Beralih pada Hans yang kini sedang melangkahkan kakinya keluar menuju kearah ruang kerja Findra. Dengan amarah yang menyelimuti ia menatap datar seluruh penghuni Mansion. Hans mengeluarkan aura gelap yang mematikan.
Di buka nya pintu ruangan pribadi Findra yang menampilkan empu nya sedang terduduk di kursi kebanggaan nya. Penuh amarah Hans masuk dan langsung mendekat.
Findra yang melihat ayahnya datang langsung berdiri dan menatapnya. Tangan Hans sudah mengepal kuat.
Hans menarik kerah kameja Findra hingga anak itu terhuyung ke depan setelah itu
Bugh
Hans menonjok kuat ujung bibir Findra. Findra yang menerima serangan yang tiba - tiba hanya bisa menerima. Ia mengusap ujung bibir nya yang sudah mengeluarkan darah.
"Sssshh ayah" panggil Findra dengan pelan.
Kerah kameja Findra di cengkram oleh Hans yang menatapnya dengan tajam, tatapan yang seolah - olah membunuh musuh dan ingin menelannya hidup - hidup.
"Bajingan! Siapa Kau Yang Berani Mengasingkan Seorang Anak!" ucap Hans sembari menekankan perkataan nya. Findra menatap Hans remeh, ayah nya benar - benar.
"Bukan kah aku sama sepertimu ayah?" tanya Findra seolah - olah mengejek.
"Kau membuang anakmu, dan bahkan kau menyuruh bodyguard mu untuk membunuhnya, dimana akal sehat mu? Rafindra!" bentak Hans. Findra terdiam jikalau ayahnya memanggil namanya tanpa nama panggilan itu sudah jelas bahwa ayahnya sedang marah.
"Kau tidak mengaca ayah! Kau bahkan lebih parah dariku." Findra membuka suara.
"Kau pikir kau apa? Seorang lelaki baik yang berhasil menjadi ayah?"
"Kau juga membuang adikku ketika ia lahir! Kau-"
"RAFINDRA!" Findra menghentikan ucapannya kala Hans memotong ucapan nya.
"Kau benar tidak bertanggungjawab, bajingan kecil yang tak punya hati, kau memaksa anak sekecil itu untuk tinggal di rumah sendiri? Kau memisahkan dia dengan bodyguard nya. Bagaimana jika dia mati hah?!" Hans terus memojokkan Findra. Findra yang masih punya pembelaan mencoba untuk membela dirinya.
"Ayah! Kau bahkan jauh lebih dari itu! Kau pergi meninggalkan adikku dengan tangan kananmu, kau hilang seperti orang yang di telan bumi
dan kau muncul kembali membawa dia sebagai orang yang di perintahkan untuk menjadikan pengawalku!
Kau fikir perlakuan mu kepada Asgar sudah menjamin kau adalah seorang ayah yang baik?!" tangis Findra pecah kala mengingat semua kejadian itu.
Ya, benar Asgar pengawal pribadi Reza adalah adik kandungnya yang di asing kan ayahnya.
Dan Hans adalah seorang ayah nya yang selalu semena - mena dengan tindakan nya, tak peduli jika ada yang harus merasa tersakiti.
Cengkraman kerah kameja di lepas. Findra terduduk dan masih menangis. Hans tidak tau apa yang sebenarnya tapi ia selalu memojokkan dirinya.
Hans tidak tau kalau Findra juga sakit disini, ia harus bisa menjadi seorang majikan untuk adik nya sendiri. Hans tidak tau bagaimana Findra ingin membangun semuanya seperti semula. Hans hanya bisa menyalahkan, marah dan tidak mau mendengar pengakuan.
Hans hanya diam menatap Findra yang menangis. Hatinya juga sakit melihat anak sulung nya menangis seperti ini.
Hans merasa bahwa ia adalah ayah yang gagal.
"Jika ayah bisa membuat asgar kembali ke genggaman keluarga Anderson maka Reza akan aman" ucap Findra mutlak.
"Kau tidak bisa menjadikan anakmu sebagai jaminan!" bentak Hans .
"KENAPA FINDRA GAK BISA YAH?! BUKAN KAH FINDRA, GITA DAN ASGAR SELALU MENJADI JAMINAN AGAR AYAH AMAN?!"
"RAFINDRA ANDERSON!" bentak Hans kembali kepada putranya.
"Kau tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, cukup tutup mulutmu dan diam!" Sambung Hans.
"Bukankah findra selalu diam yah? Gak pernah ada kesempatan buat findra berbicara, apa ayah lupa?" ucap Findra sedih dan kecewa.
"Ayah melakukan ini semua ada alasan nya rafindra"
"Maafkan ayah, tunggu semuanya membaik kita akan kembali menjadi sebuah keluarga." ucap Hans kemudian melangkah pergi keluar.
Findra menatap langkah ayah nya. Ia menunduk kemudian bergumam.
"Tapi keluarga findra yang gak akan kembali yah"
#TBC
Jujur Akhdan tak bisa buat konflik....
30 komen lanjut
KAMU SEDANG MEMBACA
Rezalio world
Teen Fiction[SEBELUM BACA SILAHKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU] Rezalio anak yang tidak tahu akan keluarganya, sejak kecil ia memang ditinggalkan bersama seseorang yang katanya kepercayaan keluarganya. Belasan taun ia bersama Asgar sang pengawal sekaligus baby si...
