Chapter 1 Kembali berpetualang

15 0 0
                                        


Setelah mengecek perlengkapannya, Ken dan Luna mulai perjalanan mereka menuju North Kingdom. Tak lupa juga Ken dan Luna pamit dengan  Edgar. Sebelum berangkat Ken terlebih dahulu meminum obat pemberian Aurigi saat itu, dan stok obatnya juga mulai menipis.

Ken memilih rute dekat sungai Ishayama sesuai dengan arahan Edgar, alasannya agar tidak diketahui para pemburu yang lain, dikarenakan sungai Ishayama memiliki kabut yang cukup tebal. Rute perjalanan mereka cukup simpel karena hanya perlu mengikuti hulu sungai hanya saja resikonya geografis dan bahaya disana masih belum diketahui apa saja.

"Pelan-pelan." Ken membantu Luna turun perlahan karena tanah di daerah dekat sungai cukup basah. Setelah turun mereka mulai berjalan di dekat arah sungai menuju hulu.

"Kau hapal jalannya?" tanya Luna

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kau hapal jalannya?" tanya Luna.

"Tidak, seumur hidup di Ishayama baru ini aku melalui jalur ini," jawab Ken jujur. "Dilihat dari geografisnya ancaman kita bukanlah para Hunter tapi kemungkinan tanah longsor, hujan deras, ular bahkan predator lain."

"Kau seperti tidak ada ketakutannya."

"Tentu aku punya ketakutan tapi aku tidak terlalu menunjukkannya."

"Oh ya? Kau seperti bercanda soalnya."

"Kalau aku menunjukkan ketakutanku tentu kau akan panik."

"Kalau itu alasannya aku setuju."

"Kau sudah mulai jago membuat orang kesal, Nona."

"Aku mencontoh dirimu."

Ken hanya diam enggan membalas ucapan kliennya itu. Tapi baguslah dia cerewet, lebih parah kalau dia ketakutan apalagi sampai trauma. "Dari pada kau fokus menjahiliku lebih baik kau memantau sekitarmu, bisa saja seekor buaya muncul dari sungai ini."

"Kau menakutiku ya?" tanya Luna dengan curiganya.

"Aku meminta kau untuk waspada, kau sudah memegang pistol, sangat tak berguna pistol itu hanya untuk kau pegang," jawab Ken.

"Ini berguna untuk menembakmu."

"Hah? Kau ingin berkhianat?"

"Tidak, aku harus waspada jika kau berkhianat."

"Aku berkhianat? Luna, aku hampir mati dikeroyok para Assassin demi menyelamatkanmu." Ken menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Luna dengan kesal, tak biasanya dia bisa kesal padahal seharus sebagai agen ganda dia tidak boleh terbawa oleh emosinya.

"Kau menyelamatkanku karena kau belum mendapatkan upahmu, kan?" ucap Luna menantang.

"Kenapa kau kepikiran kayak gitu? Aku benar-benar ingin menyelamatkanmu."

Distopia [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang