Chapter 2 Duka

5 0 0
                                        


Dartania. Kerajaan yang sedang mengalami distopia mengerikan ini kembali mendapatkan musibah. Seluruh wilayah Dartania menangis menatap makam yang cukup sederhana itu. Kematian massal sebenarnya bukanlah hal yang baru di kerajaan ini, tetapi air mata yang jatuh selalu ada, mereka tetap tidak terbiasa dengan ini. Masa depan suatu kerajaan adalah anak-anaknya, membunuh anak-anaknya akan meruntuhkan kerajaan tersebut.

Seorang ibu menangis histeris memeluk kayu yang menjadi nisan anaknya. 'Marsha Alexandra' adalah anak yang dengan beraninya menjauhkan temannya yang ingin meledakkan diri agar tidak mengenai teman-temannya yang lain. Entah seperti apa perasaan orang tuanya, apakah bangga? Sedih? Hanya beliau dan Tuhan yang tahu. Pahlawan telah lahir sekaligus pahlawan telah mati. Para Assassin dan penduduk Dartania berderet ramai memandangi kuburan yang terus bertambah itu dengan rasa sakit di dada mereka.

 Para Assassin dan penduduk Dartania berderet ramai memandangi kuburan yang terus bertambah itu dengan rasa sakit di dada mereka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sa'ad

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sa'ad

Nelson

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Nelson

Nelson

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Distopia [On Going]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang