34. Faktanya Asgar.

6.8K 382 13
                                        

Beralih dari Findra dan keluarga kita melihat bahwa para readers sangat kesal pada Zelina kita akan netralkan dengan hubungan Hans dan Asgar.

Di German Asgar dan Hans juga menghabiskan waktu bersama, Asgar yang sangat ingin ke negara ini pun menikmati perjalanan bisnis Hans. Tak jarang Asgar yang kelelahan dan meminta tidur sambil di tepuk - tepuk oleh Hans yang notabenenya ayah' dari majikannya.

Asgar sendiri merasa nyaman dan aman saat bersama Hans, segala perlakuan Hans yang sekecil apapun membuat dirinya merasa di sayangi oleh Hans.

Andai saja ia lahir dalam sebuah keluarga mungkin ia tidak akan merasa sangat nyaman seperti ini saat bersama Hans.

Asgar sudah meminum vitamin yang di berikan Hans, Hans sedang duduk sambil mengerjakan pekerjaan nya sedangkan Asgar menonton drama di iPad Hans yang lain di barengi dengan cemilan buah di sore hari.

Asgar ikut duduk di samping Hans, tiba - tiba perasaan nya tak enak mengenai Reza. Asgar menubrukan tubuh nya kepada Hans.

Hans langsung meletakkan benda tersebut kemudian memeluk Asgar kembali dengan erat.

"Ayo pulang asgar mau ketemu adek" ucap Asgar dengan tubuh yang sedikit bergetar.

"Reza bersama findra, adek" ujar Hans mencoba menenangkan Asgar.

"Eja okey?" ucap Asgar, sangat sederhana namun penuh makna. Hans bingung menjawabnya, bahkan Reza juga tidak aman jika bersama keluarganya.

"Kamu sangat menyayangi Reza ya?" Asgar mengangguk kecill. Ia bahkan sudah menganggap Reza sebagai putranya, panggilan mereka juga sudah anak dan ayah masa iya Asgar tidak menyayangi Reza.

"Maaf tuan, saya sangat menyayangi reza layaknya reza putra kandung saya" ucap Asgar melepaskan pelukannya.

"Kenapa?" tanya Hans.

"Entah karena saya pernah di posisi reza makanya saya paham betul apa yang di rasakan Reza" ucap Asgar.

Hans terdiam saat mendengar jawaban Asgar. "Kemana keluarga mu?" tanya Hans, sungguh Hans sangat brengsek dan pengecut.

"Saya tidak tahu, sejak kecil saya di urus sama paman, sepupu saya bilang asgar itu di buang. awalnya saya tidak percaya tapi semakin dewasa saya menerima semuanya dan tidak ingin memikirkan itu lagi" jelas Asgar, sedikit menyentil hati mungil Hans.

"Jikalau keluargamu kembali apa kamu menerima semuanya?" tanya Hans, Asgar tersenyum.

"Itu sudah sangat lama tuan, tidak mungkin mereka kembali dan mau menerima saya" ucap Asgar, sebetulnya ia sudah tidak berharap keluarga nya datang dan mengambil nya untuk tinggal bersama seperti yang di novel - novel.

"Ah sudah tuan kenapa jadi bahas keluarga saya" ucap Asgar akan menjauh tapi tangan nya di cekal oleh Hans.

"Adek, ada yang ingin saya bicarakan" ucap Hans. Asgar duduk kembali.







Flashback on

Anderson merupakan keluarga terpandang di negeri ini. Hans merupakan pembisnis muda yang berhasil dalam dunia bisnis.

Bersama istrinya Helga mereka bersama untuk menjadi sebuah keluarga. Di karuniai 2 anak sebagai pelengkap kehidupan mereka.

Suatu hari di usia Helga yang tak lagi muda dan bahkan sudah seharusnya tidak mengandung lagi Helga di berikan kesempatan untuk hamil anak ke tiganya.

Namun, usia Helga yang tak memungkinkan untuk bersalin, helga meninggal saat mengandung putra mereka yang ketiga. Hans yang sedang berada di puncak bisnisnya sangat sedih dan kecewa akan takdir.

Rafindra dan Regita yang masih remaja tidak mengetahui apa yang sebenarnya keluarga mereka terjadi.

"Tuan! Nyonya meninggal dan putra anda selamat" mendengar hanya putranya yang selamat membuat Hans di landa kebingungan.

Di pelukannya, bayi merah yang baru saja di lahirkan sudah menyandang status piatu karena ditinggal kan oleh sang ibu.

Regar merupakan tangan kanan Hans, menyaksikan bagaimana Hans mengalami keterpurukan. "Kau urus bayi ini regar, pastikan tidak ada yang mengetahui bahwa putra bungsu ku masih hidup, beritakan bahwa dia meninggal bersama ibu nya" ucap Hans kala itu.

Hans hanya tidak ingin semua orang menyalahkan kematian istrinya oleh bayi kecil ini. Padahal ini semua sudah takdirnya. Tapi Hans salah berfikir.

"Baik tuan" ucap Regar membawa bayi itu pergi.

Hans merasa bahwa dirinya gagal menjaga putranya tapi ia tidak ingin putranya mengalami kesengsaraan karena di cap sebagai pembunuh.

Semenjak hari itu Regar mengurus bayi itu bersama anak bungsu nya yang ternyata baru berusia 1 tahun. Dia bernama Rizwan.

Dan bayi kecil itu adalah Asgar, bayi malang yang di buang oleh keluarga Anderson dengan kejelasan yang tidak jelas.

Rizwan dan Asgar tumbuh bersama di urusi oleh Regar, namun Regar meninggal di saat Rizwan berusia 17 tahun dan Asgar 16 tahun. Setelah Regar di kebumikan Hans datang untuk menjemput Asgar dengan iming - iming pekerjaan. Rizwan yang mengetahui Hans adalah keluarga kandung Asgar hanya bisa membiarkan.

Tepat di usia yang ke 17 tahun, Asgar di jadikan Hans sebagai pengawal pribadi untuk putra sulungnya yakni Rafindra.

Rafindra yang mengetahui Asgar adalah adik kandungnya jelas marah, mengapa Hans tidak jujur dan mengatakan bahwa mereka adalah keluarga Asgar. Namun Hans menolak ia malah menyebutkan bahwa itu belum waktunya.

"Kau adalah ayah yang buruk. ayah!" ucap Findra kecewa, ia tak tega jika sang adik harus melayani nya sebagai majikan.

"Perlakukan dia dengan baik maka itu bisa menebus rasa salah mu findra!" ucap Hans, ia menerima tittle bahwa dirinya adalah ayah yang buruk.

Sejak hari itu Hans menghilang tidak ada lagii berita dari Anderson, Asgar bekerja dengan Findra sampai dimana Asgar harus membawa Reza.





"Kau putra ku asgar, putra bungsuku yang telat lama menghilang" ucap Hans memberikan sebuah berkas berupa hasil tes DNA.

Sedangkan Asgar.

Dia hanya diam, mencerna semuanya yang tiba - tiba. Sudah tak ada tenaga lagi, apa yang harus Asgar lakukan?


#TBC

Makasih.

Rezalio world Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang