Brukkk
Ken meringis kesakitan karena bantingan keras dari Rafael, tak ada waktu untuk merasakan rasa sakit itu, Ken segera bergerak cepat berdiri lalu kembali menyerang Rafael. Tubuh Rafael yang tinggi membuat Ken benar-benar kesulitan menyerangnya, apalagi keduanya sama-sama menggunakan pistol untuk saling menembak.
Sling!
Ini bukanlah tentang siapa prajurit sejati karena Ken sadar dia bukanlah seorang prajurit tetapi pembunuh. Dengan liciknya dia mengeluarkan pisau karambitnya saat berada di jarak yang cukup dekat dengan Rafael. Namun, usaha Ken sia-sia, Rafael memukulnya sangat keras lalu mengambil karambit miliknya.
"Aku ambil ini," ucapnya lalu membanting Ken sampai terdengar suara hantaman.
Ken meringis kesakitan. Dia segera bangkit menodongkan pistolnya kepada Rafael tetapi Rafael datang dan memijak tangannya yang memegang pistol.
Rafael menatap Ken datar lalu beralih menatap karambit milik Ken. "Selain dijuluki pemburu paling mengerikan dari Ishayama, kau juga terkenal dengan gaya pembunuhan 'Old School', benar?" tanya Rafael.
"Apa aku harus menjawabnya?" tanya Ken balik sambil menahan sakit di tangannya yang diinjak Rafael.
"Dunia terlalu sempit ya, aku yang bersekutu dengan Cyber Crime, tak menyangka bakalan berjumpa lagi dengan Ezio. Tetapi bukan sebagai saudara lagi, justru sebagai musuh," ucapnya.
"Dunia terlalu sempit, aku dari dulu ingin menemukan pacar yang cantik tapi justru melihat wajah menjijikkanmu lagi," ejek Ken yang dihadiahkan injakan lebih keras dari Rafael. "Relax, brother. Aku sudah dibawahmu."
"Seharusnya organisasi kejam itu berakhir lebih cepat. Lihatlah, kita dibesarkan hanya untuk saling membunuh pada akhirnya."
"Kau serius ingin curhat? Tak bisakah kau akhiri ini lebih cepat?" tanya Ken sinis membuat Rafael menatapnya kesal. Adik kecil mereka ini sudah sangat hebat dalam berbicara sepertinya.
"Sepertinya menjadi sosok pembunuh kejam membuatmu tidak takut dengan kematian ya, Malchik," ucap Rafael.
"Maaf, tapi maksudku kaulah yang akan di akhiri...Ledakan!" teriak Ken seketika membuat karambitnya yang ditangan Rafael meledak.
***
"Pembicaraan seperti ini tidak akan menghasilkan apapun, aku tak peduli dengan keputusan kalian, aku akan tetap melakukan penyerangan!" tegas Sultan Umar menatap tajam layar.
"Keputusan egoismu membuat perang tak akan terelakkan, Sultan!" bantah Raja Arthur.
"Egois? Bahkan jika kau membantu pun aku tak akan menarik pasukanku sampai tambang itu kembali jadi milik Dartania," ucap Sultan Umar.
"Kita harus memilih jalan tengah untuk situasi seperti ini, jalan untuk kedua pihak," ucap Raja Mikhail. Dia tahu keduanya pasti akan terus berseteru sampai ada pihak yang benar hancur. Dia juga mengawasi agar East Land tidak ikut campur dengan masalah ini.
Para petinggi kerajaan terdiam memikirkan jalan tengah. Mereka bingung langkah apa yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan ini. Namun, tak sampai 10 menit lebih, Narong datang membisikkan sesuatu yang membuat Raja Mikhail melotot terkejut. Dia segera menatap tajam Raja Arthur lalu beralih menatap Sultan Umar.
***
Ken baru saja mengirim pesan kalau bagian bawah tambang sudah aman. Pasukan Toriyama dan Zhuge Lie bergabung masuk ke dalam tambang. Mereka berhasil menemukan para tahanan yang ternyata berada di dasar tambang bersama alat-alat berat mereka. Kondisi mereka benar-benar memprihatinkan, Toriyama yang melihat itu benar-benar merasa geram.
KAMU SEDANG MEMBACA
Distopia [On Going]
Fiksi Ilmiah[INI ADALAH NOVEL DENGAN ILUSTRASI] [BANYAK MENGAMBIL INSPIRASI DARI PROBLEMATIKA DUNIA NYATA] Berlatar di bumi tahun 2083 setelah perang dunia 4 berakhir, Distrik Ishayama adalah tempat terjadinya bencana nuklir yang gagal antara proyek kerajaan We...
![Distopia [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/275403991-64-k326009.jpg)