Kini Reza terduduk di pangkuan Findra. Zelina duduk di samping Findra. Reza sudah menghentikan tangisan nya sejak tadi. Ia menyandarkan kepalanya di dada bidang sang papa.
Reza sudah tidak takut lagi kepada Zelina. Hanya saja canggung menyelimuti kalian berdua. Zelina menatap sayu kearah Reza yang bermata sembab. Findra mengusap - usap lengan Reza. Findra merasakan bahwa suhu tubuh Reza mulai menghangat.
"Sayang" panggil Zelina lembut selembut sutera. Zelina menuntun tangan Reza kemudian ia cium punggung tangan Reza dengan lembut.
"Maafin mommy sayang" runtuh pertahanan Zelina runtuh. Akhirnya ia menangis di hadapan Reza dan Findra. Reza masih terdiam, ia tidak tega melihat perempuan cantik di hadapannya nangis.
"Jangan nangis!" panik Reza. Findra menahan tangan nya. Zelina menoleh. Reza memalingkan wajahnya.
"Mommy menyesal, mommy ingin memperbaiki semuanya. Adek?" lirih Zelina kepada Reza. Reza terdiam. Kalau sudah begini apa yang harus dia lakukan?
Reza masih terlalu kecil untuk membenci seseorang, dia hanya ingin sosok keluarga dan om Asgar nya kembali. Jika di tinjau lebih lanjut mungkin Reza tak tau apa arti membenci itu.
Reza memalingkan wajahnya, ia mengubah posisi duduknya yang di pangkuan Findra itu. Reza menenggelamkan wajahnya di dada bidang ayahnya. Zelina menghela nafas. Sedangkan Findra langsung mengelus punggung Reza agar sang anak tenang.
Tak lama terdengar isakan kecil yang dikeluarkan Reza. Findra panik kemudian membawa tubuh Reza untuk menjauh agar bisa terlihat wajah Reza.
"Papa hiks pusing" lirihnya. Findra mengangguk. Anaknya demam.
Zelina bergegas membawa baskom kecil yang berisikan handuk dan air hangat. Posisi tubuh Reza sekarang sudah menyamping layaknya bayi. Findra menimang - nimang tubuh anaknya agar tetap terdiam dari tangisan si kecil.
Sedangkan Reza hanya menurut, badan nya tak enak. Tubuhnya serasa panas tapi ia kedinginan. Yang bisa dilakukan hanya menangis kecil.
"Papa" panggil Reza. Findra mengangguk kecil ketika Reza memanggil dirinya papa. Sepertinya sang anak lebih nyaman memanggil dirinya papa dibanding daddy.
"Iya sayang? Kenapa hm? Badan nya gak enak ya?" tanya Findra. Reza menutup wajahnya menggunakan kedua tangan. Sedangkan Findra hanya terkekeh gemas.
Tak lama Zelina datang, Findra langsung membaringkan tubuh anaknya di sofa. Dengan hati - hati Zelina mengompres Reza. Sedangkan empunya berusaha kembali tertidur.
Setelah Reza tertidur kembali. Zelina dan Findra terdiam dengan khawatir.
"Aku harus kembali ke kantor" ucap Findra. Zelina menoleh kemudian mengangguk kecil.
"Panggil dokter jika ada sesuatu yang terjadi" Zelina mengangguk kembali tanpa membalas ucapan suaminya.
"Bagaimana jika dia tak mau menerima ku sebagai ibu nya? Maksudku aku sudah keterlaluan, apa dia tidak akan memaafkan ku?" tanya Zelina menyerang Findra tiba - tiba.
"Sayang ... Semuanya akan baik - baik saja butuh waktu untuk Reza menerima semuanya, sekarang yang kita lakukan adalah membuat nya nyaman berada di dekat kita" jawab Findra.
Zelina hanya bisa mengangguk sambil menahan tangis. Findra mendekat kearah Reza.
"Get well soon little baby, daddy kerja dulu ya sayang" pamit Findra. Setelah itu ia melangkah untuk mencium kening Zelina kemudian pergi ke tempat kerja.
Sekarang hanya ada Zelina dan Reza. Zelina memijit telapak kaki Reza menggunakan baby oil kemudian menutup nya menggunakan kaus kaki. Badan Reza masih menghangat Zelina berharap bahwa Reza tetap baik - baik saja.
•
•
•
Sekitar tiga puluh menit kemudian Reza mulai terbangun. Ia merasa tak nyaman dengan tubuhnya. Ia menatap sekeliling apakah ia akan ditinggal sendirian? Pasalnya saat ia bangun tidak ada seseorang di dekat nya.
Zelina datang dari arah dapur membawa semangkuk bubur yang tadi ia buat. Melihat Reza yang sudah terbangun wajahnya tersenyum tipis.
Reza melihat Zelina yang mendekat, wajah Zelina jauh dua kali lebih cantik saat tersenyum. Reza mengerucutkan bibirnya lucu. Ia merentangkan kedua tangan nya.
"Ma ma" lirih Reza, Zelina yang mendengar Reza memanggil nya mama langsung membawa tubuh sang anak kedalam gendongan nya.
Zelina mengecupi pipi Reza dan menimang - nimang tubuh sang anak ke kanan dan ke kiri. "Gimana tadi bobo nya hm? Badan nya masih sakit sayang?" tanya Zelina. Reza hanya mengangguk sebagai balasan.
Kemudian Reza didudukkan, setelahnya ia di suapi bubur oleh Zelina. Reza menerima suapan pertama hingga terakhir karena ia memang merasa lapar.
Zelina terkekeh kala melihat handuk yang tadi ia pakai kompres sudah terlempar di sembarang arah, pelaku kecil ini pasti melempar nya.
Sedangkan Zelina menatap senang ke arah bungsunya. Ia sakit tapi tidak rewel. Zelina bangga.
Selesai makan Reza meminum obat seperti biasa dengan segelas air putih. Kemudian dia duduk anteng di sofa. Zelina membersihkan semuanya. Setelah itu ia duduk bersama Reza, mengusap pucuk kepala anaknya sambil menggenggam maaf, dan terimakasih sudah hebat dan tidak rewel.
#TBC
Ehh akhdan typo harusnya 45 komen.... Tapi gapapa akhdan senang lihat temen - temen suka sama cerita nya.
Btw temen - temen gapapa kan kalau reza maafin keluarga nya?
100 vote, 20 komentar untuk membuka chapter selanjutnya. Nah semangat yuhuuu<3
KAMU SEDANG MEMBACA
Rezalio world
Ficção Adolescente[SEBELUM BACA SILAHKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU] Rezalio anak yang tidak tahu akan keluarganya, sejak kecil ia memang ditinggalkan bersama seseorang yang katanya kepercayaan keluarganya. Belasan taun ia bersama Asgar sang pengawal sekaligus baby si...
