Hari ini Asgar akan pulang, bersama Hans tentunya. Asgar akan menagih janji Hans untuk Reza. Asgar tidak peduli jika nanti ia akan di buang oleh Hans kembali karena menginginkan Reza.
"Hak asuh reza sudah berada di tangan ayah, nama yang tertera disana adalah namamu," ucap Hans sambil mempersiapkan kepulangan mereka berdua.
"Terima kasih a-ayah" jawab Asgar dengan lirih nyaris tidak terdengar.
Tapi Hans memiliki pendengaran yang tajam ia mendengar perkataan anaknya.
Hans mengangguk. "Tetap jadi anak ayah ya dek? Ayah tebus semuanya tapi ayah mohon jangan pergi dari kehidupan ayah"
Hans mendekat kemudian memeluk Asgar dengan erat. Asgar menerima, sebetulnya ia sangat senang jika harus memiliki keluarga tapi ia tidak mungkin membiarkan Reza berkorban untuk keluarga nya.
"Pastikan Reza aman ayah" ujar Asgar tepat di telinga Hans. Ia mengangguk kemudian mendekap erat anak nya.
"Dan jika nanti reza yang akan di korbankan keluarga nya,
tolong untuk sabotase agar asgar yang menggantikan reza, biarkan anak itu tetap hidup ayah, sudah banyak luka yang ia punya, setidaknya biarkan dia tetap hidup untuk waktu yang lama"
Hans terdiam, pernyataan Asgar seolah - olah ia rela mati untuk Reza. Andai Hans tau, Asgar akan selalu mengusahakan Reza, bahkan jika Reza meminta Asgar untuk membawakan dunia untuknya. Asgar pasti akan berikan, cinta seorang ayah.
"Gak ada yang akan di korbankan, kalian aman sama ayah"
"Maafkan ayah nak," hanya itu yang bisa Hans berikan.
•
•
•
Sedangkan di kediaman Findra.
"Jadi selama ini?" ujar Reza berdiri dari tempat duduknya. Ia berdiri dengan marah kepada Findra.
"Eja gak mau!" tolak anak itu mentah - mentah.
"Demi saudara mu reza" ucap Findra dengan lirih. Reza masih menahan tangisannya nya dengan kuat, saat ini Reza tidak mau leman.
"JAHAT!" teriak Reza dengan keras di hadapan Findra. Findra hanya diam menatap Reza yang memberontak.
Reza merasa di kecewakan, setelah di bahagiakan ia akan di korbankan untuk menjadi pendonor jantung untuk adiknya.
Reza sudah mengetahuinya, tadi pagi Findra menceritakan semuanya pada Reza. Anak itu menangis mendengar faktanya.
"Eja minta maaf paa..."
"Eja minta maaf"
"Hiks tapi tolong,
biarkan eja untuk hidup papa"
"Eja mau om asgar" ucap Reza terus menerus.
Findra mengunci pergerakan Reza, dia membawa tubuh anaknya untuk dia peluk, Findra dekap Reza dengan erat.
Seorang ayah mana yang tega membiarkan anaknya mati.
"Papa juga ingin kamu tetap hidup nak tapi saudara mu membutuhkan bantuan mu sayang...."
Lemah.
Reza menangis, suaranya makin mengeras. Terdengar jelas di pendengaran Findra.
"Memang nya gue gak pantes hidup yaa?" dengan suara bergetar Reza menanyakan hal demikian. Dengan susah payah Reza keluar dari pelukan Findra.
"SETELAH SEMUANYA
INI YANG KALIAN PENGEN DARI GUE?!?" Reza berteriak di hadapan Findra yang menatap sendu anaknya. Wajar jika Reza marah seperti ini.
Tak lama datang Rafael dengan wajah kelelahan nya, ia menatap Reza yang berteriak marah. Rafael menghela nafasnya.
"DI BUANG DAN GAK DI ANGGAP TERUS DI PUNGUT KEMBALI ITU JELAS BIKIN GUE BINGUNG APA YANG KALIAN INGINKAN"
"GUE NGERASA KAYA SAMPAH"
"DAN SEKARANG KALIAN MINTA GUE MATI,
MEMANG NYA EJA GAK PANTES BUAT BAHAGIA PA?"
EJA JUGA MAU HIDUP PA
EJA MAU AYAH..."
"EJA MAU AYAH!!"
Reza mengusak rambutnya kasar, air matanya terus mengalir dari matanya, wajahnya sudah merah, dada nya naik turun menahan amarah.
"Eja salah apa sama kalian hiks"
"Eja gapapa di buang tapi tolong biarkan eja hidup sama om asgar" tangis nya.
"Nak..." Suara Findra terdengar.
"Saudaramu membutuhkan mu nak"
"Biarkan dia hidup" ucap Findra. Reza menangis mendengar pernyataan dari Findra.
"Terus gua apa anjing?! Gua gak pantes hidup kah?!" Reza menatap Findra dengan tatapan permusuhan.
Dia, membenci keluarganya.
Grep
Rafael bergerak berjalan keaeah belakang Reza dan membekap anak itu hingga pingsan. Ya Reza di bius.
"Kalian drama, adikku tak punya waktu yang banyak" ucap Rafael menggendong Reza ala karung beras.
Findra hanya diam, ia merasa ini bukan jalan yang tepat.
" maafkan papa nak, hukum papa disana"
#TBC
Ngefeel gak?
KAMU SEDANG MEMBACA
Rezalio world
Ficção Adolescente[SEBELUM BACA SILAHKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU] Rezalio anak yang tidak tahu akan keluarganya, sejak kecil ia memang ditinggalkan bersama seseorang yang katanya kepercayaan keluarganya. Belasan taun ia bersama Asgar sang pengawal sekaligus baby si...
