13. Nakal

11.6K 644 5
                                        

Keesokan harinya Asgar sudah terbangun dengan Reza yang ada di pelukan nya. Menatap tubuh mungil yang sedang mencari kehangatan. Kemarin malam Reza bercerita bahwa ia di tampar oleh ayah kandungnya.

Asgar hanya bisa diam mendengarkan rintihan demi rintihan yang dikeluarkan sang anak majikan. Asgar sudah membuat perhitungan kemarin mengenai Reza yang tidak dianggap di keluarganya. Dan mungkin dengan itu Findra marah.

Keputusan Asgar sudah bulat, bahwa ia akan membawa kasus ini ke ranah keadilan. Menuntut Findra dan mengoper hak asuh Reza agar menjadi miliknya. Mungkin pekerjaan, dan kehidupan Asgar tidak akan tenang jika harus berurusan dengan Findra.

Tapi mau bagaimana pun ia sangat tidak terima dengan perlakuan keluarga itu pada Reza. Anak yang sedari kecil ia rawat dan ia didik hingga menjadi pemuda manis seperti sekarang.

"Om asgar" panggil Reza yang sudah terbangun dari tidurnya. Ia mendongak dan menatap Asgar yang sedang tersenyum sambil menatapnya.

"Adek mau sekolah?" tanya Asgar dengan lembut. Reza mengangguk kecil, ia perlu melanjutkan hidupnya seperti biasa tanpa memikirkan hal yang sudah terjadi.

"Yasudah yuk bangun, om antar" Reza tersenyum. Menduselkan wajahnya pada dada bidang asgar. Setelah itu Reza bangun dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Sekitar 30 menit kemudian akhirnya Reza dan Asgar sudah siap dengan seragam masing - masing. Reza tidak rewel hari ini dan semoga di sekolah nanti anak ini tidak berulah.

Di perjalanan Reza juga duduk anteng tanpa menganggu Asgar seperti biasa dengan pertanyaan yang diluar dugaan remaja normal.

Setelah sampai di sekolah, Asgar meninggalkan Reza dan langsung pergi menuju Mansion dimana ia bekerja.

Reza melangkahkan kaki nya untuk duduk di bangku. Seperti biasa di ujung kanan dari belakang. Reza duduk sendirian, ia merasa seperti tidak ada yang mau berteman dengan nya.

Tapi itu bukan masalah besar, ia sendirian pun tak jadi masalah. Tak lama kemudian Kenan dan Nopal masuk ke kelas. Bersama Kania and the gang yang mengikuti dari belakang.

Tatapan elang itu tertuju pada Reza yang sedang duduk sendirian sambil menyender. Kenan menghampiri Reza untuk meminta maaf. Wajah Reza langsung berubah..

Ada semburan alami dari wajahnya menandakan ia sedang marah. Tangan Kenan terangkat kemudian mengelus pucuk kepala Reza. Dengan mudah Reza menepis tangan Kenan.

"Gak usah sok kenal sama gue!" sentak Reza yang membuat semua orang yang ada di kelas terkejut.

Bahkan perhatian Kania juga teralihkan. Nopal duduk di samping Reza. Reza melipat kedua tangannya. Tubuh nya ia bawa berbalik sehingga memunggungi mereka semua yang tengah menatapnya.

"Maaf" ucap Kenan merasa bersalah atas kejadian yang menimpa Reza.

Reza menoleh, kemudian ia menatap Kenan dan Nopal yang berada di dekatnya.

"Gapapa, gausah dibahas" ucap Reza. Ada yang menatap Reza khawatir mengapa anak - anak itu tiba tiba berubah..

Bell sudah berbunyi mereka semua bersiap untuk duduk di bangkunya masing - masing. Di belakang Reza ada Kenan dan Nopal yang duduk bersama.

Reza melipat tangannya dan menyembunyikan wajahnya di lipatan tangannya. Ia mulai merasakan kantuk. Sebelum guru masuk Reza bangkit dari duduknya kemudian melangkah untuk pergi keluar.

Benar.

Reza akan kembali membolos.

Ia berlarian di koridor sambil mengetuk ngetuk pintu kelas yang ia lalui. Dan itu cukup menganggu. Tapi Reza cukup terhibur dengan menjahili kakak kelasnya..

Srett

Grep

"AAAAA"

Saat asik berlari, tiba - tiba saja tubuh  melayang ia tersentak kecil dan langsung menoleh. Dan melihat Rizwan. Guru BK nya yang sering menggagalkan rencana nya untuk bolos.

"Bapak!" walaupun kaget Reza tetap menyapa gurunya itu. Rizwan tersenyum kemudian membawa tubuh kecil itu berbalik dan ia gendong ala koala..

"Mau kemana hm?" tanya Rizwan. Reza menggelengkan kepalanya ia langsung menyenderkan kepalanya di ceruk leher sang guru BK.

"Bapak turun!!!" ucap Reza sambil meronta - ronta agar di turunkan.

Rizwan menggelengkan kepalanya. Ia akan membawa Reza kembali ke kelasnya..

"Bapak!!"

"Mau bapak telfon asgar agar datang kemari?" Reza menggelengkan kepalanya takut. Ia takut Asgar akan membuangnya karena ia telah berbuat nakal.

"Bagus. Tetap menurut" Reza kembali menyenderkan kepalanya..

"Aku gak nakal!"





#TBC

Jangan lupa join saluran Akhdan, 70 pengikut double up niehh


https://whatsapp.com/channel/0029VaeRQVd35fLvM629Ga1v


Rezalio world Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang