35. Faktanya Reza

7K 402 26
                                        

"Kau putra ku asgar, putra bungsuku yang telat lama menghilang" ucap Hans memberikan sebuah berkas berupa hasil tes DNA.

Sedangkan Asgar.

Dia hanya diam, mencerna semuanya yang tiba - tiba. Sudah tak ada tenaga lagi, apa yang harus Asgar lakukan?

Asgar tersadar dengan semuanya. Dia menggelengkan kepalanya dengan cepat. Tubuhnya terasa kaku dan ingin segera menjauh dari Hans.

"Tuan saya tau, saya memang rendahan tapi saya mohon untuk jangan mempermainkan perasaan saya!" sentak Asgar. Matanya mulai berkaca-kaca, kecewa dengan perlakuan tuan besar nya.

"Saya—"

"Adek dengar" Hans memegangi tubuh Asgar yang bergetar..

"Saya salah apa tuan besar, kenapa anda seperti ini"

"Hikss" Asgar terisak di hadapan Hans yang masih memegangi lengannya. Asgar sulit menjelaskan bagaimana perasaan nya.

Dia marah, dia kecewa, dia tak tahu harus berbuat bagaimana lagi. Dia tak percaya tapi ada bukti di depan matanya.

Hans membawa tubuh Asgar ke pelukan nya, tubuh yang semulanya kuat itu sedang rapuh dan ringkih, tak ada semangat yang berkobar di raga nya, kecewa telah menelan semuanya.

Hans mengusap punggung Asgar, menyelipkan kata maaf di sela - sela pelukan. Hans menyesal, keputusan yang ia ambil ternyata bukan keputusan yang terbaik, banyak luka yang sudah Hans taruh di hati Asgar, apakah ia pantas mendapatkan maaf.

"Maafin ayah nak," terdengar menggelikan kala Hans memanggil dirinya dengan sebutan ayah.

Memangnya masih pantas?

"JAHAT!"

"ANDA JAHAT!"

"SAYA BENCI ANDA, TUAN BESAR!" teriak Asgar. Dia mendorong tubuh Hans agar menjauh. Kemudian Asgar berlari ke pojok.

Tubuhnya merosot jatuh terduduk, air matanya terus berderai, dada nya sesak, nafasnya tersengal-sengal.

"Maafkan ayah nak, ayah menyesali semuanya sayang" Hans tak tinggal diam melihat putra bungsunya yang terluka seperti ini membuat hatinya ikut tersayat.

"Tolongg, asgar gak mau" lirih Asgar.

"Asgar minta maaf asgar salah"

"Tapi tolong jangan seperti ini tuan," Asgar terus meracau dengan mata yang terpejam..

Setelah nya.

Asgar pingsan, tak sadarkan diri.

"Sial" Hans menendang sesuatu di hadapan nya. Dengan sekuat tenaga Hans menggendong Asgar dan membawa tubuh anaknya ke kamar untuk di periksa.

"Izinkan ayah memperbaiki semua nya nak, ayah minta maaf, ayah menyesal"

Beralih kepada Reza, kini anak itu sudah terjaga sendirian di kamarnya yang cukup luas, ia terbangun karena hatinya merasa tidak tenang. Pikiran nya tertuju pada Asgar, ayahnya.

"Ayah disana baik baik aja kan?" monolognya, ia merasa ada sesuatu yang tidak beres terjadi. Reza kembali mencoba tertidur, ia tak mencoba mencari Findra ataupun keluarga nya yang lain.

Tak lama dari Reza yang sudah tertidur pulas, Findra datang. Ia melangkahkan kakinya menuju Reza yang sudah terlelap.

"Maafin papa ya nak, papa gak bisa bahagiakan adek seperti teman adek yang lain,"

Rezalio world Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang