve saking tipisnya.
Eve mengangguk paham tanpa curiga sedikitpun. "Baiklah kalau begitu."
Tak lama berselang, seorang pelayan mendekati meja mereka dengan langkah ringan, senyum ramah tersungging di wajahnya yang kecoklatan khas penduduk asli. Aroma rempah dan lautan yang menguar dari dapur mengisi udara di sekitar mereka. Eve dan Sou kompak meminta menu rekomendasi.
"Untuk menu spesial hari ini, kami punya Okinawa Soba, Goya Champuru, dan Rafute," jelas pelayan itu dengan jemarinya yang lentik menunjuk pada gambar-gambar hidangan di menu yang terbuka. Sinar matahari siang yang menembus jendela kaca membuat warna-warna hidangan dalam gambar tampak lebih menggoda.
"Aku pesan Goya Champuru," kata Sou, matanya sekilas melirik ke arah Eve sebelum kembali pada pelayan.
"Kalau begitu, aku Okinawa Soba," tambah Eve. Jantungnya berdegup kencang, entah karena gugup atau terkejut karena tidak menyangka akan semeja makan lagi dengan Sou.
Pelayan itu mencatat pesanan mereka dengan gerakan cepat dan berlalu dengan senyuman, meminta mereka untuk menunggu beberapa saat. Suasana canggung menyelimuti meja itu sejenak, hanya ditemani oleh denting peralatan makan dan obrolan samar pengunjung lain. Cahaya matahari yang menembus jendela membentuk pola-pola bergerak di atas meja kayu mereka, sementara Eve memainkan ujung serbet di pangkuannya, mencari kata-kata untuk memecah keheningan di antara mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
YOKU || SouEve
Fanfiction⭐Utaite Fanfiction ⭐ Satu-satunya harapan Eve setelah berdamai dengan dirinya di masa lalu adalah "perubahan". Hanya saja, sudah terlambat baginya untuk menyadari bahwa Sou adalah eksistensi yang dapat memporak-porandakan seluruh perubahan dalam hid...
