10. Mereka jahat ya?

11.9K 700 5
                                        

"Kau seharusnya tidak mengatakan hal itu pada anak kecil" ucap Gita. Findra hanya menatap matanya.

"Jangan campuri kehidupan kami Gita" ucap Findra, Geldan menunduk ia ikut sakit hati mendengar ucapan dari paman nya.

Zia dan Rafael masih terdiam, tak menyangka bahwa anak kecil tadi adalah adik mereka.

Reza masih berada di pelukan Asgar tidak mau melepaskan seseorang yang merawatnya dari kecil. Reza juga masih menangis karena ucapan orang asing tadi sangat membekas di ingatan nya.

"Pulang..." ucap Reza lirih. Asgar mengangguk kemudian mengusap - usap bagian punggung sang empu.

"Om masih kerja adek" Reza yang mendengar itu langsung mengeratkan pelukannya.

"Pulang!" ucap nya sekali lagi. Asgar langsung menurunkan Reza. Walaupun anak itu menolak tapi sang empu harus di beri pengertian

"Om lagi kerja dek, gak bisa kalau harus meninggalkan tugas gitu aja, toh ini juga rumah adek kan?" Reza mengangguk enggan menjawab. Ia berjalan ke arah teras yang bertangga kemudian duduk disana sambil menunggu Asgar bekerja.

Asgar sendiri langsung melanjutkan pekerjaan. Ia menatap Reza yang sedang menekuk lutut nya dan berusaha menenggelamkan wajahnya.

"Mereka jahat ya?" monolognya pada rumput yang sedang bergoyang. Rindu yang ditahan bisa hilang dalam beberapa detik karena sebuah ucapan.

Reza sangat kecewa sekarang, benar yang Asgar sering katakan. Lebih baik tidak tahu dibandingkan harus mengetahui hal yang membuat kita menjadi orang yang merasa paling tidak bisa di andalkan.

Reza menghapus air matanya kala air mata itu akan jatuh ke pipinya. Berusaha untuk tidak menangis kembali. Ia menyandarkan tubuh kecilnya pada tiang yang ada. Asgar menatap tuan kecilnya yang tak berdaya entah apa yang keluarganya katakan sampai membuat Reza seperti ini.

Tak lama kemudian Reza terlelap dengan posisi menekuk lututnya. Asgar tersenyum yang terpenting sekarang anak itu tidak rewel. Walaupun kadang ia sangat suka dengan rengekan Reza.

"Menggemaskan, adikku" ucap Zia yang menonton gerak - gerik Reza dari cctv. Rafael yang menatap itu juga hanya bisa tersenyum tipis.

"Tak ku sangka kau akan memiliki kembaran yang sangat lucu" ucap Rafael. Zia menggelengkan kepalanya.

"Cih" Zia beranjak ke kamarnya untuk menonton rekaman cctv itu sendirian tanpa Rafael yang selalu kepo dengan urusannya.

Sekitaran pukul empat, Asgar sudah selesai dengan tugas nya. Ia segera menghampiri Reza yang tengah tertidur karena kelamaan menunggu Asgar.

Asgar tersenyum tipis kala melihat tuan nya sudah tertidur lelap, di bawa tubuh sang tuan kedalam gendongan nya dan ia peluk erat tubuh kecil yang sedari awal ia rawat..

Dari atas sana pria tanpa ekspresi menatap datar adegan Asgar yang menggendong Reza. Reza terlihat nyaman di pelukan pengasuh nya.

Reza juga reflek mengeratkan pelukannya. Berusaha mencari kehangatan di ceruk leher Asgar. Asgar hanya bisa tersenyum.

Asgar belum tahu, apa yang di katakan keluarga Reza pada Reza sendiri. Asgar juga bingung kenapa Reza tidak ikut tinggal disini.






#TBC

Jangan lupa join saluran untuk info update dan lain nya! Join join

https://whatsapp.com/channel/0029VaeRQVd35fLvM629Ga1v

Rezalio world Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang