Dipagi harinya Reza benar - benar tidak sanggup untuk melanjutkan hidupnya terbukti dengan sekarang ia hanya duduk di kasur sambil melamun. Ia bingung harus bagaimana, sekolah pun ia tak mau.
Asgar sudah membujuk bahkan merayu Reza untuk pergi sekolah tapi tetap saja anak itu menolak. Akhirnya Reza di tinggalkan Asgar pergi bekerja.
Reza menutup tubuhnya menggunakan selimut. Matanya sudah sembah karena menangis, wajahnya pucat karena ia belum memakan sesuatu.
Ia merasa untuk apa hidup jika keluarga nya saja bahkan enggan menatap dan menerima nya sebagai anggota keluarga mereka. Tapi Reza hidupmu masih berjalan kau harus bisa melanjutkan hidupmu selagi engkau bisa.
Reza sedari kecil selalu bertanya kemana orang tuanya pergi, dimana saudaranya, seperti apa keluarganya dan saat kemarin ia bertemu ternyata seperti itu, jauh dari ekspektasi nya, jauh dari apa yang ia inginkan.
Asgar sudah berangkat bekerja. Ia benar - benar sendirian dirumah. Pikiran nya masing melayang, entah kemana.
Kaki nya melangkah masuk ke dalam kamar mandi. Melihat bath tub yang penuh dengan air memunculkan pemikiran gila kalau bagaimana jika ia menenggelamkan diri ke dalam air itu?
Setelah itu Reza tertawa kecil, "aku masih ingin hidup" monolognya.
Selesai mandi dan bersiap Reza duduk di kursi yang di depannya adalah kaca. Ia duduk menatap wajahnya yang sembab karena terlalu banyak menangis.
"Aku? Reza?" gumamnya kecil.
Kemudian ia bangkit dan pergi ke ruang makan untuk mengisi perutnya. Walaupun sedang depresi jangan lupakan makan untuk menjemput energi selanjutnya.
•
•
•
Selesai makan Reza memutuskan untuk tidur siang di ruang tamu sambil menunggu Asgar pulang, ia akan bersekolah kembali besok. Reza sadar bahwa tak baik jika harus hidup seperti ini.
Dengan perlahan ia memejamkan matanya. Ruangan ini benar - benar senyap dan sunyi. Hanya terdengar suara jam dinding yang berdetak mengikuti alunan hati.
Sekitar pukul satu siang. Reza terbangun dari tidurnya. Tubuhnya benar - benar lemas sekarang. Ia hendak bangkit dari tidurnya untuk pergi mengambil air.
"Diam disitu" ucap seseorang yang muncul tiba-tiba. Membuat Reza sedikit tersentak. Ia menolehkan kepalanya dan melihat.
Yang katanya ayahnya berdiri disana.
Dengan wajah datarnya Findra melangkah mendekati sang putra yang tengah bersantai dirumah. Reza kalang kabut, matanya berkeliaran bebas. Sampai ayahnya didepannya. Tangan Findra melayangkan satu tamparan keras pada Reza.
Plak
Reza terdiam.
Ia masih mencerna kejadian itu.
Tangan nya langsung memegang pipi yang mulai memerah, rasa sakit menjalar keatas. Kearah matanya yang mulai memanas.
"Sebenarnya apa yang kau inginkan!" tegas Findra. Reza menahan tangisannya. Ia tak mencoba melawan.
"Apa yang kau inginkan hah!"
"Apa kau tak sadar dengan posisi mu?!"
"Kami tidak ingin menginginkan mu! Ingat itu."
"Kenapa kau membolos sekolah? Apa kau ingin merepotkan orang lain? Asgar banyak membantumu, seharusnya kau berterimakasih kepada nya. Bukan merepotkan nya dengan segala drama mu!"
Findra datang untuk memaki Reza yang sedang tidak baik - baik saja. Setelah mengucapkan kalimat - kalimat yang seharusnya tidak di lontarkan oleh seorang ayah kepada anaknya.
Reza langsung terduduk. Mencerna kembali perkataan pria tadi. Ada benarnya juga.
Setelah itu Reza melamun sambil menatap pipinya yang memerah akibat tamparan seseorang yang tak pernah ikut andil dalam mengurusinya.
#TBC
Jangan lupa join saluran untuk info update dan lainnya.
https://whatsapp.com/channel/0029VaeRQVd35fLvM629Ga1v
KAMU SEDANG MEMBACA
Rezalio world
Novela Juvenil[SEBELUM BACA SILAHKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU] Rezalio anak yang tidak tahu akan keluarganya, sejak kecil ia memang ditinggalkan bersama seseorang yang katanya kepercayaan keluarganya. Belasan taun ia bersama Asgar sang pengawal sekaligus baby si...
