Chapter 1 Saudara

16 0 0
                                        


Karena sudah sampai di North Kingdom, Raja Mikhail meminta Ken dan Luna untuk menginap dulu di kastil kerajaan. Mereka sudah disiapkan 2 kamar mewah tentunya. Setelah pertemuan itu, Luna hanya berdiam diri di kamarnya sambil memikirkan dampak ucapannya. Mungkin dia bisa saja merusak nama Westernia, tapi menurutnya hanya ini cara agar dia bisa membebaskan Dartania.

Tok

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Tok

Tok

Tok

Mendengar suara ketukan pintu Luna bergegas membuka pintunya. "Buka." Pintu lalu terbuka secara otomatis menampilkan Ken yang memakai kaos abu-abunya.

"Eh kau tidak kedinginan?" tanya Luna khawatir.

"Aku lebih panas saat ini akibat pembicaraan tadi," jawabku Ken sedikit bercanda. Andaikan bukan karena dia adalah seorang raja mungkin Ken langsung berbicara kasar kepada raja Mikhail. Dia paling tidak suka dengan orang yang mengintimidasi, entah kenapa dia juga marah karena yang diintimidasi adalah Luna.

"Benar juga, aku merasakan hawamu seperti saat kau bersiap menyerang seseorang," ucap Luna.

"Sepertinya kita sudah terlalu akrab ya, buktinya kau sudah mengerti aku," ucap Ken tersenyum. "Ah ngomong-ngomong aku yakin kau merasa bosan, aku berencana menuju ruang latihan para prajurit, kau mau ikut?"

Luna senang rasanya diajak pergi oleh Ken apalagi pria itu tampak peduli dengannya. Tapi rasanya tidak seru kalau langsung menerimanya begitu saja. "Kau tahu Ken, perempuan tidak suka ditanya loh."

Wajah Ken terbengong seketika. Jam rasanya berhenti, salju-salju yang jatuh rasanya juga berhenti, Ken merasa mendengar perkataan absurd yang pernah dia dengar. Rasanya, dia belajar di sekolah saat di Indonesia percuma saja. "Apa kau mengerjaiku?" tanya Ken menantang.

"Perempuan tidak suka ditanya, Ken," ucap Luna sekali lagi.

"Aku mau melihat latihan prajurit, ayo ikut denganku," ucap Ken dengan wajah seperti menahan malu. Luna yang melihat ekspresi menggemaskan Ken tak bisa menahan tawanya.

"Iya aku mau," ucapnya.

Mereka berdua kemudian masuk ke ruang pelatihan prajurit North Kingdom. Bisa Ken lihat kalau rata-rata orang disana memang memiliki tubuh yang kekar dibandingkan dengan prajurit meja bundar dari Westernia. Mereka ahlinya kalau soal pertarungan jarak dekat, apalagi soal pertarungan tangan kosong. Ken juga menyadari kalau sebagian dari mereka dikenalnya, termasuk juga dengan Narong.

 Ken juga menyadari kalau sebagian dari mereka dikenalnya, termasuk juga dengan Narong

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Distopia [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang