19. Pelukan hangat

9.6K 537 61
                                        

Setelah mendengar permintaan Findra, sang empu langsung menggelengkan kepalanya. Reza menolak untuk kembali kesana. Menerima pahit yang tak kunjung manis .

Findra menatap wajah sang anak dengan sayu, tak ada keberanian untuk membentak Reza sekarang. Kini Findra telat menyesali semuanya.

"Ikut sama daddy ya? Kita tinggal bersama" Reza tetap menggelengkan kepalanya. Ia menolak nya kembali.

"Om asgarr" cicit Reza.

"Iya ada Asgar bersama kita di Mansion utama" ucap Findra, Reza menatap Findra dengan tatapan teduh.

Findra tersenyum. "Daddy tebus semua kesalahan daddy, Rezalio daddy ingin semuanya kembali, kalau eja belum siap gapapa... Daddy tunggu sampai eja siap"

Reza yang mendapat serangan itu hanya bisa menangis kencang. Takut untuk menerima, enggan untuk memulai. Rasanya ini terlalu tiba - tiba. Dalam tangisannya, Findra bersamanya. Menggumamkan kata maaf dan mengusap punggung Reza agar anak itu tenang.

"Sudah ya nangis nya? Nanti sakit" ucap Findra, Reza menoleh menatap Findra, matanya berkeliaran untuk mencari kebohongan agar dia tak percaya.

Tapi nihil, Findra malah menatapnya dengan tatapan yang sangat tulus yang ia punya. Reza memeluk Findra merasakan pelukan hangat dari sang ayah. Pelukan yang entah sampai kapan dia dapatkan.

Findra mendekap Reza dengan erat, nalurinya berkata untuk tidak melepaskan pelukannya. "Maaf adek" gumam Findra.

Reza bingung, haruskah ia menerima dengan cepat perubahan semuanya? Bolehkah ia menerima nya? Pantaskah mereka mendapatkan dirinya? Bukan nya ia sudah di buang? Dan kenapa harus di ambil kembali?

Reza yang kelelahan langsung tertidur di pelukan Findra. Namanya juga anak - anak mereka langsung melupakan hal yang sedang terjadi sekarang.

Findra membaringkan Reza di sofa. Wajahnya terus tersenyum, tapi di lubuk hatinya ia menyesali perbuatannya. Anak ini tak bersalah bahkan tak ada salah.

Reza sangat menggemaskan, imut dan lucu di hiasi mata yang selalu teduh. Findra mencium kedua pipi Reza. Ia berjanji akan menjadi sosok penolong untuk anaknya.

Tangannya mengambil hp miliknya kemudian mengetik pesan untuk istrinya, Zelina harus datang kemari membantunya mengurus Reza yang sepertinya akan terserang demam akibat banyak menangis.

Siang harinya, Zelina datang menggunakan mobil nya. Membawa beberapa perlengkapan bayi dan juga obat - obatan. Ia menatap sekeliling, ternyata ditempat ini Reza di besarkan.

Zelina melangkahkan kaki nya masuk, membuka pintu dan melihat Findra yang terduduk di sofa sambil mengelus - elus pungg Reza. Zelina mendekat, nafasnya memburu ada perasaan yang asing di hatinya tapi ia tak mengetahui bagaimana cara mengatasi permasalah ini.

"Reza?" cicit Zelina. Findra menoleh kemudian mengangguk, ia bangkit kemudian memeluk istrinya.

Zelina terisak, ia sangat menyesal. "Seminggu ini dia disini sendirian?" tanya Zelina, Findra mengangguk kecil dalam dekapan mereka.

"Kamu jahat Findra!" Findra mengangguk, Zelina menangis mereka berdua tak layak di panggil orang tua untuk Reza.

Selesai dengan itu Findra ke dapur untuk membereskan barang - barang Reza yang di bawa Zelina. Sementara Zelina, memperhatikan Reza yang tengah tertidur. Seperti bayi yang baru lahir, suci dan polos..

Reza mulai membuka matanya perlahan sambil menyesuaikan cahaya yang masuk, Zelina yang masih berada di dekatnya langsung tersenyum. Ia membawa Reza kedalam gendongan nya. Reza di gendong menyamping layaknya bayi yang baru lahir.

Zelina menciumi pipi Reza yang mulai berisi kembali. Reza yang merasa pergerakan nya di ganggu membuka matanya lebar. Pandangan mereka akhirnya bertemu.

Reza yang takut langsung menjerit. Ia turun dari gendongan Zelina dan terduduk dibawah. Zelina panik.

"Hey.. hey... Bayi" panggil Zelina lembut.

"Hikss hiksss" Reza masih menangis kencang. Zelina mengelus air mata Reza tapi tangan nya langsung di tepis oleh Reza.

Zelina terdiam mencerna reaksi tubuh sang anak jika didekatnya. Seolah Zelina adalah orang asing. Maaf jika berbicara fakta kamu memang orang asing Zelina.

Findra yang mendengar teriakan putra bungsunya langsung berlari ke ruang tengah. Melihat Reza yang sedang menangis sambil terduduk membuat Findra khawatir, sedangkan Zelina berusaha membujuk Reza.

"Adek" panggilan lembut itu di lontarkan Findra, yang biasanya membentak Reza kini entah kemana bentakan itu.

Reza menoleh kearah Findra ia langsung berlari kearah Findra. "Papa... hiksss" lirihnya. Findra langsung menggendong putranya, sambil menenangkan Reza yang terus menangis keras.

Reza kaget ada orang asing yang menggendong nya. Reza mulai tenang di gendongan Findra. Walaupun masih ada isakan nya sedikit.

"Adek kenapa nangis?" tanya Findra.

Reza menjawab sambil terisak ia menenggelamkan wajahnya di ceruk leher ayahnya. "Tante itu cium - cium, eja nangis takut" jujurnya.

"Itu mommy sayang"

"Istrinya daddy" sambung Findra.

"Tapi eja gak kenal, kata om asgar gak boleh cium - cium sembarangan."

Zelina dan Findra terdiam, Zelina merasa sakit hati ketikan ia dikatakan orang asing, padahal ia yang sudah melahirkan Reza. Sedangkan Findra hanya mengangguk paham, selama ini Asgar yang mendidik Reza, mengasihi dan melindungi. Jadi wajar jika panutan Reza adalah Asgar.




#TBC

Gak nyangka cepet banget 40 nya, akhdan lagi sakit jadi gak mantengin wp haha.

Tapi terimakasih ya guys.

Sekarang 45 vote untuk membuka chapter selanjutnya.

Sampai jumpa 🦸

Rezalio world Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang