33. Pengorbanan

6.5K 423 65
                                        

Reza dan Findra menghabiskan waktu mereka bersama, segala cemilan yang di bawa Findra sudah habis di kereta, bermain bersama papa tanpa tujuan ternyata itu sangat menyenangkan ya.

Reza merasa hari ini dia adalah orang yang paling bahagia, dan Findra adalah orang yang membuatnya bahagia.

Jika Reza sudah bekerja ia akan membalas perlakuan Findra, ia akan membawa Findra berjalan - jalan tanpa tujuan seperti ini lagi.

Setelah tadi naik kereta api tanpa tujuan, Reza dan Findra sekarang memutuskan untuk bertamasya di taman kota, tentu saja bodyguard Findra dan Hans ikut bergabung dalam piknik kecil ini.

Reza sejak tadi terus tersenyum saat sudah duduk lesehan di tengah - tengah taman kota, banyak makanan kesukaannya dan juga cuacanya mendukung untuk piknik keluarga.

Findra menyiapkan beberapa cemilan dan makanan kemudian memberikannya pada Reza. Findra setiap mengelus pipi sang anak yanh naik turun karena sambil mengunyah makanan.

"Papa aaa" Findra menyuapi Reza kemudian mereka tertawa bersama.

Sore ini mereka bersama menghabiskan waktu berdua tanpa berfikir entah apa yang akan terjadi mulai besok.

Orang yang awalnya terlihat seperti membenci Reza tapi nyatanya dia yang paling menyayangi Reza.

"Papa terimakasih yaa, eja senang sekali hehe" ucap nya. Findra mengangguk kemudian memeluk tubuh Reza dengan erat.

'Tuhan aku membutuhkan waktu yang lama' Batin Findra.







Malam harinya Findra menidurkan Reza di kamarnya. Setelah memastikan Reza tidur, ia segera bangkit dan pergi ke rumah sakit.

Sepertinya Reza kelelahan dilihat Reza tidur sangat nyenyak dan membuat Findra tenang untuk meninggalkan Reza malam ini.

Dengan cepat Findra menuju rumah sakit dimana Zia putrinya sedang dirawat. Di rumah sakit Rafael menjaga Zia adiknya selama tiga hari ini. Zelina juga ikut menemani sambil berdoa untuk kepulihan Zia.

Findra masuk ke dalam ruangan dimana Zia sudah tertidur, sedangkan Zelina dan Rafael sedang duduk di sofa yang di sediakan.

Findra menghampiri Zelina, Zelina berdiri kemudian melayangkan sebuah tamparan pada Findra.

Plak

"Darimana saja kau seharian ini hah!" bentak Zelina marah.

"Zia membutuhkan mu dan kamu malah menghilang!" Zelina tak sanggup membendung kemarahan nya.

Ia benar - benar kecewa pada Findra yang pergi tanpa kabar. Sebenarnya Zelina tau bahwa Findra menemani Reza seharian, tapi Zelina tidak mau mendengar penjelasan Findra saat ini.

"Maaf, bagaimana keadaan zia?" tanya Findra, ia tak ada tenaga untuk marah.

"Dia mulai membaik tapi dokter bilang belum ada pendonor yang cocok" ucap Rafael, memisahkan Zelina dan Findra.

"Syukurlah kalau begitu" ucap Findra berjalan kearah Zia dan mengusap surai halus milik sang anak.

"Aku ingin zia sembuh mas!" ucap Zelina. Findra mengangguk, siapa orang tua yang menginginkan anaknya sakit.

"Besok kita akan foto keluarga" ucap Findra, membuat Zelina dan Rafael kebingungan kenapa tiba - tiba?

"Kau gila, bahkan Zia belum sepenuhnya sembuh dan kau ingin kita melakukan foto keluarga?" ujar Zelina.

"Aku tau tapi Reza menginginkan foto keluarga" ucap Findra. Zelina tersulut emosi. Bahkan disaat seperti ini Reza lagi yang di pikirkan Findra.

"Aku gak mau!" ucap Zelina.

"Aku mohon Zelina, ini permintaan terakhirnya sebelum dia menjadi pendonor untuk Zia" ucap Findra, Zelina terdiam.

Zelina ingat, dia yang meminta pada Findra untuk menjadikan Reza sebagai pendonor untuk Zia. Sedangkan Rafa terdiam, daddy dan mommy nya akan kembali mengorbankan Reza.






#TBC

Ketik 1 jika Zelina menyebalkan

Rezalio world Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang