04. Reza dan Si kembar.

13.4K 764 2
                                        

Sekarang Reza sudah berada di sekolah. Ia menatap tajam kearah siswa dan siswi yang memperhatikan nya dari atas dan bawah.

Mungkin karna penampilan dirinya yang sedikit berbeda? mungkin saja. Pasalnya Reza sekarang memakai seragam dengan rapi, rambut disisir dan jangan lupa reza memakai atribut yang lengkap.

Reza menghela nafasnya kemudian masuk kedalam untuk menuju kelas, di tengah perjalanan Reza bertemu dengan Kenan dan Kania yang sedang berbincang di lorong.

Kania yang sadar akan keberadaan Reza menoleh menatap anak manis yang sedang menggendong tas sekolah di pundaknya.

Kania tersenyum tipis lalu menghampiri Reza. "Good morning" sapa Kania yang sudah berada dihadapan Reza.

Reza hanya mengangguk tipis tak berniat untuk membalas sapaan Kania. Kania yang peka hanya bisa tersenyum, sepertinya Reza sedang berada di mood yang buruk.

Kenan juga menghampiri Reza ia mengusap kecil pucuk kepala adik baru mereka. "udah sarapan?" tanya Kenan datar, Reza menghela nafasnya kemudian mengangguk.

Kania menyodorkan dua buah permen coklat pada Reza yang dari tadi hanya diam saat ditanya.

Si manis pemilik bibir tipis itu tersenyum, ia dengan malu malu mengambil permen yang disodorkan.

Kania terkekeh, "mau yang lain gak?" Reza menatap binar kearah Kania, bodo amat dengan image nya.

"Adek mau susu pisang" ucapnya sambil menarik lengan Kania. Kania mengangguk kemudian menoleh kepada Kenan.

"Gendong reza nan" ujar Kania, Kenan hanya mengangguk. Sedangkan Reza memilih untuk diam saja lagipula enak biar dia tidak perlu lelah berjalan.

Setelah Reza ada di gendongan Kenan. Kania langsung mengajak Kenan untuk pergi ke kantin. Walaupun mereka menjadi bahan gosip orang orang Kania dan Kenan tetap acuh dan terus berjalan tanpa menghiraukan ucapan ucapan nyinyiran dari penghuni sekolah.

Sesampainya dikantin Reza langsung turun dari gendongan koala Kenan dan langsung berlari menuju lemari es dimana banyak varian minuman.

Saat Reza hendak mengambil minuman bersoda, seseorang datang dan mencengkram erat lengan Reza. Reza mengalihkan pandangan nya dan benar saja Kenan datang sampai Membuat Reza meringis kesakitan.

"Abang sakitt" adu nya.

Kenan melepaskan cengkraman kemudian beralih membawa Reza naik ke gendongan nya. Reza yang dibuat hancur mood nya hanya bisa menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher Kenan.

"Nakal!! adek cuman mau ambil minum ajaaaaa" rengek nya. Kenan hanya menggelengkan kepalanya, "Apa kau kira abang tidak lihat? kau mau mengambil soda bukan susu." Diam, Reza terdiam mendengar jawaban dari Kenan.

Kania tersenyum tipis kearah Kenan dan Reza ia menghampiri keduanya dan memberikan susu kotak rasa vanilla pada Reza yang tengah di gendong sambil manyun.

"Udah udah, gak usah berantem" ucap Kania dengan lembut.

"Mau turun" lirih Reza mendapati gelengan kepala dari Kenan yang tengah menggendong nya.

"TURUN HUAAAAAAAA" teriak Reza membuat seisi kantin heboh dan kaget tentunya.

Sedangkan Kenan segera menetralkan wajahnya. "Tidak usah berteriak!" bentak Kenan kemudian pergi meninggalkan Reza yang masih mencerna kejadian tadi.

Seumur hidupnya, ia belum pernah di bentak. Tapi sekarang ia merasakan apa yang namanya bentakan. Kaki mungilnya melangkah pergi dari Kantin. Beralih pada Kania, wanita itu hanya bisa menggelengkan kepala.

Kania belum sadar, bahwa Reza memikirkan bentakan tadii. Kania juga segera menyusul sang kembaran ke kelas. Meninggalkan suasana Kantin yang masih heboh dengan kejadian tadi.

Rezalio world Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang