Beralih dari Findra dan Reza. Kini Asgar dan Hans sudah berada di pesawat untuk menuju ke negeri asing untuk menjalankan perjalanan bisnis katanya. Padahal Hans ingin melakukan pendekatan dengan Asgar sebelum ia mengakui fakta yang sebenernya.
Di pesawat Asgar hanya termenung sambil menatap kearah jendela, memikirkan apakah keputusan nya sudah benar tidak memberikan kabar terlebih dahulu kepada Reza. Bagaimana jika nanti Reza nya itu rewel?
Hans yang melihat Asgar hanya diam mencoba mencari topik agar anak itu mau berbisnis.
"Bagaimana pekerjaan mu bersama findra?" tanya Hans. Asgar menoleh kemudian menunduk.
"Biasa saja, tapi tuan besar terkadang memberikan pekerjaan yang sulit di tebak tuan" ucap Asgar jujur. Hans terkekeh kecil.
"Sulit di tebak bagaimana?" tanya Hans kembali, Asgar mengangguk kemudian menjawab.
"Ia tiba - tiba mewajibkan kami untuk tinggal di Mansion, tapi saat di Mansion dia hanya memerintahkan untuk menjaga pintu belakang. Dan yang lebih anehnya 10 bodyguard yang menjaga area belakang Mansion." Asgar mengerucutkan bibirnya kesal akan perlakuan sang tuan yang sangat absurd.
"Baguslah itu artinya kamu lebih banyak istirahat dibandingkan bekerja." ucap Hans, Asgar diam dan berfikir sejenak. Lah iya juga ya.
"Tapi asgar sedih kalau harus ninggalin eja sendirian" ucap Asgar seolah - olah mengadu mengenai perasaan nya.
Hans mematung, ada desiran aneh di hatinya kala mendengar Asgar mengadu kepada nya. Seakan - akan bahwa anaknya sudah berada di genggaman nya.
Tangan besar Hans terangkat untuk mengusap pucuk kepala Asgar. Asgar hanya diam tak membantah, jujur saja jika Hans berada di Mansion utama ia merasa lebih akrab dengan Hans jadi jika Hans menyentuh ia biasa saja. Mungkin karena sejak umur 17 tahun Asgar sudah bekerja dengan Hans.
"Mau makan apa nanti jika sudah sampai?" tanya Hans, Asgar mendongak kemudian memasang ekspresi bingung.
"Mau ayam bakar" ucap Asgar.
Hans terkekeh kemudian menggelengkan kepalanya, "Kita menuju ke German, masa mau ayam bakar?" Asgar menunduk.
"Memang nya tidak ada ayam bakar?" tanya Asgar. Hans mengigit pipi bagian dalam nya. Sial putra bungsunya sangat menggemaskan.
"Tidak ada dek, kalau ayam panggang mungkin ada" ucap Hans, Asgar mengangguk sebentar kemudian menjawab.
"Yasudah itu saja!" Hans mengangguk setuju. Setelah itu Asgar menutup matanya, tepukan di kepala membuat dirinya mengantuk.
Di German ada ayam bakar gak?
"Selamat tidur adek" ucap Hans membawa selimut kemudian di pakai untuk menyelimuti Asgar. Tak lupa Hans juga memakaikan headphone agar sang anak tertidur nyenyak..
Lucu ya? Jika Reza di panggil adek oleh Asgar. Maka Asgar juga di panggil adek oleh Hans. Mungkin jika Asgar menerima, Hans akan mengulang masa kecil Asgar.
•
•
•
Beralih ke Mansion utama Findra. Kini ia sedang menggendong Reza yang sedang menangis karena mencari Asgar.
Sudah 2 jam lamanya, Findra menggendong Reza ala koala, tapi anak nakal itu masih menangis dengan menyebutkan nama Asgar.
"Adek sayang sudah nangis nya dong" ucap Findra yang mulai kelelahan, pinggang nya juga terasa nyeri akibat menggendong Reza.
"ayahh mu yayahh" Begitu terus racauan Reza selama dua jam lamanya.
Tak lama kemudian Zelina turun dari kamarnya dengan pakaian rapih, ia melihat Reza yang di gendong oleh suaminya kemudian mendekat.
"Kenapa?" tanya Zelina terdengar cuek. Findra menoleh, Reza menenggelamkan wajahnya di ceruk leher sang ayah.
"Rewel" ucap Findra, Zelina mengangguk paham.
"Kamu tenangin, dia udah nangis 2 jam" ucap Findra seperti memohon.
"Aku sibuk mau ke rumah sakit, lagian biarin aja nangis aja,"
"Gak semua keinginan dia harus terpenuhi" ucap Zelina tegas. Reza mulai meredam tangisannya kala mendengar ucapan sang mama.
"Zelina please?" ucap Findra, benar - benar memohon.
Selina menghela nafasnya, kemudian duduk di sofa dan merentangkan tangannya. Dengan susah payah Findra melepaskan gendongan Reza dan menaruh Reza di pangkuan Zelina.
Findra pamit ke belakang terlebih dahulu untuk membuang air kecil yang sudah ia tahan sejak tadi. Sekarang Reza duduk di pangkuan Zelina yang menatap Reza ogah - ogahan.
"Kamu diem, jangan merepotkan terus, nangis 2 jam ngapain? Mau sakit? Tambah repot" ucap Zelina membuat Reza diam.
"Mama harus ke rumah sakit, gak bisa ngurusin kamu terus. Mama harus ngurusin anak mama yang lain" sambung Zelina kembali kemudian menurunkan Reza dari pangkuan nya.
Setelah itu Zelina pergi melangkah pergi meninggalkan Reza sendiri yang langsung menunduk.
"Eja juga anak mama?"
•
•
•
#TBC
Hello~
Bukan maksud Akhdan mengingkari janji tapi Akhdan jatuh sakit:(
Maaf ya teman - teman~ ini Akhdan paksakan menulis jadi maaf yah kalau hasilnya tidak sesuai ekspektasi...
KAMU SEDANG MEMBACA
Rezalio world
Teen Fiction[SEBELUM BACA SILAHKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU] Rezalio anak yang tidak tahu akan keluarganya, sejak kecil ia memang ditinggalkan bersama seseorang yang katanya kepercayaan keluarganya. Belasan taun ia bersama Asgar sang pengawal sekaligus baby si...
