26. Kakek

6.5K 443 59
                                        

Reza yang sudah kesal sejak tadi langsung berdiri, dengan wajah merah serta mata yang mulai berkaca-kaca, kemudian menghentakkan kakinya menandakan bahwa ia sedang kesal.

"HUWAAAAAAAAAA" tangis Reza pecah seketika, Asgar langsung menutup telinganya. Kalau sudah begini Reza suka cosplay jadi Reza sumala.

"Ada apa ini?" suara tegas dan tajam menusuk ke pendengaran Reza dan Asgar. Mereka menoleh dan melihat sosok pria paruh baya dengan stelan jas berwarna biru.

Dia adalah Hans Anderson seorang pembisnis legend yang membangun marga Anderson dari usia 21 tahun hingga sekarang ia sudah sukses hingga menjadi CEO yang terkenal dengan gaya kemimpinan yang tegas dan terarah.

Hans merupakan ayah dari Findra dan Gita yang sekarang mereka berdua mengikuti jejak nya dalam dunia bisnis. Hans ditinggal istrinya pada saat melahirkan anak mereka. Lho bukan nya anak mu 2 pak?

Reza mengelap kedua matanya, ia memberhentikan tangisannya kemudian menoleh kepada pria tua di hadapannya. Reza juga mengelap ingusnya, Reza sedikit memiringkan kepalanya penasaran.

Hans menatap Reza dengan tajam, inikah cucu bungsunya yang di sembunyikan itu? Terlihat lucu.

"Kamu Reza?" tanya Hans kepada Reza. Asgar sibuk membereskan origami yang berserakan dibawah.

Reza mengangguk kecil kemudian mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan. Hans menunduk menatap tubuh Reza yang terlihat sangat kecil, kalaupun ia injak tunuh Reza pasti gepeng.

"Jadi kamu anak yang di asing kan itu?" tanya Hans kembali, Reza menurunkan tangannya. Ia kira sosok kakeknya ini baik seperti apa yang sering di ceritakan oleh teman - teman nya.

"Tuan besar" panggil Asgar dengan suara yang pelan, Asgar membungkukkan tubuhnya sebagai tanda penghormatan. Reza yang melihat Asgar membungkukkan badan ikutan bungkuk juga walaupun tertahan oleh perut buncit nya.

Hans terpaku menatap Asgar, sudah lama ia tidak bertemu bodyguard khusus Findra. Hans mengangguk kecil.

"Selamat datang tuan" ucap Asgar dengan senyuman. Asgar memberikan kertas origami yang selesai di bentuk pada Reza.

Anak itu bingung harus bagaimana kemudian membuang keatas kertas origami yang sudah di bentuk itu.  "Selamat datang" ucap Reza. Asgar shock dengan kelakuan Reza.

Reza bermain - main dengan CEO yang sangat di takuti di semua kalangan lho!

"Maaf tuan besar" Asgar langsung berjongkok kemudian memunguti sementara Reza ikut panik dan memunguti origami nya.

Hans duduk di sofa, ia tersenyum tipis. Tunggu Hans selama ini belum pernah tersenyum, dan dia tersenyum menatap Asgar dan Reza?! Keajaiban.

"Sini" setelah membereskan kertas itu Hans tiba - tiba bersuara membuat Reza dan Asgar saling berpandangan. Yang di panggil Reza atau Asgar?

Hans yang melihat mereka berdua kebingungan terkekeh lucu. "Kalian berdua ke marilah" akhirnya Reza dan Asgar duduk di samping Hans. Dengan Reza yang ada di pangkuan Asgar.

Hans menatap Asgar dan Reza secara bergantian, ada perasaan hangat yang menjalar di hatinya. Dengan ragu Hans membawa tubuh Reza ke pangkuan nya, Reza hanya diam menerima semua perlakuan dari yang katanya kakeknya ini.

"Kamu siapa" tanya Reza dengan polos menempelkan kedua tangannya di rahang tegas Hans. Asgar sudah keringat dingin melihat kejadian ini, walaupun Hans tidak pernah bertindak atau berinteraksi dengan tegas pada Asgar tapi tetap saja ia takut!

"Aku? Adalah ayah dari daddy mu" jawab Hans dengan lembut. Ia mengelus punggung Rezalio dengan lembut.

"Kok gak mirip?" cicit Reza tak percaya, ia curiga apakah di depannya ini adalah musuh.

"Adek gak boleh gitu" ucap Asgar membuka suara, Hans menoleh pada Asgar. Asgar yang ditatap Hans menundukkan kepalanya.

"Daddy mu lebih mirip dengan ibunya" ucap Hans menjelaskan. Reza mengangguk kecil, bisa jadi.

"Kamu juga ayahnya om asgar?" Celetuk Reza tiba - tiba membuat Asgar menengok dengan ketar - ketir.

"Adek gak boleh bicara sembarangan!" ucap Asgar sedikit menekan suaranya.

"Tuan besar maaf" sambung Asgar sambil menunduk.

Hans hanya tertawa mendengar celetukan Reza, ia membawa tubuh Reza kedalam pelukannya. Reza mematung dan Asgar juga shock.

"Bodoh sekali Findra menyia-nyiakan anak nya yang polos ini" ucap Hans di sela - sela pelukan mereka. Asgar menghela nafasnya, ia merasa sangat dekat dengan Hans tapi ada rasa takut yang menyelimuti nya.

"Kamu tau?" cicit Reza. "Saya ayahnya tentu tau" Reza menunduk.

"Panggil saya kakek" sambung Hans.

"Kakek" panggil Reza dengan lirih. Bukan ingin membuka luka lama hanya saja Reza sangat ingin mengetahui penyebab yang jelas kenapa dia di asing kan.

"Kakek juga ikut benci eja?" tanya Reza.

"Tidak, saya tidak pernah membencimu" jawab Hans dengan serius.

"Tapi kenapa kakek gak tolong eja? Kenapa gak cari eja?" tanya Reza memojokkan, suara nya terdengar pilu, dan nafasnya penuh haru. Asgar di buat bungkam oleh pertanyaan Reza.

"Saya minta maaf, maaf karena tidak membawamu sejak dulu, maaf sudah terlambat"

"Karena kakek tahu, Asgar bersamamu" jawab Hans, selama ini Hans memantau Reza dan Asgar. Tangis Reza pecah saat itu, Asgar juga meneteskan air mata.

Hans terdiam, dua kesayangan nya menangis karena dirinya?

Hans memeluk Reza kembali, mengusap tubuh sang cucu dengan nyaman. Hans menoleh pada Asgar yang menunduk, ia mendekat dan memeluk Asgar sekaligus. Asgar terkejut kaku, majikan nya memeluknya?

Akhirnya Asgar dan Reza berada di pelukan Hans sambil menangis. Hans senantiasa mengusap punggung Reza dan menepuk - nepuk bahu Asgar.















#TBC

Nih lanjut nih, Sun duluu mwah

45 komentar di lanjut ->

Rezalio world Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang