Kelima pemain dari kelas 11-4 sudah bersiap di sisi lapangan. Ada dua sesi bagan pertandingan untuk relay race. Kelas mereka berada di bagan kedua, bertanding dengan enam kelas lainnya.
"Galih, aman?" tanya ketua kelas sambil mengacungkan jempolnya.
Galih mengangguk, namun wajahnya tegang mampus.
"Santai aja, nanti kalau tugasnya aneh-aneh, bawa aja siapapun dan yah, tumbalin dikit reputasimu, oke?" Ketua kelas menyengir tanpa rasa bersalah.
Galih meringis. Ia tidak khawatir tentang siapa yang bakalan ia bawa, sudah jelas Arga orangnya. Arga yang merengek dari tadi pagi. Bahkan saat kepala sekolah berpidato atau ada club dance yang Arga sukai menari k-pop dengan lihai, ia tetap memastikan agar Galih membawanya saat relay race.
Tapi, ini soal tugasnya!!! Gimana kalau MC-nya nyuruh aneh-aneh?!
"Okey, pemain pertama syudah mencapai garis finish!" Ucap MC kondang dari atas panggung yang berada di tengah lapangan relay race.
Galih menatap ke depan, ada tiga pasangan disana. Di bawah panggung, ada empat pasangan yang menunggu. Mereka menunggu salah satu pasangan di atas tidak bisa melaksanakan tugas yang akan disuruh MC dan mencuri kesempatan itu.
Galih mencari keberadaan Arga, ingin melihat bagaimana reaksi lelaki itu. Arga yang sedari tadi memperhatikan Galih langsung tersenyum lebar sambil melambai. Mulutnya membentuk kalimat, 'A- Ku- Di- Si- Ni' sambil menunjuk tempat duduknya.
Galih tersenyum tipis melihat tingkah Arga. Lelaki yang ia suka, kembali seperti dulu lagi, dengan wajah sumringah dan hidup seperti tanpa beban.
Galih cukup frustasi melihat Arga menangis di gang malam itu, Arga tampak hancur.
Galih mengutuk dirinya habis-habisan karena ia tahu, semua berubah saat ia menyatakan perasaannya. Arga berubah menjadi bom waktu yang dapat meledak kapan saja, tidak hanya baginya, tapi bagi orang-orang di sekitar Arga.
"...Kakak mau jadi pacarku?"
Kalimat itu menarik perhatian Galih kembali pada pertandingan. Ia menatap ke panggung dan melihat seorang lelaki berlutut di hadapan perempuan yang seingatnya satu angkatan dengannya.
Galih penasaran, "Tugas dia tadi apa? Kok tiba-tiba nembak?" tanyanya pada Taka, satu timnya.
"Tugasnya tadi bawa orang yang cocok menemani sepanjang hidup," jawab Taka.
Galih menggeleng, "Wih! Harusnya aku serahkan tugas ini pada Arga."
Taka tersenyum mengejek, "Aku juga bingung kenapa kalian berdua rebutan ingin menjadi pemain terakhir."
Suara teriakan, siulan, dan tepuk tangan mewarnai suasana lapangan dan menarik fokus Galih yang sudah melanglangbuana. Galih menoleh bingung akan kejadian apa yang ia lewatkan.
"Kata Hani, mereka jadian." Taka seakan tahu arti ekspresi Galih.
Pupil Galih bergetar tetapi seringainya terangkat lebar. Ia tidak yakin harus senang, takut, khawatir, atau tertantang dengan tugas dari MC.
"Galih!" Panggil ketua kelas dari belakang, "Hahahahaha, Arga tahu kau akan panas dingin, jadi katanya kau langsung aja narik dia apapun tugasnya. Dia aman aja katanya, oke?" jelas ketua kelas.
Galih melihat ke arah tempat Arga duduk dan melihat lelaki 'sinting' itu sudah maju duduk ke paling depan sambil berdiri dan melambai sekuat tenaga. Rok tutu pink yang ia kenakan pun bergerak naik turun dengan aneh.
Ini masalah tugasnya, Argambus.
Pertandingan bagan kedua dimulai. Galih sudah siap di posisinya. Wila langsung melesat dan unggul sejak awal. Ia melakukan putaran hidung gajah dua puluh kali dan berlari sedikit tertatih, tapi setidaknya ia lebih unggul.
KAMU SEDANG MEMBACA
I LIKE YOU? 2 [ BL ]
Romance[ON-GOING] [YAOI] Apa jadinya kalau seseorang yang selama ini nggak pernah terlihat mikirin hal-hal romantis, tiba-tiba bilang kalau dia menyukaimu? Arga dan Galih, siswa yang kebetulan satu geng, memiliki dunia yang nyaris berlawanan. Arga, yang se...
![I LIKE YOU? 2 [ BL ]](https://img.wattpad.com/cover/368020125-64-k839859.jpg)