Malam harinya Reza sudah bersiap untuk makan malam, ia mengenakan stelan hijau dengan perpaduan kulitnya yang pas. Asgar berada di dapur dengan apron yang menutupi tubuhnya.
Reza tersenyum, kemudian memeluk Asgar dari samping. Asgar tersenyum tipis kemudian mengangkat Reza kedalam gendongan. Akhirnya Asgar memasak dengan Reza yang di gendong menyamping..
Reza menyandarkan kepalanya di bahu Asgar, melihat om Asgar yang membulak balikan nasi goreng di wajan. Reza merasa hawa sedih yang keluar dari Asgar.
Setelah masak selesai, Asgar mendudukkan Reza di kursi dan menyiapkan nasi goreng. Selesai dengan makan malam. Asgar memulai pembicaraan.
"Ada sesuatu yang ingin om katakan" ucap Asgar dengan tegas. Reza mengangguk.
"Majikan om mewajibkan semua bodyguard untuk tinggal di Mansion."
"Itu artinya om akan tinggal disana selama tugas"
Reza terdiam sejenak, mencerna cerita dari om Asgar nya ini. Kemudian ia tersenyum.
"Pada akhirnya aku akan selalu di tinggalkan?" ucap Reza.
"Om asgar, reza aman kok dirumah sendirian eja bisaa" ucapnya meyakinkan Asgar bahwa ia akan baik - baik saja.
"Om akan berusaha buat batalin kontrak ya dek, nanti om cari kerjaan lain" ucap Asgar. Reza menggelengkan kepalanya.
"Eja tau kalau batalin kontrak itu akan kena denda, emang om asgar bisa bayarnya? gapapa om, eja ini bukan siapa - siapanya om jadi gapapa" ujarnya.
"Om kapan berangkat nya?" tanya Reza..
Asgar menghela nafasnya ada rasa tidak enak di dalam hatinya, dengan sedih ia menjawab pertanyaan di kecil "malam ini" Reza mengangguk kemudian ia turun dan langsung memeluk Asgar dengan erat..
"Om makasih ya udah rawat eja" ucap Reza dengan pelan. Asgar meneteskan air matanya. Ia sangat merasa menyesal karena harus meninggalkan anak manis seperti Reza.
•
•
•
Di malam harinya Reza membantu Asgar memasukan barang - barang bawaan yang nantinya di perlukan, dengan perasaan sedih.
"Sudah selesai" ucap Asgar. Reza mengangguk kecil.
"Adek, jaga diri baik baik ya? Om usahakan untuk izin ketika hari libur" Reza yang mendengar hanya mengangguk pasrah.
"Eja bakal kangen sama om" ucap Reza kemudian memeluk Asgar dengan erat. Asgar menerima pelukan hangat itu.
Seperti pelukan terakhir.
Kemudian Reza melepaskan pelukannya, Asgar masuk kedalam mobil. Perpisahan singkat antara Asgar dan Reza yang sudah tinggal bersama selama 15 tahun.
Asgar melambaikan tangannya tanda perpisahan.
Kaki kecil Reza berjalan ke arah rumah yang sepi. Hanya ada dia sekarang, air matanya keluar begitu saja. Ia merasakan sepi dan sedih di waktu yang bersamaan. Mengunci pintu kemudian berlari kearah kamar.
Di dalam kamar Reza membalut tumbuh nya menggunakan selimut tebal. Menangis dalam keadaan sepi dan diam.
"Om asgar, eja takut sendirian...."
•
•
•
Suara petir mulai terdengar, malam ini Reza harus melawan petir dan suara hujan sendirian. Bukan nya memang Reza selalu sendirian ya? Walaupun Asgar di belakang, ia tetap sendirian untuk melawan dunia yang kejam.
"Hiks hiks tolong"
Tubuhnya bergetar hebat, mata nya tak terpejam untuk kunjung beristirahat. Hatinya bergemuruh seperti petir yang berada diluar, hujan semakin deras dengan suara tangisan Reza yang melengking.
"Hatchim"
"Hikss om asgarr"
"Hiks hikss tolongin ejaa"
"Om asgarr huaaaa"
"E - eja takut"
Reza terus memanggil Asgar, berdoa ada keajaiban agar seseorang datang untuk menolong nya. Ia tak suka sendirian, ia ingin teman, ia ingin perlindungan.
Hingga sampai Reza kelelahan menangis ia baru bisa tertidur, selamat Reza kamu melewati malam yang panjang sendirian.
#TBC
Komen biar di lanjut, join ch dm di ig or tiktok ya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rezalio world
Ficção Adolescente[SEBELUM BACA SILAHKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU] Rezalio anak yang tidak tahu akan keluarganya, sejak kecil ia memang ditinggalkan bersama seseorang yang katanya kepercayaan keluarganya. Belasan taun ia bersama Asgar sang pengawal sekaligus baby si...
