21. Reza with siblings

10.6K 560 54
                                        

Sekarang Reza sedang duduk di tengah - tengah Rafa dan Zia. Bangun tidur tadi ia memang ditinggal berdua dengan Zelina. Tapi tak lama kemudian datang kedua saudara nya.

Reza terlihat sangat kecil jika berada di tengah - tengah Rafa dan Zia. Walaupun Zia wanita ia memiliki postur tubuh tinggi dan dewasa. Berbeda dengan Reza kembaran nya yang kecil, cimit cimut, lucu.

"Mamaa" cicit Reza. Zelina hanya tersenyum sepertinya bayi ini masih ketakutan jika berada di dekat saudara nya.

Zelina membawa tubuh Reza untuk duduk di pangkuan nya. "Kalian yang lembut dong sama adek" Rafa dan Zia saling menatap. Selama mereka di besarkan dengan keheningan sekarang mommy mereka berbicara dengan lembut? Ajaib.

Rafa mengehela nafasnya, ia sangat ingin dekat adik kecilnya itu. Sedangkan Zia memilih membuka ponselnya dan mengirimkan pesan bodyguard nya.

Rafa bangkit dari duduknya, ia duduk di atas karpet dimana ada Zelina dan Reza yang duduk diatas kursi. Rafa mendekat perlahan. Ia tersenyum tipis, walaupun kelihatan aneh?

"Hai" Zia yang melihat itu menghentakkan kakinya. Ia bangkit dan pergi keluar.

Sedangkan Reza mempererat pelukannya. Menenggelamkan wajahnya kepada dada sang mama. Reza menduselkan wajahnya. Ia memegangi Zelina dengan kencang.

"Udah lah bang nanti ajaa, adek nya lagi cranky" ucap Zelina mengusap punggung Reza.

Rafa hanya mengangguk. Ia memilih diam walaupun tetap di sekitar Reza. Tak lama Zia datang membawa beberapa Tote bag yang bermotif biru laut..

"Eh dek lihat kakak bawa apa tuh" ucap Zelina berusaha membawa wajah Reza untuk keluar.

Karena penasaran Reza memalingkan wajahnya, melihat Zia dengan wajah tegas nan cantik nya tersenyum tipis kearahnya. Reza tersenyum tipis.

"Hai" sapa Zia, Reza mengangguk malu - malu. Membuat yang sedang menyaksikan itu merasa gemas pada Reza.

"Mau gak?" tanya Zia menyodorkan tote bag berukuran sedang kearah Reza. Reza hendak turun, kemudian mendekati Zia.

"Jadi siapa namamu?" tanya Zia, Reza mendongak perbedaan tinggi Zia dan Reza sangat kentara.

"Ejaa" cicitnya, Zia tersenyum ia membawa Reza kedalam pelukannya. Ternyata begini ya pelukan seorang kembaran.

"Aku Zia panggil kakak ya" ucap Zia. Reza mengangguk. Zia menoleh sambil mengejek kearah Rafa yang menatap nya datar. Kini ia menang satu langkah dibandingkan abangnya Rafa.

"Ini buat adek semoga suka ya" ucap Reza kemudian langsung membuka hadiahnya. Reza tersenyum-senyum malu.

"Buat eja?" cicit nya kembali, Zia tersenyum manis kembali. Reza turun dari pangkuan Zelina kemudian mendekat kearah Zia dan memeluk sang kembaran.

Perbedaan tubuh Zia dan Reza sangat jauh seperti Zia kakak nya walaupun memang benar. "Terima kasih" ucap Reza. Zia yang tak tahan dengan kegemasan Reza langsung memeluk balik dengan erat. Zia memangku Reza, Reza dengan gembira membuka semua hadiah yang di berikan dari Zia.

Itu adalah mainan yang sangat ia di idam - idamkan. Reza duduk anteng di pangkuan Zia. Sedangkan Zelina sudah kembali ke dapur untuk memasak makan malam.

Rafa yang memperhatikan itu merasa cemburu. "Adik kecil" panggil Rafa dengan lembut, Reza yang berada di posisi hati yang menyenangkan merentangkan tangannya kepada Rafa tanda ingin di gendong.

Rafa tersenyum tipis ia langsung membawa Reza kedalam gendongan koalanya. Reza menyandarkan kepalanya kepada Rafa, menduselkan wajahnya ke ceruk leher Rafa. Zia hanya terkekeh gemas.

Di dalam benaknya, kenapa daddy nya sangat tega menjauhkan pria manis ini dari jangkauan keluarga.

Setelah itu tiga saudara yang awalnya terpisah, mereka bermain bersama. Menghabiskan waktu sambil menunggu daddy pulang.

Rafa sebagai anak pertama sesekali merekam momen manis ini, Zia dan Reza benar - benar serasi. Reza juga merasa nyaman berada di dekat kedua saudara nya. Ternyata seperti ini rasanya.




Pukul lima sore, Findra sudah datang ke rumah Reza dengan membawakan sang anak banyak cemilan, ia baru mengetahui kalau dua anaknya yang lain berada di rumah Reza.

Reza yang melihat sosok "papa" nya itu langsung berlari dan memintanya untuk menggendong nya. Findra terkekeh, ia merasa bahagia kala Reza menganggapnya..

"Gimana hari ini sayang?" tanya Findra, Reza menoleh kemudian tersenyum malu.

"Ejaa main sama kakak sama Abang" cicitnya, Findra mengangguk kemudian membawa Reza ke kamarnya karena ia akan pergi mandi terlebih dahulu.

Zelina menghampiri kedua anaknya yang sedang duduk dan fokus kepada hp nya masing - masing.

"Mom kenapa reza gak ikut ke Mansion?" tanya Rafa. Zia juga ikut mengangguk.

"Adek butuh waktu untuk kembali ke Mansion, selama itu kita jaga adek dulu di rumah ini, gimana?" Rafa dan Zia yang mendengar itu hanya mengangguk kecil..

Sedangkan di kamar Reza duduk sambil menonton kartun yang diberikan Findra. Bocah itu terkadang terkekeh sendirian karena Findra sedang membersihkan tubuhnya.



#TBC

Akhdan masih bingung sama ending nya

Lebih suka akhdan kasih tantangan buat buka chapter selanjutnya atau mau tunggu akhdan update kalau mood?

Sambil tunggu jawaban mending komen sampai 45 komentar buat buka chapter selanjutnya!

Papayyy

Rezalio world Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang