03. Pagi hari yang manis

13.8K 809 5
                                        

Kehidupan di dunia memang tidak selalu indah, tapi bersama pasangan ataupun keluarga keindahan di dunia dapat dirasakan begitu nyata.
— Catatan Bandung

Tepat pukul 12 malam Reza bangun dari tidurnya pergi keluar kamar untuk mencari Asgar, karna sejak sore tadi ia tak melihat Asgar.

Setelah tiba didepan kamar Asgar, Reza memberanikan diri mengetuk pintu kamar Asgar.

"om ..." 

"om" dengan suara kecilnya Reza memanggil Asgar.

Bibirnya mengerucut, nafasnya tak beraturan, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.

Ceklek

Pintu terbuka menampilkan Asgar yang baru bangun menggunakan celana pendek hitam dan kaos tipis hitam. Asgar menunduk menatap Reza yang akan menangis.

"Ada apa?" suara serak Asgar mulai terdengar ditelinga Reza, Reza mendongak kemudian menangis kecil.

"Hatcim!"

"Hikss aissss"

Asgar terkekeh kecil, tuan mudanya ini sedang manja rupanya. Membawa tubuh Reza ke gendongan nya. Lalu masuk ke kamar, tak lupa Asgar menutup pintu kamar.

Di dalam kamar, Asgar menimang nimang Reza layaknya bayi. Membersihkan hidung Reza menggunakan tissue karna tadi anak itu bersin.

"Kenapa hm?" tanya Asgar ketika Reza sudah tenang.

"Eja takut sendirian..." lirihnya kecil, Asgar mengangguk menidurkan Reza disampingnya kemudian memberikan anak itu selimut.

"Ada saya disini" ucapnya, kemudian mengecup kening Reza sebagai ucapan selamat malam.

Setelah itu mereka berdua tidur kembali sampai matahari muncul dan menampakkan sinarnya. 

Keesokan harinya, matahari mulai menyinari bumi, dan muncullah cahaya cahaya yang menembus jendela kamar.

Reza membuka matanya terlebih dahulu kemudian memeluk Asgar yang berada di sampingnya. Reza menangis di pelukan Asgar, menduselkan kepalanya tepat didada bidang Asgar.

"Om asgar, eja mau ketemu ayah" lirihnya menahan tangis.

Asgar sebenarnya sudah terbangun saat Reza memeluk dirinya hanya saja ia memilih untuk pura pura tidur.

Terkadang Asgar cemburu jika yang selalu ditanyakan Reza ada sosok orang tua.

Kalau saja Asgar punya kekuatan pasti ia akan mengubah hak asuh agar Reza bisa berada di genggaman nya.

Reza melepaskan pelukannya kemudian menghapus sisa air mata di pelipis matanya. Terdiam sekejap setelah itu ia keluar dari kamar Asgar.

Selesai bersiap Reza langsung keluar dari kamarnya dan pergi menuju ruang makan, ia melihat Asgar yang baru saja selesai memasak, padahal tadi perasaan masih tidur pikir Reza.

Asgar sendiri sudah berpakaian rapi membuat Reza menautkan kedua alisnya tanda bingung.

"Om mau kemana udah rapi?" tanya Reza yang memperhatikan Asgar dari atas sampai bawah.

"Hari ini om ada kerjaan" balasnya sambil membetulkan dasi. Reza mengangguk dan menghabiskan sarapannya.

"Hari ini om ga bisa antar reza sekolah, tidak apa apa kan?" tanya Asgar yang baru saja selesai memasangkan dasi.

Reza mengangguk sebagai jawaban.

Sebelum berangkat Reza sempat berpamitan dulu dengan Asgar mencium tangan Asgar dan meminta bekal.

Asgar juga memberikan uang jajan pada Reza, tidak besar tapi cukup untuk kantung anak SMA.

"Terimakasih om, semangat kerjanya." ucap Reza sambil nyengir.

Asgar ikut tersenyum. "Mau dibawakan apa hm?" tanya Asgar. 

Ia paham kalau Reza sudah bersikap manis saat ia akan pergi kerja pasti ada sesuatu yang ingin Reza titipkan.

"Martabak yang rasa coklat boleh tidak?" ujarnya malu. Asgar tersenyum kemudian mengangguk kecil.

Reza bangkit dari duduknya kemudian menghampiri Asgar dengan membawa kaos kaki.

Asgar tersenyum kembali, membawa Reza ke gendongan koala dan mengecup pipi putih tembam milik Reza.

"Boleh sayang nanti om belikan, tapi untuk hari ini tolong jangan nakal oke?"

Reza mengangguk sambil membentuk jarinya 'oke'

"Pintar nak ganteng."

"Pakein kaos kaki adek yah" ucap Reza memberikan kaos kakinya pada Asgar.

Asgar mengangguk, sambil memangku Reza ia memakaikan dua pasang kaos kaki berwarna putih dan hitam.

Hanya ini yang bisa Asgar lakukan untuk si bayi kecil manis ini, Asgar selalu berharap agar anak ini kembali pada keluarganya.

Pagi hari yang manis.

Rezalio world Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang