Akhirnya, aku masuk ke tulisan 18+ yang sudah lama aku nantikan. Betapa hampanya hidupku tanpa menulis kepornoan ini(。ノω\。) Btw, kalau mau yang smut bisa baca ceritaku yang "I Love My Big Bear" ya, disana banyak adegan begitunya.
Anyway, enjoy this fast update! xoxo
.
.
.
Aroma sampo mint dan juga white musk dari serum rambut yang diaplikasikan Arga memenuhi indra penciuman Galih. Tapi lain dari itu, aroma Arga yang samar terasa lebih kuat dan memacu jantung Galih.
Mata Galih menatap lurus ke depan. Tak berani melirik ke kanan kiri, takut imannya akan goyah ketika bertatapan dengan paha putih Arga yang mengurung badannya di kanan kiri.
Galih sendiri tidak pernah tahu kalau bulu kaki Arga yang rapi, dapat menggoyahkan penguasaan dirinya.
Arga mematikan hair dryer, "Galih, kok diem aja?" tanyanya sedikit menunduk dan memperhatikan wajah Galih.
"Gapapa."
Tangan Arga menempel ke pipi Galih, "Ini merah banget. Panas ya? Atau kau demam?"
Arga makin menjulurkan kepalanya dan melihat bagian leher sampai dada Galih sudah memerah, ia mundur sedikit dan menatap telinga dan tengkuk kekasihnya yang sama merahnya, "kenapa ga bilang kalau anginnya panas banget? Benter-benter biar aku kipasin."
Arga mencari kertas dan melihat selembar kertas di atas nakas. Ia berdiri sedikit, berusaha menggapainya. Pahanya tak sengaja bersentuhan dengan bahu Galih, membuat Galih memejamkan matanya. Kepalanya merapalkan berbagai doa, termasuk doa makan.
"Duh, ga sampe bjir," ucap Arga agak kesusahan.
"Biar aku yang ambil." Galih mengesot sedikit dan benar saja, paha Arga yang lainnya makin dekat ke wajahnya.
Hilang sudah doa pegangan iman.
"Arga," panggil Galih parau. Tangannya tak lagi menggapai kertas itu, "kau... marah ga kalau aku pegang-pegang?"
Arga kembali duduk, "Maksudnya?"
Galih memutar arah hingga duduk berhadapan di depan Arga. Kepalanya ia jatuhkan ke salah satu paha kekasihnya, pipinya yang bersentuhan dengan kulit paha Arga berhasil membuat bagian selatannya berkedut.
"Aku mau megang bagian kakimu," pinta Galih, "bagian kaki aja kok ga sampe kemana-mana!"
"Ya pegang aja? Kenapa harus minta izin?"
Arga tak tahu maksud Galih dan pikiran kotor kekasihnya.
Tangan Galih mulai bergerak, jarinya memutar di pergelangan kaki Arga. Senyum tipis terbit di wajah Galih. Dengan lihai jarinya bergerak naik meraba naik turun tulang kering Arga. Tangannya meremas pelan otot paha Arga di kakinya yang lain.
Ia bisa merasakan otot paha Arga menegang.
Galih meneguk ludahnya lamat, jakunnya naik turun, bibirnya mendekat ke lutut Arga yang agak memerah, memberi satu kecupan kecil. Lalu bertambah beberapa kali yang berhasil membuat nafas Arga tercekat.
"Ini keloid karena luka apa?" tanya Galih di sela kecupannya pada lutut Arga.
"Hm...?"
Melihat jawaban Arga yang singkat, Galih mendongak.
Wajah Arga sudah memerah, ia bersandar penuh ke sandaran sofa dengan tangan menutup mulutnya rapat.
Sial.
Galih meringsek naik, mengungkung Arga di antara kedua tangannya. Nafas keduanya memburu, tak seirama. Keduanya sudah di ambang batas.
"Arga, tadinya aku takut kau marah," ucap Galih, "sekarang, aku ga tau. Jawab aku, Sayang mau?"
KAMU SEDANG MEMBACA
I LIKE YOU? 2 [ BL ]
Romance[ON-GOING] [YAOI] Apa jadinya kalau seseorang yang selama ini nggak pernah terlihat mikirin hal-hal romantis, tiba-tiba bilang kalau dia menyukaimu? Arga dan Galih, siswa yang kebetulan satu geng, memiliki dunia yang nyaris berlawanan. Arga, yang se...
![I LIKE YOU? 2 [ BL ]](https://img.wattpad.com/cover/368020125-64-k839859.jpg)