Pagi harinya Reza terbangun dan melihat sekeliling. Sepi hanya ada dirinya sendiri. Reza terkekeh kecil kala menyadari bahwa setiap orang akan menghilang ketika ia terbangun dari tidurnya. Reza merindukan Asgar.
Ia sangat kehilangan sosok Asgar, dengan malas ia keluar kamar dan menatap sekeliling bahwa rumah nya sudah rapih. Ia ke meja makan dan mengambil sepotong roti kemudian ia berikan topping susu kental manis rasa coklat.
Selesai mengisi perutnya Reza pergi ke ruang tamu dan menyalakan TV. Reza terbaring di depan TV sesekali ia menggunakan remote untuk memindahkan channel TV.
Setelah itu Reza kembali tertidur siang. Kegiatan nya sekarang hanya makan - minum - tidur.
•
•
•
Sementara di tempat lain.
"Aku ingin dia kembali!" Zelina berbicara mantap dengan sang suami mengenai anak bungsu mereka.
"Apa maksudnya?" tanya Findra yang bingung dengan permintaan istrinya.
"Aku ingin Reza tinggal disini!" bentak nya. Findra menghela nafasnya. Ia menatap datar istrinya yang tiba - tiba meminta permintaan yang sangat mustahil ia kabulkan.
"Setelah semua yang terjadi kamu ingin dia kembali?" tanya Findra memastikan.
"Aku — aku merasa dia tidak baik - baik saja" ucap Zelina jujur, ia tak tahan dengan perasaan nya sendiri.
Findra menghela kembali nafasnya, terasa berat. "Kamu tau, ini akan sulit" ucap Findra dengan tulus.
"Kau membencinya?" tanya Zelina. Findra terdiam, ia bahkan tidak tahu dengan apa yang terjadi dengan nya.
"Aku,"
"Tidak pernah membencinya" ucap Findra jujur kepada Zelina. Tapi kenapa semua perlakuan Findra sangat menunjukkan bahwa ia adalah orang yang paling membenci Reza.
"Bawa dia kesini, aku mohon .... Aku ingin perbaiki semuanya .... " Zelina meminta dengan sepenuh hatinya. Ia tak kuat menahan perasaannya selama ini. Setelah itu Zelina keluar dari ruang kerja suaminya. Sedangkan Findra terdiam dan mengacak - acak rambutnya frustasi.
Seperti ia akan mengumpulkan pecahan kaca yang sudah lama hancur berkeping - keping. Findra membuka lacinya. Nampak foto kedua bayi kecil dengan wajah yang memerah.
"Maaf"
"Daddy tidak bisa bahagiakan kamu seperti teman - teman. Maaf harus terlahir jadi anak daddy" ujar Findra. Sambil mengusap wajah Reza kecil.
Findra tidak yakin jika Reza akan menerima keluarganya kembali. Tapi demi memenuhi permintaan Zelina ia akan berusaha mengumpulkan pecahan kaca yang sudah hancur.
Findra merasa menyesal sekarang. Findra bangkit dan mengambil kunci mobilnya. Ia akan menemui Reza sekarang.
•
•
•
Reza melamun di depan jendela kamarnya, sudah sekitar semingguan ia tidak pergi keluar. Menunggu Asgar dari dalam rumah nya, berharap sosok tegas itu muncul dan membawanya pergi bersamanya.
Tak lama dari kejauhan ada mobil berwarna putih terparkir di depan area rumahnya. Dengan penasaran Reza membukakan pintu rumahnya, tidak menaruh kecurigaan siapa yang datang.
Setelah itu, keluarlah sosok Findra dengan stelan jas nya. Mata Reza dan Findra saling bersitatap. Nafas Reza tercekat kecil saat langkah besar itu mendekat ke arahnya. Dengan susah payah Reza langsung ingin menutup pintu, tapi Findra sudah di depannya, menahan kedua lengannya.
Reza menatap Findra dengan berkaca - kaca. Findra mensejajarkan tinggi tubuh nya dengan Reza. Setelah itu...
Plak
Reza menampar pipi Findra dengan tangan kecilnya. Findra tak bergeming, walaupun ada rasa perih yang ia rasakan tapi itu tak seberapa.
"Jahat!" bentak Reza meninggikan suaranya.
"Maaf" Reza terdiam saat Findra malah meminta maaf.
Reza meneteskan airmatanya. Ia mulai terisak di depan Findra. Antara malu dan takut. Findra membawa Reza kedalam dekapannya.
Tangan Findra menepuk - nepuk punggung Reza, menyalurkan ketenangan. Tidak ada yang membuka suara. Ini adalah pelukan mereka setelah 15 tahun lamanya.
Reza memeluk Findra balik, menenggelamkan wajahnya kedalam dada bidang Findra. Menangis kencang karena perasaan nya yang membuncah.
Setelah tangisan Reza mereda, Findra langsung menggendong Reza dan membawa nya masuk kedalam. Reza duduk di pangkuan Findra. Dirinya terdiam tak membantah perlakuan Findra.
"Daddy minta maaf" ucap Findra dengan tulus.
Reza mengerucutkan bibirnya lucu. Menatap Findra dari dekat. Entah perasaan apa yang Reza rasakan sekarang. Senang - sedih terasa sama.
"Eja mau ketemu om Asgar" ucap Reza memberanikan dirinya.
"Ikutlah bersamaku untuk tinggal bersama" jawab Findra. Mungkin ini jalan nya.
#TBC
30 komentar ✅
Next 40 komentar untuk membuka chapter selanjutnya.
*Spam komen di setiap paragraf juga gapapa guys.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rezalio world
Jugendliteratur[SEBELUM BACA SILAHKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU] Rezalio anak yang tidak tahu akan keluarganya, sejak kecil ia memang ditinggalkan bersama seseorang yang katanya kepercayaan keluarganya. Belasan taun ia bersama Asgar sang pengawal sekaligus baby si...
