Chapter 2 Perang gurun II

4 1 0
                                        


Para raja dari setiap kerajaan bahkan termasuk Sultan Umar saling bertatapan melalui layar hologram mereka. Meski secara virtual entah mengapa udara ketegangan sangat terasa, apalagi melihat wajah Arthur Westernia yang sangat murka.

"Apa maksudnya ini Sultan Dartania?" tanyanya dingin

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Apa maksudnya ini Sultan Dartania?" tanyanya dingin.

"Pertanyaan konyol, tentu saja aku ingin mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku," jawab Sultan Umar dengan tenang.

"Bagaimana bisa kau mengatakan itu milikmu setelah apa yang kau lakukan dulu dan ingatlah! Perjanjian saat itu kalau tambang itu sudah menjadi milik ketiga kerajaan," ucap Raja Arthur dengan tegas.

"Dan sejak kapan aku menyetujui kalian? Lagi pula aku tak pernah mengatakan kami benar-benar menyimpan senjata pembantai massal, tetapi kalian dengan mudahnya dipengaruhi oleh teroris-teroris South Empire, bodoh sekali," hardik Sultan Umar dengan sadisnya.

"Jaga ucapanmu, kami melihat dengan mata kepala kami sendiri kau menyimpan senjata maut itu!" bentak Raja Yin Tae Joon.

"Kalian benar-benar mirip seperti boneka, kalian dipermainkan oleh 'mereka' bahkan fitnah seperti itu sangat mudah kalian percayai," ucap Sultan Umar berusaha tenang meski emosinya benar-benar sudah tidak tertahan, rasanya selama ini ketika menerima fitnah dari para penguasa lain tidak membuatnya terbiasa sampai sekarang.

"Raja North Kingdom jika ada yang ingin Anda sampaikan katakanlah," ucap Raja Arthur yang diam-diam melirik Raja Mikhail.

"Hah aku? Yah aku tak begitu peduli dengan urusan ini karena terlalu ikut campur urusan luar kerajaan. Tetapi aku bisa ikut campur jika suatu kerajaan bisa menjadi ancaman suatu saat nanti bagi kerajaanku..." Raja Mikhail memperbaiki posisi duduknya yang tadinya seperti orang malas tiba-tiba saja serius menatap layar hologramnya, "...contoh seperti South Empire, sebab itu aku tak begitu mengurusi urusan Dartania yang menyerang tambang milik kalian yang secara tak langsung hasil tambang itu menambah kekuatan South Empire."

"Raja Mikhail, Anda begitu tak berperikemanusiaan membiarkan kerajaan seperti mereka menjadi miskin terus-menerus

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Raja Mikhail, Anda begitu tak berperikemanusiaan membiarkan kerajaan seperti mereka menjadi miskin terus-menerus. Secara tak langsung Anda benar-benar ekstrimis kapitalis," tuduh Raja Yin Tae Joon.

Distopia [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang