Bab 50

130 13 10
                                        

"Kita akan berhasil kan ??" Bisik Jehyun di telinga Xen

Xen mengangguk haru, masih nyaris selesai. Tapi belum...

Jehyun melepaskan pelukkan nya pada Xen lalu menghampiri Junghoon dan Kevin.

Menyatukan kedua telapak tangan mereka dan melakukan TOS.

Hangyeom, Hyuk dan Sebin yang bingung hanya bisa melongo.

"Kalian....?" Bingung Hyuk

Xen tersenyum, lalu mengangguk. Setelah menatap Junghoon sejenak, Junghoon pun berjalan menghampiri Xen dan merangkul nya.

"Kita sengaja melakukan nya agar Jaehan benar-benar menyesali perbuatan nya karna bicara kasar pada Yechan." Junghoon menjelaskan

Seketika Hangyeom merasa sedikit pening

"Sebentar, jadi kalian tidak benar-benar marah pada Jaehan ?" Tanya Hangyeom

"Kesal sedikit, lebih tepat nya tidak terima Jaehan bilang dia brengsek." Jawab Kevin

Hyuk melotot. Kaget Kevin bisa melakukan sandiwara seperti itu, Kevin yang dia kenal selama ini hanya Kevin dalam versi imut dan manis.

"Kamu pun bagian dari mereka ?" Tanya Hyuk sambil menunjuk Kevin

"Jadi Yechan benar akan pindah atau tidak ?" tanya Sebin

"Ayah nya benar akan di pindah tugas kan ke Busan, tapi Yechan hanya mengantar ke bandara. " Jawab Jehyun

Hangyeom, Sebin dan Hyuk menarik nafas bersamaan. Mereka pikir pertemanan mereka benar-benar berantakan sejenak hanya karna salah paham.

Mereka nyaris tidak percaya, pertemanan yang sudah terjalin dengan erat seperti di ujung tanduk. Meski setengah hati mereka masih tidak ingin mempercayai itu, melihat teman-teman nya bertengkar sungguh membuat hati mereka sangat sakit, sesak.

"Kalian kenapa tidak mendiskusi kan ini pada kami ?" Tanya Hangyeom tidak percaya

"Tidak bisa, harus ada yang disisi Jaehan. Akan mencurigakan jika semua membela Yechan." Jawab Junghoon

"Meski disisi Jaehan, kami tetap kesal melihat nya keras kepala seperti itu. Bagaimana bisa orang cemburu buta lalu minta putus begitu saja." Selak Hyuk

"Awas jika kau berani begitu " Ancam Sebin pada Hyuk

Hyuk tersenyum kaku, lalu mengusap lembut lengan Sebin.

"Aku tidak akan melakukan nya. Aku tidak bisa bila tanpa kamu." Hyuk meyakinkan.

Dan sudah terbukti sebelum nya.
Seberapa kuat dan bijak nya dia menahan cemburu kala Hwichan melakukan pendekatan pada Sebin kala itu. Alih-alih bersaing dan merasa cemburu, Hyuk memilih membiarkan Sebin bersama Hwichan karna berpikir Sebin akan bahagia bersama nya.

Sebin hanya tersenyum, Dia tau hyuk sungguh-sungguh dalam ucapannya.

"Aku percaya padamu." balas Sebin

Meski Semenyebalkan apapun Hyuk, untuk kali ini teman-teman mereka sangat mangaggumi apa yang telah Hyuk lakukan.
.
.
.
.
.

Setelah menerobos padatnya lalu lintas yang sibuk. Motor yang melaju dengan kecepatan tinggi itu melewati banyak rintangan untuk sampai tepat waktu demi mengejar cinta nya.

Memarkir sembarangan, Jaehan turun dari motor nya dan berlari tanpa henti. Seperti tidak akan ada yang bisa menghentikkan nya, melihat papan informasi yang tergantung dan menginformasikan penerbangan yang akan di jadwalkan hari itu.

"Harus nya tidak terlambat" batin Jaehan, sambil berhenti sejenak untuk mengatur nafasnya yang mulai kehabisan pasokan oksigen.

Lalu kembali berlari, sebelum waktu nya benar-benar habis. Mencari gate keberangkatan menuju Busan, tapi sekencang apapun Jaehan berlari. Jaehan tidak bisa menemukan dimana Yechan, hingga pihak bandara menginformasikan bahwa pesawat dengan penerbangan menunju Busan telah lepas landas.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 17, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Love Affirmation Where stories live. Discover now