Kini si kecil sudah berada di kantin. Selesai mengacak - ngacak ruangan Rizwan, Reza memilih bolos. Rizwan sengaja melepaskan si bayi karena ia tahu permasalahan yang sedang dialami.
Reza melihat sekitar, ada beberapa siswa yang berada di kantin untuk mengerjakan tugas. Sudah dipastikan mereka bolos juga seperti dia. Langkah kecilnya berjalan ke arah gerobak batagor.
"Ibu eja mau pesen batagor nya 1 ya pake pedes" ucap Reza sambil jinjit.
"Eh den eja, siap den" jawab bibi tukang jualan batagor.
Setelah itu Reza duduk di bangku kantin. Melipat kedua tangannya untuk menunggu pesanan. Tak lama dari itu seporsi batagor pedas ada di hadapannya. Tak perlu menunggu lama ia langsung melahap makanannya. Tanpa melihat sekitar anak itu menikmati hidangan yang tersedia.
Terdengar langkah kaki mendekat kearah Reza, tapi anak itu tidak mempedulikan mungkin hanya orang lewat. Saat menoleh ia melihat Geldan sedang menatapnya dengan tatapan tajam.
Reza berhenti memakan makanan nya, tubuhnya membeku seketika. Keingat kejadian dimana keluarga kandungnya mempermalukan dirinya dihadapan Geldan dan keluarga.
"Makan" ucap Geldan membuyarkan lamunan Reza.
Yang melamun langsung menggelengkan kepalanya kemudian menyantap kembali batagor nya. Ia merasakan canggung karena makan di tatap, cara makan Reza sungguh berantakan membuat Geldan tersenyum gemas melihat adik sepupunya.
"Uhuk - uhuk" nah kan Reza tersedak batagor. Geldan langsung memberikan air putih kemasan kepada Reza. Anak itu langsung meneguk air hingga setengah.
"Pelan - pelan aja makannya, tidak akan ada yang ngambil" ucap Geldan.
Reza yang merasakan perih di tenggorokan nya mengerucutkan bibirnya, matanya sudah berkaca - kaca. Ditambah ada rasa pedas dalam mulutnya. Lengkap sudah.
"Eh kok nangis?" tanya Geldan, dengan mudah ia membawa Reza kedalam pangkuan nya.
"Huaaaa" tangis Reza di pangkuan Geldan.
Dengan lembut Geldan mengelus pucuk kepala Reza biar tenang, Reza mencoba menghapus air matanya tapi rasa perih dan panas di tenggorokan membuat dirinya kesakitan.
Geldan mengambil botol air kemudian memberikannya kembali pada Reza, anak itu langsung meminumnya hingga tandas.
"Masih sakit?" tanya Geldan dengan lembut. Reza mengangguk.
"S-sakit perihh" ujarnya jujur. Geldan tersenyum kemudian memeluk tubuh adik sepupu yang lebih kecil darinya.
"Tidak apa nanti gak perih lagi" ucap Geldan memberikan pengertian. Reza menyandarkan tubuhnya pada dada bidang Geldan.
Geldan menatap Reza dengan sendu, anak semanja ini harus mengalah dengan keadaan, mandiri sebelum waktunya, dan tak diberi kesempatan untuk merasakan kasih sayang.
"Lo sepupu gue kan?" tanya Reza tiba - tiba. Geldan dengan refleks menganggukkan kepalanya.
"Oh"
"Kenapa?" tanya Geldan penasaran.
"Lo gak benci gue sama kaya keluarga lo itu" ujar Reza yang tiba tiba mengubah gaya bicaranya. Geldan tidak mempermasalahkan itu toh memang benar adanya..
"Buat apa aku benci kamu, aku selama ini cari cari kamu tau" ucap Geldan yang melembutkan nada bicaranya.
"Buat janji ya, jangan sampai ada yang tau kalau gue ternyata sepupu lo" Geldan terdiam, tidak memotong pembicaraan Reza.
"Maksud gue kalau gue ketahuan sepupu lo mereka pasti otomatis akan tahu lo keluarga dari mana dan pasti bakal nyebar deh gue ternyata bagian keluarga lo" sambung Reza yang masih menyandarkan kepalanya.
"Tapi kenapa?" tanya Geldan.
"Gue malu, nanti orang - orang mikirnya gue dari keluarga terpandang itu eh ternyata gue nya gak dianggep hehe" ada tawa diakhir yang hambar.
Mentertawakan lucunya hidup.
"Akan aku bicarakan dengan Daddy" ucap Geldan mengelus punggung Reza.
"Gak usah, gue aman tanpa keluarga itu" jawabnya.
Kemudian Reza turun dari pangkuan Geldan dan pergi membayar batagor yang tadi ia pesan setelahnya ia langsung kembali ke kelas meninggalkan Geldan yang termenung di kantin..
•
•
•
Sementara itu diruangan Findra dan bodyguardnya.
"Saya perintahkan semua bodyguard untuk tinggal di Mansion." ucap Findra dengan mutlak.
Ada bodyguard yang setuju dan ada yang tidak tapi namanya Findra ya tidak mau di bantah..
"Tuan, maaf" Asgar membuka suara.
"Saya memiliki seorang putra yang tidak bisa di tinggalkan begitu saja" ucap Asgar menjelaskan bahwa ia menolak dengan kebijakan ini.
"Saya khawatir dia masih sangat kecil untuk ditinggalkan dirumah sendirian." jelasnya. Findra tersenyum, ini yang dia inginkan..
Findra tahu siapa yang Asgar maksud dengan putranya itu, rencana Findra adalah membiarkan Reza sendirian untuk tenggelam di dunia yang jahat.
"Mansion sedang tidak aman yang mengharuskan kalian bekerja 24 jam perharinya, mau tidak mau kalian harus bersedia karena semuanya sudah tercatat dalam kontrak." jelas Findra. Mereka semua terdiam.
Di lubuk hati Asgar ia menjerit, Findra benar - benar ayah terburuk yang ia temui sepanjang masa.
"Saya izin untuk mulai dari besok tuan, karena harus membawa barang"
"Ya"
•
•
•
#TBC
Nih up nih, maaf ya hanya bisa sedikit sedikit update nya tapi nanti akhdan usahain di lebih panjangin kata katanya
KAMU SEDANG MEMBACA
Rezalio world
Teen Fiction[SEBELUM BACA SILAHKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU] Rezalio anak yang tidak tahu akan keluarganya, sejak kecil ia memang ditinggalkan bersama seseorang yang katanya kepercayaan keluarganya. Belasan taun ia bersama Asgar sang pengawal sekaligus baby si...
