Keesokan harinya Reza bangun dari tidurnya, ia menatap sekeliling yang ternyata sudah siang. Ia membolos hari ini. Dengan lemas Reza pergi ke kamar mandi, membersihkan tubuhnya kemudian pergi ke ruang tengah.
Ia menyalakan televisi dan, melihat berita bahwa keluarga Ravyend sedang mengadakan pertunangan putra sulung Ravyend. Benar Ravyend adalah keluarga kandungnya.
Di layar sana terlihat jelas senyuman keluarga itu, sangat keluarga ideal dengan karier yang bagus. Reza semakin sedih melihat nya. Benar ya dia memang sudah tak dianggap.
Tak ada wajah menyesal yang terukir diwajah mereka. Reza semakin kesal, sedih, cemburu, dan iri. Anak itu mematikan televisi nya. Menghapus air mata kemudian duduk di depan jendela. Berharap Asgar datang.
"Om asgar? gak pulang hari ini?" Monolog nya.
Reza diam di depan jendela menunggu Asgar untuk kembali, atau berharap keluarga nya datang untung meminta maaf.
Ia sangat benci sendirian, Reza tak berangkat sekolah. Kegiatan nya hari ini hanya menunggu Asgar untuk kembali. Sesekali dalam lamunan nya ia menangis, menangis karena nasib.
Reza bukan karakter yang harus di paksa kuat, ia hanya perlu bertahan di waktu yang lama agar semuanya aman.
•
•
•
Sudah tiga hari Reza tinggal sendirian. Sudah tiga hari pula Reza mengulang kegiatan yang sama. Hanya berdiam diri di depan jendela dengan pintu yang terkunci. Menunggu harap yang tak kunjung datang.
Keadaan Reza yang jauh dari kata baik, rambut acak - acakan, pipi yang tirus, mata yang hitam karena kekurangan tidur, dan baju Reza yang belum di ganti. Seperti nya ia tak mandi selama 3 hari itu.
Reza tak membuka handphone nya. Bahkan ia kehilangan barang kecil itu, ia juga hanya makan roti selama 3 hari ini. Anak kecil ini belum bisa mengurus dirinya sendiri.
Di luar sana, Kenan, Nopal, Kania dan Rizwan sedang mencari informasi dimana rumah Reza. Mereka akan menyusul Reza karena sudah 3 hari tidak ada kabar.
Dan kini mereka sudah berada di depan rumah Reza, Kania langsung mengetuk pintu rumah. Di dalam sana, Reza langsung berlari kearah pintu untuk membukakan pintu rumah.
Senyum nya terpatri di dalam bibirnya, setelah pintu terbuka. Ia melihat teman kelas dan guru bk nya saja. Reza langsung ketakutan, ia segera hendak menutup pintu namun tangan nya langsung tertahan oleh Rizwan.
Rizwan menyamakan tingginya dengan Reza. Menatap wajah Reza dengan lembut. Tangan kekarnya mengusap pipi tirus Reza yang awalnya berisi.
"Adek? Sama siapa dirumah?" tanya Rizwan dengan lembut.
"Sendiri" jawab Reza lirih.
Kania, Kenan dan Nopal terdiam tak tega dengan yang terjadi dengan Reza.
Rizwan meneteskan air matanya, ia merasa sedih atas tiga hari ini. Mereka yang telat menyadari hilang nya Reza.
"Mandi ya? Sama bapak" ucap Rizwan ia mencium bau tak sedap yang keluar dari tubuh Reza.
Rizwan langsung membawa tubuh Reza untuk ia gendong. Kania Kenan dan Nopal pergi membersihkan rumah Reza yang mulai berdebu. Sekitar 30 menit. Rizwan sudah selesai memandikan Reza. Kini anak itu sudah wangi kembali seperti biasanya.
Reza kini berada di pangkuan Kenan yang duduk di Sofanya. Tangan kanan Kenan Reza mainkan untuk menghalau bosan. Sedangkan Nopal sedang mencari ponsel Reza.
Rizwan dan Kania pergi memasak di dapur. Melihat hanya bungkusan roti yang tergeletak mereka pastikan bahwa selama ini Reza hanya memakan roti.
"Perut eja sakit" ucap Reza dengan lirih. Kenan mengangguk, ia mengusap - usap perut Reza dengan lembut.
"Eja sendirian Abang" ucap Reza kembali, Kenan diam hanya mendengarkan.
"Eja gak mau sendirian" ucap Reza memeluk Kenan, menempel pipi tirusnya pada dada bidang Kenan.
"Adek ikut Abang ya? Kita pulang kerumah Abang" ajak Kenan. Reza menggelengkan kepalanya. Ia ingin disini, dirumahnya bersama Asgar dan seperti biasanya.
"Gamau, Eja mau om Asgar" ucap Reza. Kenan menghela nafasnya.
"Gak bisa sayang, om asgar kan kerja" ujar Kenan dengan lembut, sama sekali tidak meninggikan suaranya.
"Eja mau om Asgar" ucap Reza kembali seolah - olah hanya itu keinginan nya.
"Iya, nanti kita jemput om Asgar ya." Jujur saja Kenan frustasi dengan Reza yang seperti ini. Bukan merepotkan hanya saja Kenan tidak tahan dengan polos nya anak ini.
Tak lama Nopal datang membawa handphone Reza yang sudah retak, saat hujan Reza tidak sengaja melempar handphone itu dan benar saja handphone itu tidak menyala.
"Rusak nan" ucap Nopal. Kenan mengangguk kemudian memerintahkan Nopal untuk memperbaiki handphone.
"Abang punya coklat, adek mau gak?" ucap Nopal duduk di seberang Kenan. Reza menoleh, ia mengangguk kemudian merentangkan kedua tangannya untuk di gendong. Nopal yang paham langsung menggendong Reza memindahkan sang adek untuk duduk di pangkuan nya.
Kemudian Nopal memberikan sebungkus coklat pada Reza. Reza tersenyum malu kemudian memeluk Nopal sebelum membuka bungkus coklat nya.
"Adek okay?" tanya Nopal. Reza yang mendengar sambil mengunyah coklat itupun mengangguk tanda bahwa ia baik baik saja.
"Kalau ada apa apa cerita aja ya, Abang sama kakak sama bapak disini sama adek." ucap Nopal. Reza mengangguk. Sedangkan Kenan hanya terkekeh, seorangpun teman nya yang melawak ini bisa juga bersikap dewasa.
#TBC
20 komentar lanjut asik
KAMU SEDANG MEMBACA
Rezalio world
Teen Fiction[SEBELUM BACA SILAHKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU] Rezalio anak yang tidak tahu akan keluarganya, sejak kecil ia memang ditinggalkan bersama seseorang yang katanya kepercayaan keluarganya. Belasan taun ia bersama Asgar sang pengawal sekaligus baby si...
