"Hallo anak manis, boleh tidak tante berkenalan?" Reza yang mendengar itu langsung menoleh pada Gita yang masih sama dengan senyuman nya.
Reza mengulurkan tangannya kemudian menunjuk dirinya menggunakan telunjuk kirinya. "Ini rezalio" Gita yang mendengar langsung mengangguk.
Gita menerima uluran tangan manis itu, hatinya menghangat. "Tante Gita, reza boleh panggil tante bunda biar sama kaya yang lain" ucap Gita. Reza mengangguk kemudian tersenyum.
Rafael, Geldan, Hiro dan Zia sudah meninggalkan ruang tengah sejak tadi juga. Jadi yang tersisa adalah Asgar, Gita dan Reza.
"Sini bunda gendong." ucap Gita, Reza langsung merentangkan tangannya. Kini si kecil sudah berada di gendongan wanita yang ingin di panggil bunda.
"Asgar, ikut kami keruang makan" ucap Gita. Asgar mengangguk tapi ia pamit untuk membawa barang nya terlebih dahulu.
Gita menggendong Reza dengan sangat hati - hati, membawa tubuh sang anak kecil untuk menuju ruang makan. Di perjalanan Reza melihat pajangan - pajangan yang terpampang jelas di dinding Mansion ini.
"Bunda boleh turunin eja sebentar?" tanya Reza. Gita langsung menurunkan Reza. Sang anak mendekati dinding yang menampilkan foto - foto Zia, foto keluarga dari kecil hingga sekarang.
Reza mengusap foto Zia yang masih bayi dan foto keluarga. Ia berkaca - kaca. "Reza kenapa?" tanya Gita.
Reza menunjuk foto Zia yang sekitaran berusia 3 tahun. "Eja kira itu eja hihi..."
"Foto keluarga itu kaya gini ya?" ucap Reza sambil tersenyum...
"Eja mau foto keluarga, tapi eja cuman punya om asgar aja" sambungnya.
Gita yang mendengar itu hanya bisa menatap tanpa mengomentari.
"Kalau foto keluarga itu harus ada bapak dan ibu ya? Eja mau difoto sama kaya kakak cantik" ucap Reza pada Gita. Gita yang mendengar itu hanya menunduk menatap jari jari kakinya. Ia sangat malu untuk menjawab.
"Bunda mau foto keluarga gak? Sama eja, sama om Asgar" ucap Reza mengajak. Gita yang mendengar itu langsung membawa Reza ke pelukan nya.
"Bunda mau nak, nanti kita foto keluarga sama daddy, sama abang dan sama yang lain ya?" ucap Gita memberikan pengertian.. Reza mengangguk kemudian membalas dengan anggukan.
Akhirnya Gita dan Reza sampai di ruang makan. Reza duduk di kursi dekat dengan Geldan dan Gita. Geldan tersenyum gemas pada Reza.
"Mau makan sama apa dek?" tanya Geldan, Reza yang melihat makanan yang seperti nya keliatan enak itu.
"Gak ada nasi goreng?" walaupun menatap binar makanan yang tersedia, ia tetap merindukan nasi goreng kecap manis buatan Asgar..
"Engga ada sayang, ada nya ini atau mau di buatkan dulu?" tanya Gita. Reza menggelengkan kepalanya.
"Engga usah bunda, eja mam itu aja ayam hehe" ucap Reza dengan senyuman manis nya. Ia menyodorkan piring nya kepada Geldan.
Geldan tersenyum, kemudian menerima piring yang di sodorkan Reza. Geldan menyendokan nasi kemudian mengambil paha ayam yang berukuran sedang. Setelah itu ia memberikan piring itu kepada Reza.
"Terimakasih" ucap Reza dengan senyuman manisnya.
#TBC
Hallo hallo jangan lupa komen nya!
Akhdan juga mengundang sobat akhdan lainnya untuk bergabung ke saluran Akhdan yaa!
https://whatsapp.com/channel/0029Vak1pwqKAwEfxJ9Ig90n
KAMU SEDANG MEMBACA
Rezalio world
Teen Fiction[SEBELUM BACA SILAHKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU] Rezalio anak yang tidak tahu akan keluarganya, sejak kecil ia memang ditinggalkan bersama seseorang yang katanya kepercayaan keluarganya. Belasan taun ia bersama Asgar sang pengawal sekaligus baby si...
