Malam harinya Reza terbangun dari tidurnya. Ia menatap sekitar yang ternyata ia sudah berada di kamarnya. Ia duduk kemudian bersandar pada dashboard ranjang nya.
Ia menekuk kaki nya tanpa ekspresi, wajah anak itu terlihat lelah, tubuhnya lemas tanpa tenaga. Yang lelah bukan hanya fisiknya tapi batin nya juga lelah.
Sunyi ini begitu berisik. Banyak sekali ucapan yang berlomba masuk ke hatinya. Reza menitikkan air mata nya, ia menangis dalam diam karena perkataan yang keluarganya lontarkan.
"Kalau eja lahir untuk di buang kenapa eja harus lahir! eja gak mau di buang!" monolog nya.
Asgar yang bertepatan belum tidur dan ingin mengecek kondisi rumah berjalan ke arah kamar Reza yang ternyata sang empu belum kembali tertidur. Reza menoleh ke arah pintu dimana Asgar dengan pakaian santai nya masuk ke dalam kamar.
Reza menatap Asgar dengan sayu, matanya memanas lagi. Asgar tersenyum tipis kemudian ikut duduk di samping Reza dan menyandarkan tubuhnya di dashboard.
"Ada apa dek?" tanya Asgar dengan penuh kekhawatiran. Reza menatap Asgar kemudian tubuh kecil itu langsung memeluk Asgar dengan erat.
"Om asgar" ucap nya lirih.
"Iya adek" jawab Asgar dengan lembut, Reza menumpahkan air matanya kenapa bisa Asgar berbicara lembut kepadanya sedangkan yang katanya keluarga kandung membentak nya seperti orang asing.
"Kenapa om asgar gak bunuh eja?" tanya Reza dengan suara yang teredam karena wajahnya sekarang sedang memeluk dada bidang Asgar.
"Eja gak mau foto keluarga! Keluarga jahat! Gak suka eja gak suka! Om asgar kenapa nyelamatin eja! Om gak bilang eja di buang!! Om asgar hiks" satu isakan lolos dari mulut si kecil yang sedang menumpahkan kecewa nya pada Asgar.
Asgar diam, tak bisa menjawab ataupun memberikan pengertian. Karena yang di ucapkan Reza memang benar adanya..
"Maaf" ucap Asgar lembut. Ia dekap tubuh ringkih anak itu kemudian ia usap punggung dan pucuk kepalanya. Sekarang posisinya Reza sudah berada di pangkuan Asgar.
Anak itu masih menangis, kata - kata keluarga nya terus terucap dan membuat ia sakit hati. "Eja gak mau keluarga... Eja gak suka... Om asgar maaf eja harusnya gak minta ketemu sama keluarga eja..." ujar Reza yang masih di peluk Asgar.
Asgar mengangguk, ia juga merasa bersalah karena kemarin tidak berada di samping anak ini sampai sekarang Reza masih memeluk nya. Memeluk kata - kata yang tak pantas ia dapatkan. Reza menyandarkan tubuh nya pada Asgar.
"Ejaa om... Eja mau matii" lirih si kecil dengan mata terpejam. Asgar yang mendengar itu langsung memeluk Reza dengan erat.
"Engga dek, adek gak akan mati.." ucap Asgar dengan lirih ia memeluk Reza seakan - akan ia akan kehilangan Reza.
"Jahattt mereka jahattt" ucap Reza kembali.
Asgar mengangguk. "Iyaa mereka jahat" masih sama Asgar masih setia mengelus punggung Reza.
Setelah itu Reza akhirnya tertidur di pangkuan Asgar dengan posisi Reza di pelukan Asgar. Pelukan Asgar memang yang terbaik.
Asgar menghela nafasnya lega kala melihat Reza yang sudah terlelap tidur. Ia berharap besok Reza akan melupakan semuanya dan ia juga akan mendatangi majikan nya untuk meminta penjelasan.
#Tbc
Jangan lupa join saluran untuk info update dan lainnya.
https://whatsapp.com/channel/0029VaeRQVd35fLvM629Ga1v
KAMU SEDANG MEMBACA
Rezalio world
Teen Fiction[SEBELUM BACA SILAHKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU] Rezalio anak yang tidak tahu akan keluarganya, sejak kecil ia memang ditinggalkan bersama seseorang yang katanya kepercayaan keluarganya. Belasan taun ia bersama Asgar sang pengawal sekaligus baby si...
