25. Kertas Origami

6.9K 413 48
                                        

Sudah 3 hari semenjak kepulangan Reza ke Mansion ia merasakan kesepian. Keluarganya sibuk dengan urusan masing - masing membuat Reza selalu bermain dengan Asgar di belakang Mansion.

Ia dengar dari maid ataupun bawahan Findra, bahwa Tuan Besar yakni ayah dari papa nya akan tiba ke Mansion. Reza hanya diam tak tahu harus berekspresi apa, toh dia tidak tahu harus bagaimana.

Bukan tidak tahu, tapi Reza tidak kenal.

Pagi ini Reza sarapan sendirian, mungkin ini akan menjadi kebiasaan yang baru? Reza berfikir apakah anggota keluarganya sudah berpindah Mansion dan tidak mengajaknya?

Reza menepis semua pemikiran itu, bagaimana mungkin dan tega mereka melakukannya. Reza? Kamu engga lupakan kamu di asing kan selama 15 tahun?

"Eja selesai" monolognya ia berlari kebelakang Mansion dan melihat Asgar yang sedang duduk sambil menikmati kopi bersama rekan bodyguard yang lain..

"Adek sini" panggil Asgar yang menatap Reza di ujung pintu belakang Mansion. Langkah kecilnya menuju Asgar dengan takut.

"Ayah... Sepi" ucap nya, Asgar hanya mengangguk. Kemudian memeluk Reza dengan erat.

"Kan ada ayah jadi ngga sepi lagi" ucap Asgar menenangkan. Reza hanya mengangguk kecil.

"Hari ini ayah nya tuan besar akan pulang ke Mansion" ucap Asgar. Reza mengangguk kecil kemudian menjawab.

"Eja gak kenal" Asgar terkekeh, iya juga.

"Adek gak mau siapin sesuatu untuk nyambut kepulangan nya?" tanya Asgar kembali, Reza melepaskan pelukannya. "Hmm eja bingung 😕"

Asgar yang terkekeh memeluk Reza dengan erat, "yuk ke dalem ayah bantu bikin sesuatu" ajak Asgar, Reza mengangguk ceria. Sudah lama rasanya Reza tak seceria ini.

'tolong untuk tetap ceria ya nak..."

Setelah Reza dan Asgar masuk para kawan bodyguard Asgar hanya tersenyum.

"Mereka kaya sepasang ayah dan anak ya" komentar salah satu orang yang disana.

"Karena tuan kecil di urus nya sama si Asgar jadi wajar kalau hubungan mereka seerat itu" timpalnya.

"Bukan itu, tapi gua rasa ada sesuatu yang mereka buat bisa kaya gitu, maksud gua mereka terlihat kaya saudara?" ucap seseorang dengan prespektif nya.

"Saudara apaan anjr! Asgar kakak tuan kecil gitu?" tanya seseorang dengan penasaran. Sepertinya ia suka kompirasi ini.

"Gak gitu kocak! Kejauhan itu mikir nya" jawabnya.

"Terus gimana?" tanya nya kembali.

"Kaya semisalnya Asgar tuh om nya tuan kecil kan bisa" jawabnya.

Iya juga ya... Walaupun kedengaran nya seperti tak mungkin kita gak tau kan kenyataan nya bagaimana?






Sekarang Reza sudah duduk di karpet berbulu yang tersedia diruang tengah. Bersama Asgar dan origami yang entah Asgar dapatkan darimana..

"Nah adek coba buat origami nya sesuaikan dengan yang di petunjuk" Reza mengangguk, anak itu cukup serius saat melipat - lipat kertas.

"Di lipet nya ke kiri lho dek" peringat Asgar yang melihat Reza melipat kertas semaunya.

"Adek gini lho! Liat ayah contohnya" peringat Asgar kembali. Reza yang mendengar hanya mengangguk - ngangguk.

Sudah 1 jam lamanya Reza dan Asgar bergelut dengan origami yang anehnya tidak habis - habis itu kertas warna warni cimit lucu. Selama satu jam itu juga Asgar selalu memperingati bagaimana cara melipat kertas dengan benar. Dan Reza yang selalu mendengus tidak mendengarkan.

"Adek lho ayah bilang gini ya gini contohnya" Asgar gemas sekaligus kesal dengan Reza yang sedari tadi tidak mendengarkan nya.

"Ini udah kaya gini" balas Reza tak mau kalah. Reza juga bosan mendengar Asgar yang mengomel terus menerus.

Hingga akhirnya Reza melempar kertas origami yang tadi sedang ia lipat.

"Ah susah ah eja capek!" kesal nya.

Reza berdiri kemudian menghentakkan kakinya menandakan bahwa ia kesal.

"HUWAAAAAAAAAA"

"Ada apa ini?"














#TBC

Kalian lama banget Akhdan gatel pengen up.

35 komen Akhdan lanjut 🤬🤬🤬

Spesial update for bubbyraaa

Rezalio world Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang