30 Menit lagi sampai tujuannya, kereta melaju cepat membelah malam yang hampir larut.
Jehyun melihat jam di Handphone nya 22.30 KST.
Melirik Yechan yang Tertidur, kepalanya terus bergerak dan mebentur jendela berulang.
Tak tahan, Jehyun memindahkan kepala Yechan ke bahu nya.
Perlahan tanpa membangun kan nya.
Seharian terus berkabar dengan Xen, bahkan sekali panggilan Video. Membuat Jehyun merasa makin merindukan kekasih hatinya itu.
"Yechan sedang apa ?"
Sebuah foto di ambil dan di kirim ke Xen untuk menjawab pertanyaan nya.
"Gemas nya, Kamu istirahat lah juga. Kabari aku jika sudah sampai."
"Memang nya dari tadi aku tidak mengabari ?"
berlagak kesal dengan permintaan Xen, Jangan kan saat sampai tujuan nya. Bahkan sepanjang hari Jehyun selalu mengabari Xen.
Ah tidak...saling bertukan kabar lebih tepatnya.
Disaat Jaehan yang mengabaikan pesan Yechan, Jehyun-Xen malah lebih baik dalam berkomunikasi.
"Eo...kamu selalu mengabari, terima kasih sudah membuat ku tidak khawatir. Jehyunie..."
"Istirahat lah, akan aku kabari jika sudah sampai rumah."
Yechan menggeliat, matanya masih tampak mengantuk tapi dia sudah tidak bisa tertidur lagi.
Sejenak menatap bahu yang belum lama itu menjadi bantal nya
"Kamu tidak tidur ?"
Heran Yechan, matanya tidak bisa di tahan lagi ketika tertutup tanpa dia sadari karna begitu mengantuk.
Tapi Jehyun terlihat tetap segar.
"Jika Aku tidur siapa yang menjaga Mu, bisa saja saat kamu bangun benar-benar sudah gegar otak ringan."
Yechan memonyongkan bibir nya yang imut itu. Tidak mengerti apa yang di katakan Jehyun, bagaimana seseorang tidur dan menjadi gegar otak ??
Dia tidak tau bahwa sepanjang tidur kepala terus terbentur kaca jendela kereta.
"Omong kosong apa itu...cih...gegar otak.." gumam Yechan
kembali dia memeriksa handphone nya, wajah Yechan langsung murung. Jaehan tidak membalas pesan nya seharian.
Bahkan ketika Yechan menelepon nya, handphone nya malah tidak bisa di hubungi.
"Ada apa dengan nya, apa dia marah ?" monolog Yechan dengan diri nya sendiri.
Jehyun melihat kegusaran Yechan, tidak perlu di terka.
Sudah pasti soal Jaehan, jika kali ini ada apa-apa dengan Yechan dan Jaehan. Jehyun bersumpah akan bertindak melewati batasnya.
"Ada apa lagi ? Dia mengabaikan mu ?"
Menatap Jehyun sedih, Yechan kemudian menggeleng.
Jelas terlihat matanya berkaca-kaca
"Terima kasih sudah mengikuti ku, jika tidak ada kamu pasti sudah sangat membosankan."
Hanya berusaha mengalihkan pembicaraan, menutupi apa yang sebenarnya dia rasakan.
"Simpan terima kasih mu, hingga kita sampai asrama. Aku ingin lihat, apa dia bisa menahan kesabaran nya setelah ini. Besok kamu akan mengantar Ayah dan ibu mu ke Bandara ? "
YOU ARE READING
Love Affirmation
FanfictionCerita tentang Yechan yang harus pindah ke sekolah baru nya dan tinggal di dorm khusus siswa laki-laki. Dia bertemu dengan Junghoon dan Kevin sebagai Roommate nya. Namun kehidupan Sekolahnya tidak melulu berjalan baik, apalagi ketika dia bertemu den...
