Tak lama dari itu Asgar datang. Reza yang melihat Asgar datang langsung tersenyum dan memanggilnya.
"Ayah mam!" ajak Reza. Asgar menunduk hormat pada keluarga majikan nya. Mereka semua menatap Asgar dan Reza.
"Duduk" ucap Findra. Asgar mengangguk hormat. "Ayah pangku!" ucap Reza kembali. Asgar mengangguk kemudian ia menghampiri Reza dan menggendong Reza di pelukannya.
"Belum cuci tangan" ucap Reza, Asgar mengangguk kembali. "Izin tuan besar" setelah itu Reza di bawa Asgar untuk mencuci tangannya.
"Kenapa panggil ayah? Gak panggil om aja?" Reza tersenyum kemudian terkekeh.
"Biar keliatan eja punya ayah" jawab Reza asbun.
Setelah itu mereka kembali dengan Reza beneran duduk di pangkuan Asgar. "Suapin nya pake tangan aja ayah" ucap Reza.
Asgar mengangguk kecil kemudian menyuapkan nasi dan ayam pada si kecil. Pipi nya naik turun kala Reza mengunyah makanan.
"Apakah kalian sering makan seperti itu?" tanya Zeline yang melihat Reza lahap makannya.
"Terkadang saja nyonya" jawab Asgar. Reza hanya menatap enggan menjawab.
"Kenapa adek gak mau makan sendiri aja? Biar om asgar makan dulu" ucap Gita. Reza berhenti memakan makanan nya.
"Kembali lah bertugas asgar biarkan anak manja itu makan sendiri." ucap Findra, Asgar hanya bisa menurut. Mereka semua sudah selesai makan sedangkan Reza belum.
Asgar mendudukkan kembali Reza pada kursinya, kemudian ia pamit untuk berjaga di taman belakang. Reza menatap Findra tak suka.
"Om asgar kenapa mau kerja sama om jahat!" ucap Reza yang baru saja menelan nasinya.
"Memang nya kenapa?" Reza tak jadi menyuapkan nasinya.
"Jahat! Om jahat" ucap Reza menantang.
"Kamu yang tak tahu di untung." Mereka semua terdiam kala Findra akan mengungkapkan semuanya.
"Saya tanya, apakah kamu benar anaknya asgar?" Reza terdiam kaku. Kemudian menggelengkan kepalanya.
"Benar, memang bukan. Asgar menolong mu kala kamu di buang orang tua mu. Padahal sudah jelas bahwa perintah orang tua mu adalah membunuh mu tapi asgar merawatmu hingga sekarang."
Reza diam tak berkutik, sebisa mungkin ia menatap Findra dengan kedua matanya. Mereka semua menunduk. Terutama Gita. Sebentar lagi kebenaran akan terungkap.
"M - maksudnya?" tanya Reza.
"Kau yang membuat asgar seperti buronan, dari awal kau lahir hanya bisa menyusahkan orang lain"
Reza merasa tertohok mendengarnya. Kenapa ada pria sejahat pria di depannya.
"Eja gak paham..." jawabnya lirih.
"Dasar bodoh" ucap Findra malas.
"Kakak ipar!" sentak Hiro yang jengah itu. Findra menatap suami adiknya ia hanya menatapnya datar.
"Dengar ini."
"Zia adalah kembaran mu," ucap Findra menunjuk Zia yang menatap Reza dengan datar. Reza menatap Zia kembali. Kalau ia kembaran nya Zia itu artinya?
"Kalian keluarga kandung eja?" tanya Reza lirih. Findra tersenyum tipis.
"Haha berharap sekali kau ingin masuk ke kawasan kami?" tanya Findra dengan sarkas.
Reza kembali menatap Findra. "Dengar, sejak kecil saya meminta asgar untuk membuang dan membunuh mu agar kau tidak kembali ke kehidupan keluarga kami, tapi asgar bebal, demi engkau dia rela melawan tuan nya."
"Harusnya dari awal kamu paham Reza. Kehadiran mu itu sangatlah tidak di inginkan."
"Kenapa kamu tidak paham?" cukup, tolong jangan buat Findra berbicara lagi. Reza kesakitan sekarang.
Reza menitihkan air mata nya, ia berhenti memakan makanan nya yang sudah tercampur air matanya sendiri.
"E- eja gak tau, eja gak paham... Eja gak mau punya keluarga jahat!" ucap Reza sambil berlinang air mata. Gita yang di sebelah Reza langsung memeluk Reza dengan erat. Reza berusaha melepaskan pelukannya.
"Tante eja gak mau punya keluarga! Eja gak jadi pingin foto keluarga nya!" ucap Reza meronta - ronta agar Gita melepaskan pelukannya.
"Maafin bunda nak," gumam Gita, kakak pertama nya sungguh keterlaluan.
Reza menghapus kedua air matanya. "Eja selalu berharap untuk punya keluarga! Atau bahkan di pertemukan dengan keluarga kandung eja... Tapi mulai sekarang eja membenci kalian! Jangan pernah temui eja lagi! Hikss" Reza mengucapkan itu dengan penuh kecewa. Kecewa anak kecil berumur 15 tahun.
Reza langsung turun dan pergi bergegas keluar ruang makan dengan terburu-buru. Dengan susah payah ia turun dari duduknya. Kemudian ia berlari mencari Asgar.
Reza menangis sambil mencari Asgar, ia sangat takut dan membutuhkan Asgar sekarang, ia melihat pintu belakang terbuka kemudian berlari kearah sana dan benar saja ada Asgar yang sedang berbincang bersama temannya.
"Om asgar!" ucap Reza dengan sedikit berteriak, wajahnya basah karena air mata. Pipi nya memerah bersama hidungnya juga. Asgar langsung menghampiri Reza kemudian memeluknya dengan erat.
Sementara di ruang makan terjadi keheningan yang mendalam dari dua keluarga bermarga berbeda. Gita menatap Findra dengan tatapan kecewa.
•
•
•
"Kau seharusnya tidak mengatakan hal itu pada anak kecil" ucap Gita. Findra hanya menatap matanya.
"Jangan campuri kehidupan kami Gita" ucap Findra, Geldan menunduk ia ikut sakit hati mendengar ucapan dari paman nya.
Zia dan Rafael masih terdiam, tak menyangka bahwa anak kecil tadi adalah adik mereka.
#TBC
Jangan lupa join saluran untuk info update dan lain nya!
https://whatsapp.com/channel/0029VaeRQVd35fLvM629Ga1v
KAMU SEDANG MEMBACA
Rezalio world
Teen Fiction[SEBELUM BACA SILAHKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU] Rezalio anak yang tidak tahu akan keluarganya, sejak kecil ia memang ditinggalkan bersama seseorang yang katanya kepercayaan keluarganya. Belasan taun ia bersama Asgar sang pengawal sekaligus baby si...
