24. Nanti pulang ya?

8.5K 474 28
                                        

"Ayah eja rindu!" isak Reza pecah kala Asgar menangis juga.

"Adek maafin ayah nak" hanya itu yang bisa dikeluarkan oleh Asgar saat ini.

"Adek disini sama siapa? Kenapa bisa kesini?" tanya Asgar melepas pelukannya kemudian membulah  balikan tubuh Reza.

"Eja ikut papa pindah kesini" jawab Reza jujur.

"Tuan besar? Membawa adek kesini? Apa dia menyakiti reza?" tanya Asgar kembali. Reza menggelengkan kepalanya.

"Ndak, eja okey!"

"Eja diajak pindah buat tinggal disini sama papa sama mama kakak abang" jelas Reza. Asgar menatap Reza dengan sendu.

"Nak pulang aja ya? Kita ke rumah yang dulu aja ya nak?" Asgar mengajak Reza dengan serius. Perasaan Asgar tidak enak mengenai hal ini.

Reza menggelengkan kepalanya kemudian menatap Asgar dengan tajam. "Ayah apa - apaan sih!"

"Eja mau kumpul sama keluarga eja! Engga mau pisah! Ayah jangan" ucap Reza dengan kekeh.

Asgar menghela nafasnya, bagaimana pun mereka keluarga Reza, mustahil rasanya jika mereka akan menyakiti Reza. Tapi keluarga Reza berbeda mereka bahkan sudah menyakiti batin Reza terlebih dahulu sebelum ke fisiknya.

Anak ini anak yang polos, dia hanya ingin mendapatkan kasih sayang, tidak lebih. Tapi kenapa tidak ada yang mengerti?

"Ayah tau dek, tapi keadaan nya sekarang beda nak, nanti pulang ya sama ayah?" ucap Asgar kembali dengan serius.. Reza yang masih kesal menubrukan tubuh nya ke dada bidang Asgar, ia menangis kecil di pelukan Asgar. Tidak mengucapkan apapun tapi perasaan nya juga tidak enak sejak tadi.

Di ujung sana Zelina melihat interaksi antara Reza dengan Asgar. Jujur saja hatinya tidak enak atau kata lain ia cemburu tapi mau gimana lagi selama ini orang yang paling dianggap baik oleh Reza itu Asgar..

Zelina melangkahkan kaki nya menuju Reza dan Asgar. "Adek!" panggil Zelina sedikit keras membuat Reza menoleh dan melepaskan pelukannya dari Asgar.

"Baru dateng juga udah kemana - mana" ucap Zelina, Reza menunduk takut sedangkan Asgar membungkukkan tubuhnya.

"Ayo masuk" ucap Zelina mengajak Reza, kemudian ia gandeng tangan kecil itu menjauh dari bodyguard nya.

Asgar menatap kepergian Reza, ia hanya berdoa bahwa anak itu baik - baik saja dan bahagia.

Di dalam tepatnya di ruang makan sudah berkumpul semuanya. Reza duduk di sebelah Geldan yang setia tersenyum kearah nya. Geldan membantu Reza duduk dan mengambilkan piring.

"Selamat makan" ucap Findra selaku kepala keluarga. Semuanya menikmati makanan dengan hidmat.

Sesekali Geldan menyuapi Reza yang sangat menggemaskan kala sedang makan. "Pelan - pelan sayang" ucap Hiro mengingatkan, Reza makan dengan lahap hingga bibir nya belepotan. Reza hanya tersenyum kecil. Geldan yang tak tahan melihat pipi itu turun naik mencubit kecil pipi Reza yang terasa empuk.

Reza menatap Geldan garang, ia memalingkan wajahnya dan melihat di sebelah kiri nya ada Rafa yang makan dengan tenang.

"Diam" ucap Rafa dengan datar.

Reza menunduk kemudian melanjutkan melahap makanannya hingga habis tak tersisa. Selesai makan mereka semua langsung berkumpul di ruang tengah untuk membahas kepulangan ayah dari Findra dan Gita. Itu artinya dia adalah kakek nya Reza yang akan pulang ke negara asal.

"Aku gak bisa lama - lama kak, mas Hiro udah kebanyakan kerjaan yang di tunda di jepang" Gita membuka suaranya. Hiro memangku Reza dengan Geldan yang duduk di samping nya.

"Kemungkinan ayah dateng setelah 3 hari kita sampai ke jepang" ucap Hiro membuka suara. Findra menghela nafasnya kemudian mengangguk.

"Yasudah tidak apa, kalian berangkat kapan?" tanya Findra.

"Besok sore" jawab Hiro. Reza diam menyimak pembahasan sejujurnya ia tak paham, siapa yang akan pulang dan siapa yang akan datang.

"Geldan gak jadi sekolah disini?" tanya Zelina dengan lembut kepada Geldan.

Geldan menggelengkan kepalanya, "aku lanjut sekolah dulu disana kata daddy kuliah nya boleh disini nemenin adek" ucap Geldan sambil tersenyum melihat Reza.

Zelina hanya mengangguk tanpa ekspresi. "Adek gak mau ikut bunda aja?" tanya Gita pada Reza yang menyandarkan kepalanya pada sang suami.

"Apa maksudmu" ucap Findra tak terima. Reza yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya.

"Eja mau sini ajah sama ayahh" ucap Reza jujur. Bagi Reza hanya Asgar yang menjadi alasan mengapa ia kembali ke Mansion ini.

Kembali setelah 15 tahun di buang?

Setelah perbincangan itu. Kemudian Reza kembali tertidur di pangkuan Hiro. Menyandarkan kepalanya nyaman dan merasa aman.









Keesokan harinya, Gita, Hiro, dan Geldan sudah berpamitan untuk kembali ke Jepang. Reza mengantarkan sampai gerbang Mansion saja. Mereka tidak mengantarkan ke bandara karena Findra harus mempersiapkan kepulangan sang ayah.

"Dadah bunda abang" ucap Reza sambil melambaikan tangan nya.

Sejak tadi juga Reza tidak melihat Rafa dan Zia. Sang mama menemani Reza yang berpamitan.

"Adek jaga diri baik - baik ya, kalau libur lagi nanti daddy main lagi kesini sama bunda sama abang" ucap Hiro, Reza kecil mengangguk kemudian tersenyum.

"Eja tunggu!!!" semangatnya. Zelina hanya terkekeh kemudian membawa Reza ke dalam gendongan. "Sudah pamitan nya dari tadi gak jadi terus nih berangkatnya" ucap Zelina. Reza hanya tertawa kecil.

"Hihiii papayy~"


Malam harinya Reza tetap tidak melihat Rafa dan Zia di Mansion. Reza di temani Zelina saja, sedangkan Findra sibuk di ruangan pribadinya.

Selesai makan malam, Reza pergi ke belakang mansion untuk menemui Asgar. Asgar yang sudah menyelesaikan tugas nya pergi menghampiri Reza yang sudah menunggu nya sejak tadi.

"Adek ngapain?" tanya Asgar.

"Peluk" ucap Reza mengabaikan pertanyaan Asgar. Di rasa ada yang aneh Asgar langsung membawa Reza ke pelukannya.

"Ayah" cicit Reza.

Asgar menoleh kemudian mengusap punggung Reza dengan lembut agar anak itu tenang. "Ada apa nak?" tanya Asgar kembali. Asgar tahu bahwa tuan mudanya sedang tidak baik - baik saja.

Hubungan Asgar dan Reza bukan lagi tentang seorang bodyguard yang menjaga tuan mudanya tapi diantara mereka ada tali yang menghubungkan ikatan batin antara seorang ayah dan anak.

Sejak kecil Reza tumbuh bersama Asgar, langkah pertama, kata pertama, semua yang pertama Reza bisa itu selalu bersama Asgar.

"Kalau eja mati ayah bakal sedih engga?"











"Aku gak mau tau, anakku harus sembuh!"

"Tapi..."

"Kamu daddy nya! Kamu harusnya bisa lakuin semua cara buat kesembuhan putri kamu, aku gak peduli! Yang penting anakku sembuh! Terserah jika harus ada yang di korbankan"

'Termasuk mengorbankan anak kita yang lain?' Batin nya.











#TBC

250 vote, 50 komentar. Siap lanjut!

Semangat~

Rezalio world Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang