Bab spesial...

125 9 7
                                        

~Disclaimer~

Ini bab spesial yang dimana isi nya sedikit percakapan yang tidak di muat di bab terakhir.

Belum ending ya guys...dikit lagi sih. doain aku bisa lanjutin ya.

____________________________________________________________________________

***
Bagaimana jika aku mau berbaikkan dengan Jaehan ?

Kereta siang itu tidak terlalu padat di karnakan belum waktunya memang, bukan jam-jam yang mengharuskan warga seoul sekitar aktif menggunakan subway. Misal jam sibuk seperti jam ke kantor, pulang kantor dan sekolah atau musim liburan.

Yechan menatap Jehyun tidak percaya.

Apa dia tidak salah dengar ? apa Jehyun tidak sedang mengigau ?

Berbaikkan dengan Jaehan masuk salah satu hal tabu untuk di lakukan dan mungkin akan terus di pegang teguh oleh Jehyun.

"Mak...maksud mu bagaimana ?"

Jehyun mencebik kesal.

ck...

"Kamu selalu meminta ku melakukan nya, tapi sekarang Kamu sendiri tidak percaya Aku terpikir untuk mewujudkan keinginan mu itu."

Terdengar ambigu.

Terpikir ??
Terpikir...

"Kamu tidak mengatakan nya secara jelas. Jika ??? dan terpikir itu belum mengisyaratkan Kamu akan melakukan nya."

"Sama saja untuk ku."

Kali ini Yechan enggan berdiskusi, tidak akan memberika pilihan mau atau tidak mau.

"Sudah ku putus kan..."

Dengan spontan dan sedikit menghentak, Yechan membuat Jehyun sedikit tersentak karna kaget tiba-tiba Yechan bicara sambil menepuk paha nya.

"Kamjagia..."

Gumam Jehyun sambil mengelus dadanya.

"Aku putus kan kamu bersedia berbaikkan dengan Jaehan."

Mulut Jehyun sedikit terbuka begitu pun matanya. Mana ada orang yang mewakilkan seseorang untuk mengambil keputusan penting.

Ada.
Yechan lah orang nya.

Untung hanya Yechan
Cukup Yechan saja.

"Mana bisa begitu, ini kan keputusan penting. Mana bisa di wakilkan semudah itu, kamu harus bertanya padaku dulu."

Gelombang protes terus menerus terdengar dari Jehyun, mebuat Yechan menutup kedua telinganya.

Sebenernya tidak seberisik itu, hanya Yechan memang tidak mau dengar alasan apapun lagi.

"Percuma jika ku tanyakan, karna jawaban nya akan tetap iya."

Jehyun memberikan picingan tajam dari sudut mata nya. Persis seperti kucing yang sedang mengajak lawan nya berkelahi.

"Mana bisa begitu."

Bisa.
Selalu bisa...

Terdengar kekehan riang dari teman di sebelah nya. Membuat tanpa sadar Jehyun menyunggingkan segaris senyuman.

Hahaha...
seperti puas membuat Jehyun tidak pernah berkata tidak padanya.

"Tentu selalu bisa, Kamu sangat menyukai ku iya kan ??"

Pertanyaan yang niat awalnya hanya bercanda.

Tapi...

"Iya.."

Love Affirmation Where stories live. Discover now