31. Kewajiban papa.

6.1K 387 28
                                        

Saat Findra sudah kembali ia melihat Reza yang sedang melamun sendirian, ia juga tak melihat keberadaan Zelina. Mungkin dia sudah pergi.

Findra mendekat kembali pada Reza, ia tersenyum manis melihat Reza, membawa anaknya ke gendongan koala. Reza tersadar akan lamunan nya langsung memeluk Findra dengan erat.

Tolong jangan bosan pada Reza yang manja ya, ia hanya sudah tak sanggup lagi jika harus kembali dewasa.

"Bobo ya sayang, besok kita kan mau naik kereta" ucap Findra seraya mengelus punggung Reza. Findra membawa Reza pergi ke kamar.

Mereka masuk ke kamar Reza, Findra membaringkan tubuh Reza di ranjang nya, Findra duduk di samping Reza dan mengelus surai halus milik putranya.

"Gak usah papa" ucap Reza lemah, Findra mengerutkan keningnya bingung.

"G - gak semua keinginan eja harus terpenuhi" sambung Reza. Findra terdiam, Zelina yang tadi mengatakan itu, Findra ingat.

"Papa? Eja minta maaf ya sudah meminta ini itu ke papa, eja ngerepotin mama dan papa" sambung Reza membuat Findra benar benar terdiam.

"Sayang, dengarkan papa" Findra mulai membuka suara.

"Kamu itu anak papa, jelas kamu punya keinginan. Kewajiban papa untuk memenuhi semua keinginan nya adek, adek gak pernah ngerepotin papa, udah tugas papa untuk melindungi adek bukan?" ujar Findra menjelaskan.

Reza mengangguk kecil kemudian memeluk perut Findra dan menangis kecil. "Maafin mama ya tadi bicara gitu ke adek,"

"Papa gak tau nak mama kenapa"

Reza mengangguk kemudian mendongak. "Papa? Kalau semisalnya nanti eja dalam bahaya apa papa akan selamatkan eja?" Findra langsung mengangguk mantap.

"Tentu sayang"

"Kamu gak boleh mati, kamu harus tetep hidup"



















Beralih pada Hans yang sedang menyuapi Asgar ayam panggang sesuai keinginan Asgar. Sedangkan yang di suapi sibuk memilih dessert untuk nanti selesai makan.

"Buka mulut nya dek" ucap Hans, Asgar mengangguk dan membuka mulut nya. Tapi pandangan nya tidak beralih dari buku menu.

"Asgar mau yang ini ajaa" tunjuk Asgar ke buku menu yang menampilkan pudding coklat dengan topping ice cream vanilla di atasnya.

Hans tersenyum kemudian mengangguk setuju, tak lama pelayan datang dan mencatat kembali pesanan Asgar. Asgar tersenyum, Hans hanya menggelengkan kepalanya kemudian menyuapi Asgar kembali.

Asgar sendiri menerima suapan ayam panggang yang lezat dan gurih serta manis. Selesai makan pesanan Asgar tiba. Asgar langsung melahap ice cream nya di depan Hans.

Sedangkan Hans memilih untuk membuka pekerjaan sebentar, mereka terlihat seperti seorang ayah dan anak sungguhan, Hans yang sibuk membuka file pekerjaan dan Asgar yang anteng memakan ice cream.

Tak lama telfon masuk dari Smartphone milik Hans. Melihat nama yang tertera itu adalah Findra, Hans mengangkat nya belum juga berbicara Findra mengalihkan jadi mode video call.

Terpampang jelas wajah Reza yang memerah bak tomat, sepertinya anak itu selesai menangis pikir Hans.

"Kakek?" di ujung sana Reza berteriak.

Asgar menolehkan wajahnya menatap Hans yang sedang tersenyum kearah layar Smartphone. Hans yang peka mengalihkan layar Smartphone kepada Asgar.

Asgar langsung tersenyum melihat Reza, "Ayah!"  sapa Reza kala melihat Asgar di layar.

"Adek udah makan?" tanya Asgar dengan lembut, di layar sana Reza mengangguk kecil kemudian tersenyum.

"Besok eja mau naik kereta api sama papa" ucap Reza, seperti melaporkan kegiatan apa saja yang akan Reza lakukan.

Asgar mengangguk kecil "Benarkah? Hati hati yaa harus menuruti ke papa jangan bandel dan rewel" ucap Asgar menasehati. Reza kecil pun mengangguk bahagia.

"Ayah pulang nya jangan lama lama, eja kangen"

"Kakek! Jagain ayah ya!"

"Iya sayang" ucap Hans. Setelah itu video call di akhiri. Hans tau siapa pelakunya. Findra, dia masih marah kepada Hans.

"Ini tuan" ucap Asgar memberikan Smartphone milik Hans.

Hans mengangguk kemudian mengambil ponselnya. "Mau di habisin gak pudding nya?" tanya Hans karena melihat Asgar yang hanya memakan ice cream nya saja.

Asgar menggelengkan kepalanya. "Udah kenyang" Hans mengangguk.

Kemudian tak lama pelayan datang membawa bill, Hans melakukan pembayaran terlebih dahulu kemudian mengajak Asgar untuk pergi ke Mansion nya yang berada di German.

Tak lupa juga Hans mengabari pengawal pribadinya yang berada di Indonesia.

Rey

Tolong kosongkan stasiun kereta api untuk besok. Cucu bungsu saya akan berkunjung untuk naik kereta api, pastikan semuanya aman dan nyaman, siapkan pengawasan yang ekstra juga jangan lupa.||


















Beralih ke rumah sakit.

Zelina kini sedang menunggu Zia yang terbaring lemah di ranjang VVIP rumah sakit milik Anderson. Rafa yang sudah 3 hari di rumah sakit menunggu sang adik yang sedang mengalami perawatan.

"Tolong tahan sebentar lagi ya sayang"

"Mama mohon"







#TBC

Badan akhdan gak enak banget guys, selamat membaca jangan lupa follow akhdan0809

Pengen komen yang banyak biar semangat.

Rezalio world Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang