Untuk seluruh rakyat Dartania khususnya Sultan, aku minta maaf. Aku tak punya waktu lagi, mereka cepat atau lambat akan membunuhku, aku tahu ini terlambat tetapi lebih baik daripada tidak ku katakan sama sekali. Black Tiger benar, akulah yang membunuh sahabatku, Ishayama. Hanya itu yang bisa aku lakukan agar semua penemuan kami benar-benar tidak bisa dimanfaatkan siapapun. Aku terpaksa menuduh assassin Dartania agar mereka tidak semakin mengadu domba kerajaan lain dengan Dartania, mereka sudah berhasil menyelinap diberbagai kerajaan. Kita Dartania tak akan bisa mengalahkan mereka sendirian.
Tetapi, setidaknya aku ingin berguna di akhir hidupku. Serang, serang tambang itu! Itu hanyalah formalitas ketiga kerajaan, sebenarnya yang memegang kendali tambang itu adalah Cyber Crime!
Hanya itu, hanya itu yang bisa kuberikan kepada kalian. Maafkan aku, maaf.
Benda sekecil kapsul pil itu terhenti. Suara Hibiki yang seperti berbisik itu seakan-akan menandakan dirinya yang sedang sekarat. Mereka semua terdiam sejenak tanpa ada yang berbicara, sesuai dugaan Ken kalau Profesor Hibiki menyembunyikan sesuatu di dalam perutnya.
"Jadi, apa kita akan menyerang mereka, Sultan?" tanya Zhuge Lie.
"Kita? Tidak Hunter, kami para Assassin yang akan menyerang mereka. Ini adalah pertarungan kami," jawab Sultan Umar berusaha bijak menolak segala hasratnya yang penuh dengan emosi.
"Kami akan membantu Sultan, aku telah meminta bantuan North Kingdom," ucap Luna berusaha berani membuka suara.
"Putri Westernia, aku tahu kalau kau berusaha membantu kami tetapi kau tak bisa menolak fakta kalau yang membuat negeri ini menjadi seperti ini salah satunya adalah kerajaanmu," ucap Sultan Umar yang sepertinya masih menyimpan dendam dengan Luna.
"Lakukan saja Sultan, sadarilah kalau Assassin Dartania tak akan sanggup melawan para Cyber Crime apalagi pastinya mereka dibantu oleh beberapa penjaga dari masing-masing kerajaan lain," ucap Ken tanpa rasa takut.
"Dan kau? Apalagi yang ingin kau korbankan?" tanya Sultan Umar kepada Ken, sebenarnya Ken tahu kalau itu bukanlah pertanyaan melainkan sebuah sindiran kepadanya, juga tak menutup fakta Sultan Umar akan selalu mengingatnya.
"Siapa tahu? Tugasku adalah membantu Putri Westernia. Dan karena perintah Putri, aku harus menyelamatkan Dartania sesuai perintahnya," jawab Ken seadanya, "keputusan di tangan Anda, North Kingdom akan mulai melancarkan penyerangan sesuai persetujuan Putri Westernia."
Mendengar penjelasan Ken, Sultan Umar menghela nafas panjang. Sebenarnya dia masih bisa bersyukur kalau masih ada kerajaan lain yang membela mereka, dia sebenarnya juga memiliki hubungan baik dengan Raja Mikhail hanya saja dia tidak mau bergantung pada kerajaan lain yang nantinya mungkin saja akan memanfaatkan hutang budi mereka. "Untuk sekarang ada baiknya kita memakamkan Profesor Hibiki terlebih dahulu."
***
Kematian Profesor Hibiki ternyata menjadi sebuah reuni besar-besaran yang terjadi di Dartania. Banyak profesor besar dari Akademi Wessenscraft datang menghadiri pemakamannya. Awalnya Sultan Umar menolak namun karena jumlah profesor yang datang cukup banyak membuatnya luluh dan menerima mereka meski harus diawasi oleh para Assassin.
Meski begitu orang yang paling menderita adalah Luna karena tidak bisa menghadiri pemakaman karena kedatangan profesor dari akademi tempat dia belajar dulu, karena bisa memicu keributan melihat Putri Westernia ada di negeri Dartania.
"Putri Westernia tidak datang ya?" tanya Zhuge Lie kepada Ken yang bersandar di pohon kurma. Mereka agak jauh dari para peziarah agar tidak terlalu mencolok.
KAMU SEDANG MEMBACA
Distopia [On Going]
Aventure[INI ADALAH NOVEL DENGAN ILUSTRASI] [BANYAK MENGAMBIL INSPIRASI DARI PROBLEMATIKA DUNIA NYATA] Berlatar di bumi tahun 2083 setelah perang dunia 4 berakhir, Distrik Ishayama adalah tempat terjadinya bencana nuklir yang gagal antara proyek kerajaan We...
![Distopia [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/275403991-64-k326009.jpg)