Pagi harinya Reza sudah bersiap dengan pakaian barunya, ia sudah mengemas semua barang nya dan sangat bersemangat dipagi hari ini. Pasalnya hari ini ia akan bertemu dengan Asgar!
Walaupun hatinya gelisah karena Asgar tak berada di samping nya. Ia selalu berdoa semoga esok dan esok ia berada di samping Asgar.
"Papa ayo!" ajak Reza kepada Findra. Zelina Zia dan Rafa sudah berada di dalam mobil.
Reza menatap rumah nya yang sedari kecil ia tempati bersama Asgar. "Eja pergi dulu ya, tapi semoga eja bisa kembali lagi ke sini" ucap Reza. Findra sudah berada di mobil. Dan Reza masih diluar.
Di dalam lubuk hati Reza ada perasaan tak nyaman ketika ia akan meninggalkan rumah nya. Setelah itu Reza masuk kedalam mobil dan Findra segera menancapkan gas nya.
Hening tidak ada pembicaraan yang berlanjut di jalan. Sampai akhirnya mereka sampai di Mansion utama milik keluarga Ravyend..
Di sana ada Hiro, Geldan dan Regita yang menyambut kedatangan Reza. Reza tersenyum melihat ada yang menyambut nya. Ia turun dan langsung bergegas menghampiri Regita.
Regita langsung memeluk Reza dengan erat, ia sangat merindukan keponakan kecil nya ini. "Sayangnya bunda apa kabar?" tanya Regita dengan lembut. Reza tersenyum manis kemudian menjawab.
"Eja baik bunda" jawabnya.
Findra dan Rafa mengeluarkan semua barang Reza dan memutuskan untuk masuk duluan. Zelina dan Zia berjalan mendekati Reza.
"Sayang mau langsung masuk?" tanya Zelina, Reza kecil menggelengkan kepalanya.
"Mau di luar sama bunda" jawab nya. Zelina dan Zia memutuskan untuk masuk bersama meninggalkan Reza yang berada di luar.
"Udah makan belum?" tanya Geldan membawa Reza ke gendongan nya. Reza menggelengkan kepalanya jujur.
"Baiklah nanti kita makan dulu ya" ucap Hiro.
"Mas yakin gak mau di Indonesia dulu aja?" tanya Regita kepada sang suami pasalnya suami nya mengajak dirinya dan anaknya untuk kembali ke Jepang karena masalah pekerjaan.
"Sayang, kita sudah bahas ini dan bahkan 2 hari lagi kita akan pulang ke jepang." Regita mengangguk kecil mendengar jawaban suaminya.
Regita dan Hiro masuk terlebih dahulu meninggalkan Geldan dan Reza yang bermain di luar.
Mata Reza meneliti semua pekarangan Mansion ia merindukan om Asgar yang katanya bekerja disini. "Abang masuk duluan ya dek" ucap Geldan, Reza mengangguk kecil.
Kaki kecilnya berjalan kearah belakang, ia tak menemukan dimana Asgar berada. Wajah nya terlihat lelah karena berada di bawah terik matahari.
Sampai nya di halaman belakang Reza menemukan sosok yang sangat ia rindukan selama ini. Asgar.
Dia ada disini. Reza melihat om kesayangan nya.
Langkah nya ia percepat sampai Reza berlari untuk menghampiri Asgar. Sampai dimana ia berteriak memanggil Asgar.
"AYAHH" teriaknya.
•
•
•
Di ujung sana Asgar berbalik kala mendengar seseorang yang memanggil nya ayah. Saat menoleh ia melihat tubuh kecil yang selalu ia rindukan yakni Reza.
Matanya memanas seolah tak percaya dengan semuanya, Asgar meninggalkan pekerjaan kemudian berlari kearah Reza yang sama berlari ke arah nya.
Grep
Asgar memeluk Reza dengan sangat erat, Asgar menangis. Ia sangat merindukan dan mengkhawatirkan Reza. Kini Reza ada di hadapannya, memeluknya dan mungkin tidak akan meninggalkan nya lagi.
"Ayah eja rindu!" isak Reza pecah kala Asgar menangis juga.
"Adek maafin ayah nak" hanya itu yang bisa dikeluarkan oleh Asgar saat ini.
"Adek disini sama siapa? Kenapa bisa kesini?" tanya Asgar melepas pelukannya kemudian membulah balikan tubuh Reza.
"Eja ikut papa pindah kesini" jawab Reza jujur.
"Tuan besar? Membawa anda kesini? Apa dia menyakiti reza?" tanya Asgar kembali. Reza menggelengkan kepalanya.
"Ndak eja okey!"
"Eja diajak pindah buat tinggal disini sama papa sama mama kakak abang" jelas Reza. Asgar menatap Reza dengan sendu.
Ada 99 fakta lagi yang belum terungkap.
#TBC
Maaf kalau semisalnya ada latar, nama, tempat, kata ataupun kalimat yang sama. Akhdan pastikan itu hanya kebetulan karena akhdan menaungi genre brothership dimana banyak penulis hebat lain nya yang menaungi genre ini.
Kelima cerita akhdan ini murni karangan dan pemikiran akhdan sendiri.
Maaf akhdan ngetik ini karena di chapter sebelumnya ada yang bilang dia udah pernah baca kalimat yang akhdan buat.
Akhdan orang nya gampang kepikiran dan mudah speak up. Akhdan bebasin kalian berkomentar, mau negatif atau positif. Bahkan akhdan gak nyalahin silent reader. Akhdan buat cerita karena akhdan suka, bukan tuntutan.
Maaf udah buang waktu kalian yang berharga karena baca cerita akhdan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rezalio world
Teen Fiction[SEBELUM BACA SILAHKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU] Rezalio anak yang tidak tahu akan keluarganya, sejak kecil ia memang ditinggalkan bersama seseorang yang katanya kepercayaan keluarganya. Belasan taun ia bersama Asgar sang pengawal sekaligus baby si...
