Chapter 2 Bersiaplah

10 1 0
                                        

Ken menatap Luna dari kejauhan yang sedang berbicara dengan Narong melalui Tiny Phone pemberian dari Mike saat di North Kingdom. Ken tentu tahu kalau Narong sedang meyakinkan Luna dengan keputusan nekad yang dia buat, bahkan Ken sendiri tak berhak untuk mengatakan apapun kepada Luna terkait keputusannya itu. Satu hal yang pasti, Ken sudah berjanji untuk melindungi Luna dengan imbalan yang besar, entahlah memang itu alasan Ken melakukan hal ini atau memang ada niat lain.

 Satu hal yang pasti, Ken sudah berjanji untuk melindungi Luna dengan imbalan yang besar, entahlah memang itu alasan Ken melakukan hal ini atau memang ada niat lain

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Melihat Tiny Phone miliknya sudah mati, Ken tahu Luna sudah selesai berbicara dengan Narong. Putri Westernia itu masih dalam posisinya sambil menunduk. "Beban ini terlalu besar kau pikul, Putri," batin Ken lalu berjalan mendekati Luna.

"Istirahatlah, kau sangat lelah sepertinya—" Ken terdiam karena Luna tiba-tiba saja memeluknya. Dia hanya bisa menghela nafas kasar lalu dengan tangan kasarnya dia membelai rambut halus Putri Westernia itu. "Padahal aku sudah mengambil peran dari sebagian bebanmu, tetapi sepertinya setengah beban itu masih terlalu berat buatmu," ucap Ken.

 "Padahal aku sudah mengambil peran dari sebagian bebanmu, tetapi sepertinya setengah beban itu masih terlalu berat buatmu," ucap Ken

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jangan bandingkan aku denganmu. Kau yang sudah tak memiliki separuh hati tak mungkin tahu rasanya," balas Luna sambil memukul pelan punggung Ken. Wajahnya dia sembunyikan disekitar leher Ken.

"Seharusnya perspektifmu terhadapku memang begitu dari awal agar kau tidak terkejut melihat apa yang telah ku perbuat. Aku bukanlah pahlawan, aku juga bukan orang suci, bukan juga bangsawan. Aku hanya pria yang berusaha bertahan hidup di dunia yang sudah hancur ini," jelas Ken, seharusnya dia mengatakan ini sejak awal. Bangsawan yang hidup dengan memiliki hampir segalanya dan tiba-tiba saja jatuh di neraka Ishayama tentu akan sangat terkejut melihat segala bentuk pembantaian.

"Seharusnya kalian tidak boleh seperti ini di istana."

"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Distopia [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang