27. Keluarga ayah?

6.4K 417 31
                                        

Selesai menangis. Reza turun dari pangkuan sang kakek dan mengajak Asgar untuk pergi ke kamarnya. Namun hal itu di larang oleh Hans.

"Udah sarapan?" tanya Hans pada Reza, Reza mengangguk sebelum mengajak Asgar bermain ia sarapan terlebih dahulu.

"Kamu sudah?" tanya Hans pada Asgar, Asgar yang ditanya langsung menggaruk tengkuknya yang tak gatal itu.

"Saya belum sarapan, temani saya sarapan." ucap Hans menggandeng Reza ke meja makan. Asgar hanya mengikuti saja toh iya juga lapar.

Sekarang mereka bertiga sudah berada di meja makan, Asgar dan Hans saja yang makan Reza hanya meminum susu. Hans tersenyum tipis melihat Asgar yang memakan makanan nya dengan lahap.

Hans membuatkan roti oles coklat kemudian ia letakkan di piring Asgar. "Makanlah" ucap Hans, Asgar tersenyum kemudian mengangguk.

Reza yang menatap itu juga menyodorkan piringnya. "Kakek eja juga mau roti" Hans tertawa mendengarnya, setelah itu Hans memberikan roti juga kepada Reza.

Akhirnya mereka memakan sarapannya bersama - sama. Tak lama dari itu Findra bersama Zelina tiba di Mansion. Wajah keduanya terlihat lelah, Reza yang melihat kedua orang tuanya pulang langsung berlari kearah keduanya.

Tetapi setelah 3 hari ini hanya ada wajah datar yang diberikan keduanya. Zelina langsung pergi ke atas untuk ke kamar. Reza yang melihat itu menundukkan kepalanya.

"Jangan ganggu, mama mu sedang lelah" ucap Findra. Reza mengangguk kemudian ia duduk kembali di kursi meja makan. Sedangkan Asgar dan Hans sudah selesai dengan acara sarapannya.

Findra menyusuli Zelina untuk pergi ke kamar. Sepertinya Findra belum mengetahui bahwa ayahnya sudah berada di Mansion nya.

Hans membawa tubuh Reza dan menarik lengan Asgar untuk bangkit dan pergi menuju kamar Reza. Hans menggendong sekaligus menggandeng Asgar.

"Tunjukkan kamar Reza" ucap Hans pada Asgar, Asgar mengangguk kemudian menunjuk sebuah kamar di ujung.

Setelah tiba di kamar Reza, Hans membawa mereka masuk. Hans membaringkan tubuh Reza di kasur kemudian memerintahkan kepada Asgar untuk menjaga Reza.

"Kamu disini, temani Reza tidur jangan biarkan dia keluar sebelum saya perintahkan."

"Mengerti?" tanya Hans menepuk pelan pipi Asgar. Asgar hanya mengangguk sebagai jawaban.

'Tuan besar tidak salah minum obat kan?' Batin Asgar.

Setelah memastikan Asgar dengan Reza aman, Hans pergi keluar dan menemui putranya Findra di ruang kerja pribadi miliknya.

"Istirahat dek" ucap Asgar naik ke kasur Reza dan memeluk anak itu.

"Ayah" panggil Reza takut.

"Kenapa hm?" tanya Asgar sambil menepuk - nepuk pantat Reza, berharap anak itu ngantuk dan pergi tidur.

"Keluarga itu emang kaya gitu ya yah? sombong dan dingin"

"Maksudnya eja tuh kaya mereka nyuruh eja pulang buat apa kalau eja di cuekin, di diemin, walaupun gak di marahin kan tetep saja yah"

"Eja balik ke Mansion ini buat ketemu ayah, sekarang eja udah ketemu ayah eja seneng banget" cerocos Reza terus menerus, otak mungilnya selalu berperang dengan pertanyaan yang entah dimana jawabannya.

"Ayah gak bisa jawab pertanyaan nya adek sekarang, maafin ayah ya nak" ujar Asgar, ia sudah nyaman dengan perannya sebagai ayah Reza.

"Ayah gak akan tinggalin eja kan?" tanya Reza memastikan. Asgar tersenyum kemudian mengecup kening sang putra dengan lembut.

"Ayah akan selalu sama eja, makasih ya sudah temui ayah" ucap Asgar mempererat pelukannya.

"Ayah akan jemput eja selalu kan?" tanya Reza kembali, Asgar mengangguk tegas. Tentu ia akan selalu menjemput Reza sampai kapanpun.

"Kalau keluarganya ayah gitu juga engga?" tanya Reza, Asgar terdiam.

Keluarga ya?

"Ayah ngga tau rupa kedua orang tua ayah, dari kecil ayah di urus sama keluarga paman ayah, adek tau pak Rizwan? Itu sepupu ayah" ucap Asgar menjelaskan. Reza mangut mangut, pantesan Rizwan Guru BK nya itu memperlakukan dirinya berbeda.

"Sama kaya eja?" tanya Reza. Asgar terkekeh.

"Ayah juga gak tahu nak" ucap Asgar mencium kedua pipi Reza. Reza tersenyum memeluk Asgar dengan erat. Akhirnya mereka berdua pergi menyelami mimpi masing - masing.












#TBC

20 komen lanjut

Rezalio world Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang