22

424 21 0
                                        

Warna pink mendominasi penglihatan Arga saat membuka pintu kelas. Semua murid 11-4 sudah mengenakan kaus pink dan juga rok tutu berwarna senada yang mengembang kaku. Selain itu, mereka juga mengenakan celana olahraga sekolah agar memudahkan saat berlomba nanti.

Arga meletakkan tas di dalam lokernya dan mengenakan rok tutu yang ia simpan disana juga.

Ian, Chio, dan Galih sedang tertawa hampir mampus di sekitar Yuzo ketika ia menghampiri mereka.

"Kenapa kelen?"

Ian yang nafasnya sudah pendek-pendek menggeleng, "Hahaha ha ha kau hahaaha kau tahu hahahahaha!" Kemudian Ian menyerah dan mengibaskan tangannya. Ia tak dapat menahan tawanya.

"Kenapa weh?" Arga makin penasaran.

Galih bersender dan tertawa di bahu Arga sambil mengelap air mata yang tak bisa ia tahan karena tertawa terlalu banyak, "Kau tahu, bocah pinter ini," tangannya menunjuk Yuzo yang tampak lemah letih loyo lesu lunglai, "dia pake rok tutu dari rumah!" suaranya sumbang seperti kaset rusak.

Bibir Arga bergetar, seolah ditarik ke kanan ke kiri tapi ia menahannya. Getaran bibirnya kian parah saat perutnya yang tertawa bergerak-gerak, "S- ser- pfft..." dagu Arga jadi ikut tremor, "serius?" akhirnya satu kata keluar dari bibirnya.

"Kan dibilang dipake buat festival," keluh Yuzo mengusap wajahnya, "adikku yang paling ku sayang pun ga mau duduk di sampingku."

"Ya ga ada yang suruh pake dari rumah, biji laba-laba!" tawa Arga meledak membuat yang lainnya makin ikut tertawa. Yuzo sendiri ingin rasanya reinkarnasi sekarang juga atau kalau bisa dia kembali ke tiga jam yang lalu saat ia masih tidur di rumah.

Tadinya Arga merasa kostum mereka adalah keputusan yang bodoh, tapi melihat ada Yuzo yang mengalami kesalahan berpikir, ia merasa lebih baik.

"Udah hadir semua kan ini?" tanya ketua kelas berdiri di depan kelas membuat para murid mengalihkan fokus mereka, termasuk empat orang yang baru saja menghakimi Yuzo.

"Udah!" jawab para murid.

Ketua kelas mengangguk, "Kalian dah lihat jadwal pertandingan yang kukirim di grup?" tanyanya.

"Udah!"

"Yang ikut lomba sudah liat daftar peraturan do's and dont's?" tanyanya lagi.

"Udah!"

"Oke, semua udah fix ya! Yang lagi ga ikut pertandingan atau jadwal pertandingannya belum mulai, jangan berkeliaran keluar sekolah. Dan usahain untuk nonton temennya yang lagi tanding! Ingat, jangan ada yang pergi keluar sekolah!" Ketua kelas mengatur dengan nada lantang, matanya menyusuri kelas mencari biang kerok yang selalu membuat masalah, "Arga dan Kevin, kalian dengar aku?" tanyanya.

Arga yang masih berseri akibat sisa tawanya serta Kevin yang sedang sibuk dengan gim di hpnya mengangguk bersamaan. Hanya raut wajah mereka yang berbeda. Arga dengan senyum lebar dari telinga ke telinga dan Kevin dengan wajah masam yang ogah-ogahan.

"Oke! Sekarang ayo turun ke bawah, kita ada opening ceremony sebelum pertandingan dimulai."

Murid-murid 11-4 berjalan keluar kelas dengan semangat. Chio dan Ian mengangkut Kevin yang menyendiri dari tadi agar berjalan bersama dan di depan mereka ada Galih, Yuzo, juga Arga.

"Oh ya Galih, nanti beneran pilih aku loh ya! Jangan orang lain!" Ucap Arga kembali mengingat pertandingan Galih.

Galih menggeleng pelan, "Ya lihat nanti, aku bakalan tanya kerang ajaib," ucapnya. Sifat jahilnya yang sangat ingin membuat Arga kesal kembali.

"Ish serius!" gertak Arga.

"Kalau isi kertanya cari yang paling tampan, ya aku bakal bawa cermin sih. Siapa lagi coba yang lebih tampan daripada aku?" Masih saja ia ingin membuat Arga kesal.

I LIKE YOU? 2 [ BL ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang