Chapter 2 Jebakan

5 0 0
                                        

Dengan lari yang sangat cepat mengabaikan gesekan dari reruntuhan bangunan yang mengenai tubuhnya, Ken menerobos jalanan menuju tempat Hibiki ditahan. Yang seharusnya diwaspadai saat ini bukanlah penyusup atau pengkhianat Dartania melainkan pusat penahanan tersebut. Dengan tergesa-gesa Ken menerobos masuk mengabaikan Kotaro yang meneriakinya.

Ken lupa kalau fokusnya terlebih dahulu adalah melindungi Hibiki bukan kepada mata-mata atau pengkhianat Dartania. Dia lupa kalau Dartania bukanlah kerajaan yang aman, apalagi dengan para Assassin yang berbeda-beda fraksinya.

"Bagaimana keadaan Profesor Hibiki?" tanya Ken kepada penjaga.

"Dia baik-baik saja tidak ada masalah apapun, kami baru saja mengeceknya," jawab salah satunya.

"Aku ingin bicara dengannya, terserah mau bagaimana yang terpenting aku ingin berbicara dengan dia, kumohon," pinta Ken.

Melihat ekspresi Ken yang seperti sangat tergesa-gesa entah keajaiban dari mana, pengawal itu mempersilahkan Ken masuk menemui Hibiki.

"Hibiki!" teriak Ken mencari kamarnya.

"Black Tiger." Mendengar suara Hibiki, Ken langsung menemukan kamarnya.

"Ada apa?" tanya Hibiki ikut panik.

"Kau tak apa-apa?" Meski agak bingung Hibiki menjawab tidak apa-apa, tetapi Hibiki merasa ada hal yang telah diketahui oleh Ken, untungnya Ken sedikit mengetahui bahasa Jepang berkat pengalamannya menjadi Hunter di distrik Ishayama.

"Berhati-hatilah, tidak ada yang benar-benar murni di Dartania," peringat Hibiki.

"Aku tak punya waktu untuk itu, berikan aku namanya?!" teriak Ken.

Hibiki terkejut, dugaannya benar kalau Ken memang sudah mengetahui  penyusup di Dartania. Sayangnya, Hibiki tak bisa mengatakannya, dia tidak tahu apa yang akan terjadi jika dia mengatakan kebenaran tentang apa yang terjadi nantinya. "Black Tiger, maafkan aku." Hanya itu yang bisa dia katakan, kenyataan pahitnya adalah Hibiki harus tetap menyimpan kebenaran demi keselamatan negerinya ini.

Ken yang menyadari kesulitan yang dirasakan Hibiki dalam mengambil keputusan berusaha kembali membujuk Hibiki tetapi ada sebuah keributan di luar sana bahkan 
sedikit mengguncang bangunan ini. "Apa itu?!" Tanpa menjawab pertanyaan Hibiki, Ken segera berlari mencari asal suara tersebut. Beberapa kali Ken juga mendengar suara ledakan, apa itu serangan dari pihak Assassin lain? Gila saja jika mereka menyerang di wilayah yang cukup dekat dengan kastil Dartania. Kotaro Toriyama berdiri tepat di dekat bekas ledakan tersebut, matanya memancarkan amarah.

"Ledakan dari mana itu?" tanya Ken kepada Sa'ad

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Ledakan dari mana itu?" tanya Ken kepada Sa'ad.

"Anak-anak," jawab Sa'ad yang tak bisa berkata-kata lagi, dirinya terdiam sama halnya dengan penjaga Dartania.

Pikiran Ken langsung berpikir dengan cepat terhadap kondisi saat ini, berarti bisa dikatakan ledakan lain tempat tadi dilakukan oleh anak-anak Dartania. Ken dengan cepat menyadarkan semua Assassin disana. "Semuanya jangan terlalu larut dalam kesedihan kalian! Toriyama, Sa'ad kalian jaga tempat ini, mereka ingin membunuh Hibiki!" Mendengar teriakan Ken mereka semua tersadar dan mulai berpencar satu sama lain. Ken berlari kencang mencari keberadaan Luna, dia takut nantinya gadis itu dengan jelas melihat anak-anak yang meledakkan diri mereka.

Distopia [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang