Jangan lupa vote dan commentya yaah biar aku semangat juga nulisnyaa🌟🦭 Enjoy!
Suara decitan sepatu beradu dengan lantai lapangan badminton terdengar meriah di dalam gedung olahraga sekolah. Beberapa pemain berlatih di empat lapangan berbeda.
Namun, fokus pelatih lebih banyak tertuju pada lapangan satu. Kok dipukul dengan kuat ke arah lelaki berambut ikal, salah satu pentolan pemain bulu tangkis di sekolah ini. Namun, bahkan si Pentolan pun memiliki hari-hari yang buruk.
"Galih! Fokus!" Teriak pelatih dari pinggir lapangan.
"Ya, Coach!" jawabnya tegas.
Namun, Galih tetap menggigit bibirnya gugup dan mengacaukan langkah kakinya. Ia beberapa kali tak mampu menangkis smash yang diarahkan juniornya ke beberapa titik di lapangan. Padahal ini adalah latihan rutin yang berulang kali dilakukan sebelum masuk ke pelatihan inti, alias ini masih pemanasan.
"Berhenti, berhenti!" ucap Coach geleng-geleng melihat permainan Galih, "Dua minggu lalu kau begini, minggu lalu kau lumayan bagus, sekarang kenapa lagi?!" Seru Coach pusing sendiri dengan tingkah Galih.
Galih hanya menunduk, tak punya jawaban yang mampu meredakan emosi pelatihnya.
"Galih, kau belum siap untuk tanding. Kalau kau mau tanding, perbaiki permainanmu. Kalau ga, kita cari pengganti." Perkataan pelatihnya tajam menusuk ego Galih, "sekarang duduk di pinggir dulu dan renungkan apapun yang ada di dalam kepalamu. 15 menit lagi kita start ulang."
Pelatihnya pergi kembali ke tempat duduk di pinggir lapangan dan menulis sesuatu di kertas yang selalu ia pegang kemana-mana. Isinya bisa dipastikan adalah informasi performa Galih dan murid-murid yang akan bertanding di kejuaraan mendatang.
Sementara, Galih kembali duduk di lapangan dan bolak balik mengecek ponselnya. Tidak ada pesan masuk apapun; kalaupun ada, itu berasal dari grup komunitas yang bejibun mengirim promosi masing-masing.
"Kenapa, Gal?"
Suara lelaki yang tak asing membuat Galih mendongak. Ada Yuzo dan Reggy disana. Minuman isotonik dikeluarkan oleh Reggy dari kantung plastik yang ada di tangannya dan disodorkan ke Galih. Melihat dua manusia yang jarang-jarang muncul, Galih sebenarnya agak sedikit bingung, namun tetap dengan senang hati menerima minuman segar itu.
"Mainmu kok ga kayak biasanya?" Tanya Yuzo duduk di sebelah Galih.
Galih mendengus, "Kayak kau tau aja gimana mainku biasanya." Ia sadar Yuzo tak pernah menaruh perhatian pada apapun selain adik satu-satunya dan belajar. Bentuk nyata dari manusia yang bodo amat dan hidupnya lempeng aja.
"Ya, kau biasanya lebih kompetitif," jawab Yuzo, "lawanmu nanti Nakano lagi?"
Mendengar nama Nakano, Galih kembali mengingat pertandingan terakhir mereka. Lagi dan lagi, Galih kalah. Masalahnya adalah tidak telak. Lelaki jenius itu suka sekali ketinggalan poin di awal, bahkan membuat rentang jarak poin lebih dari lima.
Tapi, saat Galih sudah hampir mendekati poin 20, Nakano akan kembali serius. Memancing deuce berkali-kali, sampai ia menjadi pemenangnya.
Reggy melihat wajah Galih semakin menggelap langsung menepuk tangannya kencang di depan wajah Galih, "Malah bengong! Nih nih abisin nih isotonik, biar fokus!" suruh Reggy yang langsung dilakukan oleh Galih, "tadi pagi aja, kau penuh semangat. Sekarang lempeng banget kayak peyek masuk angin. Karna Arga ga disini ya?" lontar Reggy lagi.
Kali ini dia tidak khawatir. Dia hanya sepenuh hati ingin menjahili temannya yang pikirannya mengawang menyimpang dari badminton kecintaannya.
Galih meninju sisi samping perut Reggy dengan sedikit serius, "Kenapa jadi Arga si? Engga ada hubungannya ama dia."
KAMU SEDANG MEMBACA
I LIKE YOU? 2 [ BL ]
Romance[ON-GOING] [YAOI] Apa jadinya kalau seseorang yang selama ini nggak pernah terlihat mikirin hal-hal romantis, tiba-tiba bilang kalau dia menyukaimu? Arga dan Galih, siswa yang kebetulan satu geng, memiliki dunia yang nyaris berlawanan. Arga, yang se...
![I LIKE YOU? 2 [ BL ]](https://img.wattpad.com/cover/368020125-64-k839859.jpg)